
-
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Rabu 23/05/2012 10:46 WIB
Tradisional dan Tak Masuk Akal, Tapi Mak Erot Tetap Disuka -
Rabu 23/05/2012 09:35 WIB
Seperti Apa Gejala Awal Kanker Anus? -
Rabu 23/05/2012 08:32 WIB
10 Cara Alami Mengatasi Serangan Semut -
Rabu 23/05/2012 10:18 WIB
Apa Bahayanya Bila Tak Punya Kantung Empedu? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 6,049.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Tes Darah Bisa Menentukan Datangnya Menopause
- Menopause Dini Tingkatkan Risiko Jantung dan Stroke
- Obat Osteoporosis Tak Efektif untuk Wanita Menopause
- Abrasi Gigi
- Alergi Telur
- Bisul Perut
Info Penyakit :
- Carteolol
- Buformin
- Cyclopenthiazide
Info Obat :
Mengapa Harus Ada Menopause?
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi (ratsociety)
Seperti pada beberapa spesies paus betina, menopause terjadi pada perempuan agar tersedia cukup waktu untuk mengasuh keturunan.
Dikutip dari Dailymail, Selasa (6/7/2010), para ahli di University of Exeter dan Cambridge University mengungkap hal itu dalam sebuah publikasi di Proceeding of the Royal Society B.
Diyakini, menopause merupakan hasil sebuah proses evolusi yang hanya dialami oleh spesies tertentu. Selain manusia, menopause hanya terjadi pada beberapa spesies paus bergigi seperti paus pembunuh (killer whales) dan paus pilot (pilot whales).
Dr Michael Cant dari University of Exeter mengatakan, ada kesamaan di antara manusia dengan beberapa spesies ikan paus tersebut. Kesamaan itu terdapat pada sistem sosial yang menempatkan perempuan dan paus betina dalam perannya sebagai pengasuh yang baik.
Seperti pada paus, manusia diyakini hidup dalam tatanan yang mengkondisikan perempuan muda untuk meninggalkan kelompoknya dan bergabung dengan pasangannya. Ketika itulah, perempuan memulai fungsi reproduksi dengan laki-laki yang tidak punya hubungan secara genetik.
Selanjutnya pada saat keturunannya mulai berkembang-biak, fungsi reproduksi akan berhenti. Ini akan memberi waktu beberapa dekade bagi seorang perempuan maupun paus betina, untuk membantu anaknya dalam mengasuh keturunan berikutnya.
Hal ini berbeda dengan spesies mamalia lain yang tidak mengenal menopause. Umumnya, pejantan adalah pihak yang akan meninggalkan kelompoknya untuk mencari pasangan sementara betina tetap tinggal di dalam kelompoknya.
Kecenderungan yang teramati pada spesies tersebut, betina cenderung untuk terus bereproduksi hingga akhir hayatnya daripada membantu anaknya mempersiapkan keturunan.
"Untuk pertama kalinya, kami berhasil mengungkap kemiripan di antara beberapa spesies yang mengalami menopause," ungkap Dr Rufus Johnstone, dari Cambridge University.
Para ahli yang terlibat dalam penelitian tersebut meyakini, sifat pengasuh bukan satu-satunya faktor yang terkait dengan menopause. Namun temuan ini dinilai cukup mampu menjelaskan mengapa tidak semua spesies mengalami menopau
(up/ir)
BACA JUGA :









