
-
Rabu 23/05/2012 15:51 WIB
Alat-alat yang Dipercaya Bisa Besarkan Ukuran Kelamin Pria -
Rabu 23/05/2012 18:01 WIB
Antibodi untuk Hentikan Virus HIV Ada di Dalam ASI -
Rabu 23/05/2012 17:31 WIB
Tumor Sebesar Bola Sepak Berhasil Diangkat dari Pria Ini -
Rabu 23/05/2012 18:28 WIB
Pegowes yang Pakai Helm Bisa Bersepeda Lebih Kencang -
Rabu 23/05/2012 16:32 WIB
Anak yang Sering Jajan Perkembangan Otaknya Bisa Terhambat - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 6,049.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Dikira Kista Ternyata Peluru yang Bersarang di Kepala
- Laki-laki dan Perempuan Gunakan Otot Berbeda Saat Menendang
- Serangga Goreng Bisa Memperburuk Asma
- Bentuk Hidung Bisa Identifikasikan Karakter Seseorang
- Cacar Monyet Mengancam Manusia
- Amandel (Tonsilitis)
- Asites
- Bengkak
Info Penyakit :
- Alprostadil
- Cefoperazone
- Buflomedil
Info Obat :
Gangguan Mental Tidur dengan Mayat
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Le Van (Foto: weirdasianews)
Seperti yang pernah dilakukan Le Van, pria 56 tahun asal Quang Nam, Vietnam, yang tidur dengan jasad istrinya yang sudah meninggal selama lima tahun dari tahun 2004 hingga 2009.
"Saya memang orang yang melakukan hal berbeda. Saya tidak seperti orang normal," kata Le Van seperti dilansir dari Vietnamnet.vn.
Ketidaksiapan Van menghadapi kematian istrinya membuat ia memutuskan untuk tetap menaruh jasad istri di dekat keluarganya.
Istri Van yang meninggal tahun 2003 dimakamkan secara wajar. Tapi kemudian dia khawatir istrinya akan kena hujan, angin dan dingin, sehingga memutuskan untuk membuat terowongan ke kuburan untuk tidur dengan istrinya.
Selama setahun awal kematian istrinya, Van selalu tidur di makam istrinya. Tetangga dan pihak berwenang setempat telah membujuk Van untuk menghentikan kebiasaannya tersebut.
Baru pada tahun 2004 Van memutuskan untuk membawa jasad tersebut ke rumah dan tidur bersamanya dalam satu ruangan. Dalam rumah tersebut juga tinggal tiga orang anaknya. Ia dan jasad istrinya tidur bersama selama lima tahun.
Setelah ia membawa jasad istrinya kembali ke rumah, para tetangganya enggan dan menolak untuk mengunjungi rumahnya. Tapi seiring berjalannya waktu, tetangganya mulai terbiasa dan tidak lagi takut dengan 'kunjungan aneh' tersebut.
Anak bungsunya, selalu memeluk jasad ibunya sebelum tidur malam. "Hanya tubuh istri saya yang mati, tetapi jiwa dan semangatnya masih bersama kami. Kami sama sekali tidak takut tidur bersamanya," ujar Van, seperti dilansir dari Vietnewsonline, Selasa (7/9/2010).
Tapi pada Desember 2009 jasad istrinya tersebut harus dikuburkan kembali, sesuai dengan hukum sanitasi setempat yang menyebutkan bahwa semua jasad yang sudah meninggal harus dikremasi atau dikuburkan.
Perilaku Van yang tidak normal ini dianggap sebagai bentuk gangguan mental yang muncul karena kesedihan dan ketidaksiapan ditinggal istri yang tercinta.
Meski hanya bertujuan ingin dekat dengan jasad istrinya, psikolog mendefinisikan Van mengalami gangguan necrophilia. Necrophilia adalah perilaku tidak normal yang selalu berhasrat terhadap mayat.
Kasus Van berbeda dengan kebanyakan penderita necrophilia yang justru menjadikan subjek mayat untuk memperoleh kepuasan seksual.
Umumnya, penderita necrophilia bekerja di kamar mayat atau di jasa pemakaman. Data lain menunjukkan bahwa 90 persen penderita kelainan seksual ini adalah laki-laki.
Penderita necrophilia harus mendapatkan perawatan psikopatologi yang sesuai. Salah satu perawatan untuk penderita kelaianan seksual ini adalah dengan terapi kognitif.
Berkebalikan dengan necrophilia yang menganggap mayat seolah-olah masih hidup, ada Sindrom Cotard atau yang dikenal juga dengan Walking Corpse Syndrome (WCS) yang justru merasa menjadi mayat padahal masih hidup.
Sindrom Cotard merupakan kelainan neuropsikiatrik yang jarang terjadi. Penderita penyakit ini akan merasa bahwa ia sudah mati menjadi mayat dan tidak ada di dunia lagi.
Selain itu, orang dengan sindrom Cotard juga merasa bahwa ia sudah kehilangan darah atau organ internalnya serta bagian-bagian tubuh yang sudah membusuk, padahal sebenarnya orang tersebut tidak kehilangan apapun.
Kondisi ini bisa berasal dari faktor neurologis atau mental, terutama penyakit mental yang berhubungan dengan depresi. Penyakit ini juga telah dikaitkan dengan gangguan lain seperti skizofrenia dan gangguan
(mer/ir)
BACA JUGA :









