detikhealth
Konsultasi Kesehatan Bersama
dr. Susie Rendra, SpKK

dr. Susie Rendra, SpKK adalah dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Praktik di Rumah Sakit Puri Indah Pondok Indah Jl Puri Indah Raya Blok S-2, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Telepon: 25695222.

Apa Obat untuk Kemaluan yang Gatal?

Jumat, 27/08/2010 13:50 WIB
ilustrasi (Foto: health24)
Dok, saya mau tanya kenapa atau apa obatnya ya daerah V saya terasa gatal dan perih jika basah dan ada bintik seperti biang keringat? Sudah hampir 4 minggu saya merasa tidak nyaman dengan kondisi ini.

Berhubung saya sering buang air lebih dari 5 kali dalam sehari karena sedang mengandung, maka sering merasakan gatal dan perih. Untuk membuat tidak gatal saya selalu memakai tisu agar kering. Apakah benar untuk wanita hamil dilarang menggunakan sabun pencuci khusus kewanitaan yang ada dipasaran? Terimakasih.

Rini (Wanita Menikah, 26 Tahun), rininur27@yahoo.co.id
Tinggi Badan 154 cm dan Berat Badan 67 kg


Jawaban


Saat hamil memang seorang perempuan akan lebih sering buang air kecil, disebabkan oleh penekanan pada kandung kemih. Akibatnya daerah kemaluan luar akan cenderung lebih mudah lembab. Pada keadaan lembab, infeksi lebih mudah terjadi. Untuk mengurangi kelembaban yang mungkin timbul, biasanya kita menggunakan tisu, handuk, dll. Meskipun menggunakan bahan lembut, bila dilakukan terlalu sering, maka meningkatkan risiko timbulnya lecet pada kulit kelamin luar. Bila hal ini terjadi bisa timbul rasa pedih. Namun sering buang air kecil pada kehamilan, terutama trimester 1 dan 3 merupakan proses normal.

Bintil-bintil menyerupai jerawat di kemaluan disertai dengan rasa gatal dan pedih, kemungkinan disebabkan oleh infeksi. Bila bentuk berupa bintil air yang kemudian berubah menjadi lecet mirip sariawan bisa disebabkan oleh virus herpes. Keadaan ini bisa sembuh sendiri walaupun mungkin cenderung lebih lama dibandingkan dengan bantuan pengobatan, dan sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh penderitanya.

Bila benar infeksi herpes, biasanya diobati dengan obat anti virus misalnya Asiklovir. Sedangkan bila menyerupai bisul, mungkin dapat disebabkan oleh infeksi bakterial. Pada keadaan ini yang diberikan adalah antibiotik. Sebelum pengobatan dilakukan, tentu lebih baik bila diagnosis pasti sudah diketahui, apalagi pada kondisi hamil, sehingga tidak terjadi kesalahan penggunaan obat.

Sabun kewanitaan boleh saja digunakan, asal hanya pada kelamin bagian luar saja, jadi tidak ditujukan untuk bagian dalam vagina. Yang penting diperhatikan adalah pH sabun yang digunakan. Secara normal, pH daerah kemaluan luar adalah pH asam (sekitar 4 – 4.5). Bila sabun terlalu bersifat basa, maka kulit kemaluan lebih mudah teriritasi dan timbul rasa pedih.

dr. Susie Rendra, SpKK
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Praktik di Rumah Sakit Puri Indah Pondok Indah, Jl Puri Indah Raya Blok S-2, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Telepon: 25695222. Serta di RS Pondok Indah Pondok Indah, Jl. Metro Duta Kav UE Pondok Indah, Jakarta. Telepon 021 765 7525.
(ver/ver)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
Must Read close