detikhealth

Rambut Telinga yang Rusak Bisa Diperbaiki dengan Sel Punca

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 14/05/2010 11:00 WIB
Rambut Telinga yang Rusak Bisa Diperbaiki dengan Sel PuncaIlustrasi (foto: getty images)
Stanford, Tuli atau hilang pendengaran biasanya terjadi karena saraf di rumah siput yang terdapat rambut-rambut getar rusak. Sel rambut yang rusak kini bisa diperbaiki dengan teknologi stem cell (sel punca embrionik).

Dengan teknologi sel punca embrionik, para ahli berharap bisa mengembalikan pendengaran pada orang tuli. Selama ini, rambut telinga yang rusak belum bisa diperbaiki. Cara terbaik bagi penderita tuli adalah dengan memakai alat bantu dengar atau melakukan implan rumah siput (Cochlear Implants)

Manusia terlahir dengan 30.000 sel rambut di dalam masing-masing telinganya. Kerusakan pada sel-sel rambut tersebut karena berbagai hal bisa menyebabkan tuli permanen maupun telinga berdenging.

Di telinga bagian dalam yang dipenuhi oleh cairan, sel rambut merespon getaran yang dihasilkan oleh gendang telinga dan tulang-tulang di sekitarnya. Getaran itu diubah menjadi sinyal kemudian diteruskan ke otak.

Sel rambut juga berperan dalam mengatur keseimbangan. Oleh karena itu jika sel ini rusak, akibatnya adalah gangguan keseimbangan yang ditunjukkan oleh gejala pusing dan vertigo.

Untuk mengatasi hal itu, sebuah terobosan baru dikembangkan oleh ilmuwan California. Dengan memperbaharui sel rambut yang rusak, diharapkan gangguan pendengaran terutama tuli yang permanen bisa diatasi.

Tim ahli yang dipimpin oleh Prof. Stefan Heller dari Stanford University, California berhasil mengembangkan sel punca (stem cell) dengan membuat sel rambut baru yang belum matang.

Di bawah mikroskop, sel tersebut membentuk struktur mirip stereocilia, salah satu jenis sel rambut. Dan yang paling penting, sel tersebut mampu merespons suara, dan mengubahnya menjadi sinyal elektrik seperti yang dilakukan sel rambut.

Para ahli berharap, riset yang dibiayai oleh Royal National Institute for Deaf people (RNID) ini bisa membuka jalan untuk pembaharuan sel rambut pada telinga manusia. Jika berhasil maka jutaan orang tuli bisa mendapatkan kembali pendengarannya.

Dalam riset tersebut, Prof. Heller menggunakan sel punca dari embrio tikus serta sel tiruan yang diinduksi dari sel kulit asli. Sel punca embrionik yang diambil dari embrio fase awal itu merupakan sel induk yang dapat dikembangkan menjadi jaringan apa saja.

Riset pertama yang berhasil membuat sel rambut itu dipublikasikan dalam jurnal Cell.(up/ir)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit