
-
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar -
Rabu 23/05/2012 13:18 WIB
Ramuan Tradisional Unik yang Konon Ampuh Bikin Perkasa -
Rabu 23/05/2012 14:09 WIB
Takut Nikah Karena Terobsesi Seks dengan Bermacam Tipe Wanita -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 13:46 WIB
Agar Tak Malu ke On Clinic, Pasien Tak Saling Ketemu Muka - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 2,796.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Mungkinkah Laki-laki akan Punah Lebih Cepat?
- Albino di Afrika Diincar 'Dukun Jahat'
- Kapan Operasi Kolostomi Perlu Dilakukan?
- Cedera-cedera Akibat Hubungan Intim
- Parkinson
Info Penyakit :
- Albothyl
- Colesevelam
- Antalgin 500 mg
Info Obat :
Obat Parkinson Bikin Kecanduan Seks
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi (foto: getty images)
Parkinson merupakan penyakit degeneratif (kemunduran fungsi) yang ditandai dengan adanya tremor (gemetar yang tidak terkontrol) pada pergerakan dan kekakuan otot. Dalam kasus tertentu disebabkan oleh toksin, kepala terluka, dan obat-obatan.
Dikutip dari Telegraph, Rabu (12/5/2010), penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Pennsylvania ini mengamati lebih dari 3.000 penyandang parkinson di AS dan Kanada yang mendapat pengobatan secara rutin dengan Levodopa. Hasilnya, 13,6 persen di antaranya mengalami gangguan kontrol impulsif atau impulse control disorder (bertindak tiba-tiba).
Gangguan tersebut meliputi kecanduan berjudi (5 persen), keinginan belanja yang tak terkontrol atau compulsive buying (5,7 persen), dan makan berlebihan atau binge-eating (4,3 persen). Yang mengejutkan, kecanduan seks juga dialami oleh 3,5 persen partisipan.
Menurut peneliti, gangguan kontrol impulsif merupakan efek samping dari beberapa jenis obat untuk penyandang parkinson. Obat-obat tersebut berfungsi sebagai agonis (pemacu), yang menstimulasi kerja dopamin.
Dopamin merupakan neurotransmiter (saraf pembawa pesan) di otak yang berfungsi untuk mengantarkan pesan, khususnya yang mengatur gerakan-gerakan halus dan terkoordinasi. Pada penyandang parkinson, fungsi dopamin menurun sehingga terjadi tremor (gemetar yang tidak terkontrol) dan kekakuan otot.
Di sisi lain, dopamin juga bertanggung jawab terhadap perilaku yang bersifat adiktif dan kompulsif (didasari oleh dorongan yang terus menerus). Menurut hasil penelitian tersebut, hal inilah yang kemudian memicu kecanduan seks ketika fungsi dopamin dipacu dengan obat-obat parkinson.
Dr Daniel Weintraub yang memimpin penelitian tersebut menyimpulkan, penggunaan obat-obat agonis dopamin meningkatkan risiko gangguan kontrol impulsif sebesar 2 hingga 3,5 kali lipat. Untuk itu ia menyarankan adanya penelitian lebih lanjut.
"Terdapat hubungan yang cukup kompleks dengan variabel klinik dan demografi yang lain, sehingga butuh investigasi lebih lanjut untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan stretegi penanganan," ungkapnya.
Selain untuk parkinson, obat yang berfungsi sebagai agonis dopamin juga dipakai untuk mengatasi beberapa gangguan penyakit lainnya. Termasuk di antaranya adalah sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome) serta fibromyalgia (kondisi yang menyebabkan nyeri, kekakuan, dan kepekaan dari otot-otot, tendon-tendon, dan sendi-sendi).
Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Archives of Neurol
(up/ir)
BACA JUGA :









