detikhealth

Vaksin Dulu Sebelum Liburan

Irna Gustia - detikHealth
Senin, 26/04/2010 08:45 WIB
Vaksin Dulu Sebelum Liburan Ilustrasi (dok BKKBN)
Jakarta, Mau nonton Piala Dunia di Afrika Selatan atau ingin umrah ke Arab Saudi atau menjelajahi wilayah eksotik di Indonesia timur? Kemana pun perginya liburan Anda, sebaiknya persiapkan diri dengan melakukan vaksin sesuai wilayah tujuan.

Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI dalam keterangan tertulis Senin (26/4/2010) mengingatkan pentingnya vaksinasi untuk yang ingin liburan.

Asal tahu saja, beberapa negara atau wilayah di tanah air memang masih mengalami endemik seperti malaria di Indonesia timur, meningitis di Arab saudi atau yellow fever di Afrika Selatan.

Dengan pemberian vaksin akan meminimalkan risiko tertular penyakit di daerah tujuan liburan karena vaksin memberikan sistem kekebalan terhadap tubuh.

Berikut penjelasan dr Tjandra Yoga mengenai pentingnya vaksin sebelum liburan:

Seberapa penting vaksin itu bagi seseorang. Apakah mengkonsumsi vitamin atau suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh sebagai pencegahan saja tidak cukup?

Mengkonsumsi vitamin atau suplemen untuk meningkatkan daya tubuh secara umum baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Vaksin adalah mikroorganisme atau toksoid yang diubah sedemikian rupa sehingga patogenitas atau toksisitasnya hilang tetapi masih mengandung sifat antigenitas. Sehingga pada saat diberikan dapat menimbulkan respon imun, kepada jenis antigen yang diberikan sehingga akan terlindung dari penyakit.

Kalau pergi ke Arab Saudi, untuk Umrah apakah harus mengantongi surat yang menyatakan sudah mendapat vaksin meningitis? Mengapa begitu?

Bagi siapapun dan dari negara manapun yang akan berangkat ke Arab Saudi, baik calon jemaah Haji, umrah maupun TKI sebelum berangkat harus mendapat imunisasi Meningitis meningokok, minimal tiga minggu sebelum keberangkatan.

Ini adalah aturan dari pemerintah Arab Saudi sbg salah satu sarat mereka memberitan visa masuk Arab Saudi. Alasannya adalah karena Arab Saudi termasuk dalam daerah endemis (meningitis belt).

Pada musim Haji, jemaah Haji akan berada di satu tempat dari berbagai negara dalam kurun waktu yang cukup lama di daerah yang kecil dengan jumlah yang sangat banyak dan padat sehingga dikhawatirkan terjadi KLB meningitis. Mengingat penularan melalui percikan ludah (droplet infection) dan manusia bisa menjadi karier.

Apakah ada negara lain yang memberlakukan aturan semacam itu?

Bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah endemis di daerah Afrika akan diberikan vaksin Yellow Fever. Bagi yang telah mendapat imunisasi akan diberikan Certificate International of Vaccination or Prophylaxis, yang diatur oleh IHR (International Health Regulation).

Kapan sebaiknya melakukan vaksinasi sebelum melakukan perjalanan liburan?

Karena respons imun baru timbul setelah bebarapa minggu, imunisasi biasanya diberikan jauh sebelum pajanan dengan antigen. Minimal tiga minggu sebelum keberangkatan ke daerah endemis.

Apakah semua Rumah Sakit dan dokter memiliki fasilitas vaksinasi?
Tergantung dari fasilitas yang ada di rumah sakit atau dokter tersebut.

Mengingat bulan Juni akan ada perhelatan Piala Dunia di Afrika Selatan, vaksin apa yang harus disiapkan?

Tentunya mencegah lebih baik dari pengobatan. Perhelatan piala dunia akan berkumpul orang banyak dari berbagai negara sehingga dikhawatirkan terjadi KLB. Dianjurkan untuk diberikan vaksin influensa, measles (campak), polio, prevention malaria, rabies, meningitis meningokok. Vaksin yang disiapkan untuk sebelum perjalanan ke Afrika yaitu Yellow fever.

Vaksin untuk mencegah disentri dan typhus apakah juga disarankan?

Vaksin untuk mencegah disentri belum ada. Kalau untuk typus sudah ada, vaksin typhus diajurkan untuk wisatawan yang akan pergi ke daerah endemis. Kebersihan lingkungan dan personel akan sangat membantu mencegah terpaparnya infeksi yang disebabkan oleh typus maupun disentri. Makanan tidak terpapar, makanan minuman dimasak dengan baik.

Seberapa perlu melakukan vaksin flu? Apakah jika wilayah yang dituju sedang ada wabah atau saat musim dingin saja baru diperlukannya? Atau lebih baik dilakukan setiap tahun? Kapan sebaiknya vaksin flu sebelum perjalanan?

Vaksin ini dibedakan menjadi vaksin flu pandemi (swine flu) dan vaksin flu musiman. Vaksin pandemi untuk mencegah terhadap infeksi virus influensa H1N1 untuk mengantisipasi pandemi beberapa bulan yang lalu.

Sedangkan Vaksin Influensa musiman, biasa diberikan pada kelompok risiko tinggi, misalnya orang-orang tua, orang dengan penyakit kronis seperti situasi di negara musiman apabila orang terkena flu pada musim dingin akan memperberat penyakitnya.

Apakah perlu vaksin Rabies jika hendak berlibur ke hutan yang kemungkinan banyak kelelawar, anjing atau hewan lainnya? Apakah vaksin ini di setiap rumah sakit ada? Kapan perlu vaksin rabies sebelum pergi?

Tentunya sebelum pergi ke suatu daerah dipelajari dulu apakah daerah tersebut daerah endemis rabies dan untuk itu dilakukan persiapan dengan baik.

Bagaimana dengan vaksin hepatitis A dan B?

Program Imunisasi di Indonesia sudah memasukan imunisasi hepatitis B untuk setiap anak yang lahir. Khusus untuk wisatawan apabila akan bepergian ke daerah endemis lebih baik diberikan.

Penularan hepatitis B lebih melalui vertikal transmisi dari ibu pengidap kepada bayinya, dan sekarang hepatitis B banyak terjadi pada anak muda pemakai narkoba suntik.

Untuk hepatitis A penularan melalui makanan yang terpapar virus hepatitis A. Upaya mencegah hepatitis A selain dengan vaksin juga memasak makanan dan minuman dengan baik. Khusus untuk traveler saat ini ada vaksin yang berisi vaksin hepatitis A dan B dalam satu kemasan (Twinrix).

Bagaimana dengan malaria terutama di Indonesia Timur yang masih rawan? Obat jenis apa yang perlu diminum untuk mencegahnya? Bentuknya apakah hanya pil atau ada yang disuntikan?

Tidak ada vaksin malaria, yang ada adalah obat untuk pencegahan (kemoprofilaksis). Pada umumnya Doksisiklin menjadi pilihan untuk kemoprofilaksis. Kemoprofilaksis bertujuan untuk mengurangi risiko terinfeksi malaria sehingga bila terinfeksi maka gejala klinisnya tidak berat dan ditujukan kepada orang yang bepergian ke daerah endemis malaria dalam waktu yang tidak terlalu lama, seperti turis, peneliti, pegawai kehutanan dan lain-lain.

Untuk kelompok atau individu yang akan bepergian atau tugas dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya menggunakan personal protection seperti pemakaian kelambu LLIN, repellent, kawat kassa dan lain-lain. Pemakaian Doksisiklin yaitu diminum satu hari sebelum keberangkatan dengan dosis 2 mg/kgbb setiap hari selama tidak lebih dari 12 minggu. Doksisiklin tidak boleh diberikan kepada anak umur kurang dari 8 tahun dan ibu hamil.
(ir/ir)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit