detikhealth

IDI Tak Pernah Keluarkan Peringatan Bahaya Aspartam

Irna Gustia - detikHealth
Kamis, 25/03/2010 15:12 WIB
IDI Tak Pernah Keluarkan Peringatan Bahaya Aspartam(Foto: dok.IDI)
Jakarta, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan secara lisan maupun via sms tentang bahaya pemanis Aspartam. Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menegaskan aspartam aman.

"Setiap pernyataan yang dikeluarkan secara resmi oleh organisasi selalu dikeluarkan secara tertulis dengan menggunakan kop resmi organisasi dan ditanda tangani oleh Ketum dan Sekretaris Jenderal," bunyi siaran pers IDI seperti dilansir Kamis (25/3/2010).

Rumor yang beredar lewat SMS dan email yang mengatasnamakan IDI itu berbunyi:

'Saat ini sedang ada wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang. Jangan minum produk: extra joss, M-150, kopi susu gelas, Kiranti, Krating Daeng, Hemaviton, Neo Hormoviton, Marimas, Hore, Frutillo, Segar Sari, Pop Ice, Segar Dingin Vit C, Okky Jelly Drink, Inaco, Gatorade, Nabati, Adem Sari, Naturade Gold, Aqua Splash. Karena mengandung Aspartame racun yang menyebabkan diabetes, kanker, dan bisa mematikan. Tolong teruskan informasi ini kepada orang-orang yang Anda cintai. Tertanda dr H Ismuhadi MPH'

Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga berulangkali menegaskan isu tersebut hanya rumor yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

BPOM dalam surat Nomor: KH.00.01.1.0800 menegaskan berita yang menyebar melalui pesan singkat SMS mengenai bahaya penggunaan Aspartam yang disebutkan bersumber dari IDI sama sekali tidak benar. IDI tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang hal tersebut.

Kepala BPOM Kustantinah dalam siaran persnya mengatakan Aspartam dikategorikan aman berdasarkan Keputusan Codex stan 192-1995 Rev. 10 Tahun 2009. Codex Alimentarius Commision (CAC) adalah Lembaga Internasional yang ditetapkan FAO/WHO untuk melindungi kesehatan konsumen dan menjamin terjadinya perdagangan yang jujur.

Dalam pengaturan Codex disebutkan bahwa Aspartam dapat digunakan untuk berbagai jenis makanan dan minuman antara lain minuman berbasis susu, permen, makanan dan minuman ringan.

Penggunaan Aspartam dalam makanan dan minuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dapat digunakan dengan batas maksimum penggunaannya masing-masing.

Dihimbau kepada masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com atau Layanan Informasi Konsumen di Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Menurut American Dietetic Association (ADA) seperti dilansir health24, pemanis aspartam aman dalam jumlah tertentu seperti yang direkomendasikan Food and Drug Administration (FDA). Hasil riset yang dilakukan FDA menyebutkan, aspartam masih dalam batas aman untuk manusia jika konsumsi per harinya sebanyak 50 mg/kg berat badan.

Sementara itu, European Commission's Scientific Committee on Food (SCF) jauh-jauh hari pada tahun 1998 sudah menyatakan bahwa aspartam aman. Namun karena banyak isu miring yang menyatakan aspartam berbahaya, maka SCF melakukan analisis data terhadap 500 studi tentang aspartam yang pernah ada sejak tahun 1998 hingga 2001.

Hasil analisis SCF menunjukkan, aspartam tetap aman dan tidak ada bukti kuat yang mengharuskan mereka mencabut pernyataan sebelumnya. Berdasarkan Acceptable Daily Intake (ADI), asupan aspartam yang direkomendasikan SCF adalah 40 mg/kg berat badan.

Meski semua pakar kesehatan sudah menyatakan aspartam aman, mengapa publik masih menganggap aspartam berbahaya?

Hal itu karena salah satu asam amino dalam aspartam adalah phenylalanine dan beberapa orang di dunia ini terlahir dengan kondisi genetik yang disebut phenylketonuria (PKU).

Penderita PKU tidak bisa memetabolisme asam amino phenylalanine dalam tubuhnya. Hal itu membuat penderitanya akan mengalami gejala mual-mual, pusing dan lainnya saat mengonsumsi produk yang mengandung aspartam.

Untuk itu sebaiknya produk-produk yang mengandung aspartam diberi label 'mengandung phenylalanine' atau 'tidak disarankan untuk penderita phenylketonuria' untuk mengingatkan konsumen akan kandungan phenylketonuria yang bisa memicu ketidaknyamanan pada penderita PKU.(ir/ver)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit