detikhealth

Pasien Kanker Testis dan Ovarium Masih Bisa Punya Anak

Vera Farah Bararah - detikHealth
Selasa, 13/04/2010 15:45 WIB
(Foto: howstuffworks)
Jakarta, Selama ini ada anggapan bahwa pasien kanker testis dan juga kanker ovarium tidak akan pernah bisa memiliki anak. Tapi dengan teknologi pembekuan sperma dan juga sel telur, pasien kanker ini masih berkesempatan untuk memiliki anak.

Pengobatan untuk kanker tidak hanya membunuh sel-sel kanker yang ganas, tapi juga bisa membahayakan sel-sel disekitarnya termasuk mematikan sperma pada pasien kanker testis dan juga sel telur pada kanker ovarium. Tapi dengan kemajuan teknologi yang ada, maka pasien kanker masih bisa mempunyai keturunan.

"Pasien kanker bisa menyimpan beku sperma dan sel telurnya sebelum melakukan pengobatan untuk kanker. Jika pasien sudah menikah atau ingin memiliki anak, maka bisa menggunakan sperma dan sel telur yang telah dibekukan tersebut," ujar dr Andon Hestiantoro, SpOG(K) selaku ketua Klinik Yasmin Kencana RSCM dalam acara konferensi pers Inovasi Bidang Reproduksi di Klinik Yasmin Kencana RSCM, Jakarta, Selasa (13/4/2010).

Sebelumnya banyak pasien kanker testis ataupun kanker ovarium yang merasa dirinya tidak akan bisa memiliki anak atau keturunan, karena sel sperma dan sel telurnya sudah mati akibat pengobatan kanker. Dengan adanya pembekuan sperma dan juga sel telur, pasien kanker masih memiliki harapan untuk memiliki keturunan.

"Sel telur dan juga sperma yang disimpan akan dibekukan di dalam nitrogen cair pada suhu minus 196 derajat celsius, karena pada suhu tersebut dapat menghentikan kehidupan," ujar Dr Budi Wiweko, SpOG(K).

Jika pasien sudah menikah dan ingin memiliki anak, maka sperma atau sel telur yang telah dibekukan tersebut akan diambil dan proses pembuahan bisa dilakukan melalui inseminasi (penyemprotan sperma yang sudah diseleksi ke dalam rahim dan pembuahan terjadi di dalam tubuh) atau melalui proses bayi tabung (melakukan pembuahan antara sperma dan sel telur di luar tubuh).

Kanker testis yang terjadi pada pria karena adanya sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar) yang bisa menyebabkan testis membesar atau timbul benjolan di skrotum (kantung zakar). Hampir sebagian besar pasien kanker testis berusia di bawah 40 tahun.

Sedangkan kanker ovarium (kanker indung telur) karena adanya sel-sel ganas di dalam ovarium. Kanker ini dapat menyebar secara langsung ke daerah di sekitarnya dan mempengaruhi organ-organ terdekat.

Perawatan yang biasa dilakukan untuk mengobatinya adalah melalui pembedahan, kemoterapi atau terapi penyinaran untuk membunuh sel-sel kanker tersebut. Pengobatan inilah yang nantinya dapat mempengaruhi kualitas dari sperma dan juga sel telur.

Karena itu bagi pasien kanker testis atau kanker ovarium yang belum menikah dan tetap ingin memiliki anak, sebaiknya melakukan penyimpanan beku sperma dan juga sel telurnya.

(ver/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit