detikhealth

Mengobati Kecanduan Kokain dengan Ekstrak Kudzu

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Senin, 23/08/2010 12:45 WIB
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Berbagai cara dikembangkan untuk mengatasi kecanduan obat-obatan terlarang. Dan penelitian terbaru menemukan bahwa ekstrak dari pohon kudzu dapat mengobati kecanduan kokain.

Peneliti dari Gilead Sciences Inc menemukan bahwa ekstrak pohon kudzu yang sedang dikembangkan untuk mengobati kecanduan alkohol ternyata juga dapat mengobati kecanduan kokain.

Gilead melanjutkan eksperimen obat ini sejak tahun lalu, ketika penelitian ini dibeli dari CV Therapeutics Inc.

Menurut hasil penelitian yang telah dipublikasikan pada jurnal Nature Medicine, menunjukkan bahwa obat ini dapat menghentikan adiksi terhadap penggunaan kokain.

"Tidak ada pengobatan yang efektif untuk mengatasi kecanduan kokain, meskipun ilmu pengetahuan tentang neurobiologi dari kecanduan obat sudah luas," ujar Lina Yao, Ivan Diamond dan rekan, tim peneliti dari Gilead, seperti dilansir dari Reuters, Senin (23/8/2010).

Kudzu adalah obat yang sudah lama digunakan untuk mengatasi alkoholisme. Pohon anggur asli Asia ini telah menyebar di banyak daerah di Amerika tenggara, setelah diimpor untuk mengatasi erosi tanah.

CV Therapeutics membuat ekstrak sintetik yang disebut dengan selective aldehyde dehydrogenase-2 inhibitor atau ALDH2i. Penelitian ini dinamai dengan CVT-10216.

Berdasarkan uji yang dilakukan, ditemukan bahwa ekstrak kudzu dapat menghentikan kecanduan terhadap kokain dan bahkan dapat mencegah timbulnya kekambuhan setelah pengguna terbebas dari kokain.

Peneliti menemukan cara kerjanya, yaitu dengan meningkatkan senyawa yang disebut dengan tetrahydropapaveroline atau THP. Kecanduan kokain akan membuat level zat kimia otak yang disebut dopamin meningkat dan THP berperan untuk mengacaukan peningkatan dopamin tersebut.

"Kami mengusulkan bahwa obat ini aman, selektif, reversibel ALDH-2 inhibitor seperti ALDH2i mungkin memiliki potensi untuk meredam kecanduan kokain manusia dan mencegahnya kambuh kembali," tulis peneliti.
(mer/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit