detikhealth

Jangan Anggap Sepele Saraf Kejepit

Vera Farah Bararah - detikHealth
Senin, 05/04/2010 14:35 WIB
Halaman 1 dari 3
ilustrasi (Foto: wellsphere)
Jakarta, Saraf kejepit bisa disebabkan salah posisi ketika tidur atau mengangkat barang. Saraf kejepit kadang masih disepelekan, padahal jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan kerusakan permanen.

Kebanyakan orang mengalami saraf terjepit di daerah pinggang, leher, pundak atau bagian lainnya yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan sakit di sekitar daerah tersebut.

Jika sebuah saraf terjepit atau saraf dikompresi, maka dapat mengganggu aliran rangsangan ke saraf lainnya sehingga mempengaruhi perjalanan jaringan saraf.

Seperti dikutip dari Mayo Clinic, Senin (5/4/2010) sebuah saraf bisa terjepit jika ada terlalu banyak tekanan yang diterima saraf tersebut. Tekanan ini berasal dari jaringan disekitarnya seperti tulang, tulang rawan, otot atau tendon (urat). Tekanan tersebut mengganggu fungsi dari saraf sehingga menyebabkan sakit, kesemutan, mati rasa atau kelemahan.

Saraf yang terjepit dapat terjadi di bagian tubuh mana saja. Jika saraf terjepit terjadi pada lempengan tulang belakang bagian bawah, maka akan memberikan tekanan pada suatu akar saraf yang dapat menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kaki (linu panggul).

Tapi jika saraf yang terjepit terjadi di pergelangan tangan, maka menimbulkan nyeri atau mati rasa di bagian tangan dan jari (carpal tunnel syndrome).

Selain rasa nyeri, sakit dan ketidaknyamanan, masih ada dampak buruk lain jika salah satu saraf terjepit, yaitu:Next

Halaman 1 2 3
(ver/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit