
-
Rabu 23/05/2012 14:25 WIB
Masalah-masalah Kejantanan yang Bikin Pria Frustasi -
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar -
Rabu 23/05/2012 15:00 WIB
Mitos Lebih Dipercaya, Dimana sang Pencerah Seks? -
Rabu 23/05/2012 13:18 WIB
Ramuan Tradisional Unik yang Konon Ampuh Bikin Perkasa -
Rabu 23/05/2012 13:46 WIB
Agar Tak Malu ke On Clinic, Pasien Tak Saling Ketemu Muka - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 6,049.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Polusi Udara Membahayakan IQ Bayi yang Belum Lahir
- Viagra untuk Anak Segera Dipatenkan
- Bayi Paling Rentan Tertular Hepatitis
- Bocah Berperilaku Sadis Karena ADHD
- Actinomycosis
- Aase
- Anafilaksis
Info Penyakit :
- Indo Obat Cacing Anak
- Indo Obat Penurun Panas Anak
Info Obat :
Ciri Anak Disleksia Ketahuan Sebelum Anak Belajar Baca
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Berbeda dengan gangguan belajar biasa, kesulitan mengeja pada penyandang disleksia bukan disebabkan oleh kurangnya kecerdasan. Gangguan ini merupakan kelainan genetik yang dialami individu dengan Intelegency Quotient (IQ) normal atau bahkan di atas rata-rata.
Karena sering terlambat diketahui, disleksia banyak memberi dampak pada masalah belajar di sekolah. Selain nilainya merosot, tak jarang penyandang disleksia mengalami tekanan psikologis karena tidak percaya diri atau bahkan menjadi korban bullying (kekerasan) dari teman-teman sekolahnya.
"Disleksia biasanya diketahui pada usia 7 tahun, ditandai dengan merosotnya prestasi belajar. Padahal dampaknya bisa dikurangi jika terdeteksi pada usia prasekolah, saat anak belum mulai belajar membaca," ungkap dr Purboyo Solek, SpA (K) dalam pembukaan Simposium Nasional Dyslexia Awareness, di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, Sabtu (31/7/2010).
Menurur dr Purboyo, beberapa tanda bisa dikenali sebagai gejala awal disleksia pada anak diantaranya adalah:
1. Kesulitan membedakan sisi kanan dan kiri yang dialami saat anak berusia 3 tahun
2. Bisa juga dari cara si anak bertutur atau menceritakan pengalaman.
"Coba ditanya, 'bagaimana tadi di sekolah?' Kalau jawabnya 'ya, pokoknya gitu deh' maka orang tua perlu waspada," tambah dr Purboyo.
Dalam kesempatan yang sama, dr Kristiantini Dewi, SpA menambahkan beberapa gejala disleksia yang bisa dikenali pada anak sesuai tahapan usia perkembangannya.
Beberapa gejala yang dimaksud adalah sebagai berikut.
Prasekolah:
- Kidal atau tidak terampil jika hanya menggunakan 1 tangan saja
- Bingung membedakan sisi kanan dan kiri
- Grusa-grusu atau tidak melakukan sesuatu tanpa terorganisir
- Miskin kosa kata, banyak menggunakan kata ganti 'ini-itu'
- Kesulitan memilih kosa kata yang tepat, misalnya 'kolam yang tebal' padahal maksudnya 'kolam yang dalam'.
Antara 5-8 tahun
- Kesulitan mempelajari huruf (bentuk dan bunyinya)
- Kesulitan menggabungkan huruf menjadi sebuah kata
- Kesulitan membaca
- Kesulitan memegang alat tulis
Meski tidak bisa diobati, gangguan ini bisa datasi dengan penanganan yang tepat. dr Purboyo mengatakan ada 2 jenis penanganan untuk disleksia yakni remedial dan akomodasi.
1. Remedial berarti mengulang-ulang materi belajar sampai benar-benar paham.
Kadang-kadang pengulangan dilakukan untuk mempelajari kebutuhan penyandang disleksia, terkait cara yang bersangkutan dalam memahami suatu hal.
"Kalau anak normal mudah memahami huruf A dari bentuknya yang demikian, penyandang disleksia belum tentu seperti itu. Cara otak memahami sesuatu bisa berbeda, misalnya A dipahami sebagai sebuah bangun dengan sudut-sudut tertentu," ungkap dr Purboyo.
2. Penanganan akomodasi, yakni memenuhi kebutuhan khusus penyandang disleksia.
dr Purboyo mencontohkan, ujian untuk penyandang disleksia bisa diberikan dengan waktu yang lebih longgar dan soalnya dicetak dengan huruf yang tidak
(up/ir)
BACA JUGA :









