
-
Rabu 23/05/2012 14:25 WIB
Masalah-masalah Kejantanan yang Bikin Pria Frustasi -
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar -
Rabu 23/05/2012 13:18 WIB
Ramuan Tradisional Unik yang Konon Ampuh Bikin Perkasa -
Rabu 23/05/2012 14:09 WIB
Takut Nikah Karena Terobsesi Seks dengan Bermacam Tipe Wanita -
Rabu 23/05/2012 13:46 WIB
Agar Tak Malu ke On Clinic, Pasien Tak Saling Ketemu Muka - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 469.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Pengaruh Alkohol Lebih Berat dari Ganja Saat Menyetir
- Tahapan-tahapan Munculnya Jerawat
- Jujurlah Sebelum Donor Darah!
- Saat Sakit, Pria Lebih Lebay dari Wanita
- Buang Gas
- Achondroplasia
- Asites
Info Penyakit :
- Ciprofloxacin
- Cyclopenthiazide
- Cefotaxime
Info Obat :
Pakaian Dalam Bisa Deteksi Kesehatan
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: dailymail)
Revolusi celana dalam laki-laki ini tidak hanya nyaman tapi juga bisa menunjang kesehatan karena celana dalam dilengkapi dengan bio-sensor elektronik yang tercetak di bagian pinggang.
Bio-sensor elektronik ini bisa mengukur tekanan darah, denyut jantung dan tanda-tanda vital lainnya melalui kontak yang konstan dengan kulit.
Teknologi ini dikembangkan oleh ahli nano-enginering Profesor Joseph Wang dari University of California di San Diego, Amerika. Diungkapkannya bahwa kinerja dari sensor tersebut tidak akan terganggu oleh tekanan seperti lipatan atau peregangan yang terjadi sehari-hari.
Diharapkan dengan teknologi sensor ini bisa memungkinkan pasien untuk dirawat di rumah, sehingga membantu mengurangi biaya medis yang harus dikeluarkan.
Dalam metode ini bio-sensor elektronik yang digunakan berisi elektroda karbon. Hal ini diungkapkan dalam jurnal The Royal Society of Chemistry.
"Proyek ini awalnya melibatkan pemantauan dari tentara yang mengalami cedera selama operasi pertempuran dan bertujuan untuk mengembangkan sensor minimal invasif sehingga bisa mengidentifikasi cedera di lapangan," ujar Profesor Wang, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (11/6/2010).
Bio-sensor ini bisa mendeteksi cedera dan juga dapat langsung melepaskan obat untuk menghilangkan rasa sakit dan mengobati luka. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengaplikasikan teknologi ini.
"Monitoring ini seperti penanda serangan jantung, memperingatkan potensi untuk stroke, diabetes dan perubahan lainnya yang terkait dengan biomedis," ungkapnya.
Profesor Wang menambahkan biosensor ini juga bisa memberikan informasi berharga bagi atlet atau bisa untuk mengukur kadar alkohol. Ke depan, Profesor Wang menginginkan pakaian sensor terpadu yang bisa mencakup kesehatan di masa dep
(ver/ir)
BACA JUGA :









