
-
Selasa 22/05/2012 20:10 WIB
Plus Minus Melakukan Phone Sex dengan Pasangan -
Selasa 22/05/2012 19:33 WIB
Latihan untuk Pria Agar Bisa Orgasme Berkali-kali -
Selasa 22/05/2012 19:07 WIB
Serangan Stroke Tak Bisa Ditangani Sendiri, Segera ke Rumah Sakit -
Selasa 22/05/2012 18:27 WIB
Istri Keluarkan Banyak Cairan Saat Bercinta, Wajarkah? -
Selasa 22/05/2012 18:32 WIB
Aksi CSR Rokok Hanya untuk Cari Muka - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 471.000
-
Rp 6,087.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Gen Bikin Perempuan Suka Lelaki Berbau Tubuh Serupa Ayahnya
- Kenapa Satu Kandung Bisa Berbeda Wajah?
- Obat Malaria Kurangi Kematian Akibat Lupus
- Dokter Sering Tertipu Lupus
- Menentukan Jenis Kelamin Orang Kelebihan Kromosom X
- Eflagen
- Gentamicin
Info Obat :
Pria Asia Rentan Kena Lupus Karena Kelainan Kromosom Seks
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock
Pada umumnya manusia memiliki 2 kromosom seks, kecuali pada kasus-kasus tertentu seseorang memiliki 3 kromosom. Pria normal mempunyai kromosom X dan Y, sementara wanita mempunyai 2 kromosom X.
Menurut sebuah penelitian, variasi genetik pada kromosom X dapat meningkatkan risiko terkena lupus. Meski kromosom X merupakan kromosom wanita, namun variasi tersebut lebih berpengaruh pada pria yang hanya mempunyai 1 kromosom X.
Dikutip dari Sciencedaily, Selasa (23/8/2010), sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, Los Angeles (UCLA) mengungkap variasi tersebut menyebabkan respons tertentu pada sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, pria dengan variasi tersebut lebih rentan terkena lupus.
Para peneliti menyimpulkan hal itu setelah melakukan pengamatan kromosom terhadap 9.274 orang dari berbagai etnis di wilayah Asia Timur. Tidak semuanya menderita lupus, beberapa orang sehat juga dilibatkan sebagai kontrol pembanding.
Selain berhubungan dengan jenis kelamin, peneliti menyimpulkan bahwa pengaruh variasi genetik tersebut juga berhubungan dengan etnis seseorang. Dalam penelitian tersebut, pengaruhnya teramati lebih kuat pada pria China dan Jepang.
Dikatakan oleh para peneliti, temuan ini akan membantu memahami pengaruh faktor genetis terhadap penyakit lupus. Dengan pemahaman tersebut, pengembangan terapi bisa diarahkan pada target yang lebih tepat.
Penelitian tersebut didanai oleh Lupus Institute, sebuah organisasi nirlaba yang didirikan utnuk mendukung penelitian tentang lupus. Hasilnya telah dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 23 Agustus 20
(up/ir)
BACA JUGA :









