
-
Rabu 23/05/2012 14:25 WIB
Masalah-masalah Kejantanan yang Bikin Pria Frustasi -
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar -
Rabu 23/05/2012 13:18 WIB
Ramuan Tradisional Unik yang Konon Ampuh Bikin Perkasa -
Rabu 23/05/2012 14:09 WIB
Takut Nikah Karena Terobsesi Seks dengan Bermacam Tipe Wanita -
Rabu 23/05/2012 13:46 WIB
Agar Tak Malu ke On Clinic, Pasien Tak Saling Ketemu Muka - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 2,796.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Perempuan Jadi Target Utama Perusahaan Rokok
- 43 Juta Lebih Anak Indonesia Serumah dengan Perokok
- Di Padangpanjang, Tamu Merokok Dilarang Masuk Rumah
- 88 Persen Lelaki di Yogya Merokok di Dalam Rumah
- Amoebiasis
- Asma
- Bronkus Pecah
Info Penyakit :
- Aliskiren
- Bivalirudin
- Amiloride
Info Obat :
Penduduk Indonesia Hisap 225 Miliar Batang Rokok Setahun
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Ilustrasi (Foto: trendsupdates)
Data WHO tahun 2008 menunjukkan, Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan konsumsi rokok terbesar nomor 3 setelah China dan India. Diperkirakan saat ini sekitar 65 juta penduduk Indonesia atau sekitar 28 persen orang Indonesia menjadi perokok.
"Rokok ibarat bom waktu yang dapat meledakkan siapa saja yang menghisapnya," ujar Dr Agus Dwi Susanto, Sp.P, dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, dalam acara konferensi pers memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2010 di RSUP Persahabatan, Jakarta, Senin (31/5/2010).
Dr Agus juga menuturkan bahwa rokok mengandung 4000 zat kimia berbahaya yang 69 diantaranya bersifat karsinogen, yaitu zat penyebab kanker.
'Tidak ada orang yang mati ketika sedang merokok', itu mungkin alasan yang selalu dilontarkan oleh perokok yang bandel. Memang, dampak konsumsi rokok terhadap kesehatan tidak langsung teramati, tapi membutuhkan waktu yang lama.
Merokok terbukti menimbulkan berbagai efek kesehatan, diperkirakan sekitar 50 masalah kesehatan dapat timbul dan sekitar 20 masalah kesehatan berakibat fatal.
Munculnya berbagai gejala penyakit akibat rokok baru akan terlihat sekurang-kurangnya setelah 20 hingga 25 tahun, seperti jantung, kanker paru, mulut, tenggorokan, kandung kemih, bibir, pankreas, serta kanker leher rahim, kencing manis dan lainnya.
Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan merokok sebagai penyebab 3 kematian utama yaitu kanker paru, jantung koroner dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Dan WHO memperkirakan sekitar 5,4 juta orang meninggal setiap tahun atau 1 kematian setiap 6,5 detik akibat penyakit yang disebabkan rokok.
Sekitar 70 persen perokok sebenarnya ingin berhenti merokok, sepertiga diantaranya mencoba berhenti merokok dan hanya 20 persen yang berhasil.
Berbagai faktor menjadi kendala seseorang untuk berhenti merokok, antara lain:
- Tidak ada motivasi
- Faktor adiksi nikotin
- Karena efek withdrawal (putus nikotin)
- Faktor perilaku atau kebiasaan
- Tidak tahu cara berhenti merokok
- Pengaruh lingkungan
"Berhenti merokok setidaknya dapat memperpanjang kemungkinan hidup selama 10 tahun, dan semakin cepat berhenti merokok akan lebih menguntungkan," ujar dokter yang juga Wakil Ketua Tim Berhenti Merokok RSUP Persahabatan.
Dr Agus juga menegaskan, merokok dapat membunuh jutaan orang pada abad ini bila tidak dikurangi dari sekarang. Penekanan akan pentingnya penurunan konsumsi rokok dikalangan perempuan dan anak-anak remaja khususnya, akan menyelamatkan banyak nyawa di masa yang akan datang.
WHO memperkirakan sekitar 5,4 juta orang di dunia meninggal setiap tahunnya, yang artinya ada 1 kematian setiap 6,5 detik akibat penyakit yang disebabkan rokok sebagai faktor risiko.
Di Indonesia sendiri, menurut data penelitian tahun 2004, menunjukkan terdapat 427.948 kematian per tahun atau 1.172 jiwa per hari berhubungan dengan merok
(mer/ir)
BACA JUGA :









