
-
Rabu 23/05/2012 15:51 WIB
Alat-alat yang Dipercaya Bisa Besarkan Ukuran Kelamin Pria -
Rabu 23/05/2012 18:01 WIB
Antibodi untuk Hentikan Virus HIV Ada di Dalam ASI -
Rabu 23/05/2012 17:31 WIB
Tumor Sebesar Bola Sepak Berhasil Diangkat dari Pria Ini -
Rabu 23/05/2012 18:28 WIB
Pegowes yang Pakai Helm Bisa Bersepeda Lebih Kencang -
Rabu 23/05/2012 16:32 WIB
Anak yang Sering Jajan Perkembangan Otaknya Bisa Terhambat - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,049.000
-
Rp 2,796.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Agar Anak Pintar Sejak dalam Kandungan
- Hindari Pisang Jika Ingin Punya Anak Perempuan
- Hewan Peliharaan Bisa Mendeteksi Kehamilan
- Perempuan Hamil yang Stres Lebih Banyak Makan Karbohidrat
- Ibu Hamil yang Sedih Cenderung Lahirkan Bayi Kecil
- Hamil Anggur (Mola Hidatidosa)
- Gestational Diabetes, Diabetes Pada Masa Kehamilan
- Besar untuk Masa Kehamilan (BMK, LGA, Large for Gestational Age)
Info Penyakit :
- Alteplase (rt-PA)
- Carvedilol
- Bio Vision
Info Obat :
Risiko Jika Plasenta Terlepas dari Rahim
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Kondisi jika sebagian atau seluruh bagian plasenta terlepas dari rahim sebelum bayi dilahirkan disebut dengan placental abruption.
Hal ini merupakan salah satu komplikasi serius dari kehamilan yang bisa berbahaya bagi janin yang dikandung dan juga ibunya. Karena plasenta adalah tempat untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen dari ibu ke bayi yang dikandung.
Placental abruption biasanya terjadi pada satu dari 200 kehamilan dan paling umum pada usia kehamilan 20 minggu atau saat memasuki trimester ketiga. Namun ada kemungkinan kondisi ini terjadi kembali di kehamilan berikutnya.
Dikutip dari Babycenter, Selasa (7/9/2010) jika plasenta terlepas dari rahim, maka kondisi ini menyebabkan bayi kehilangan asupan oksigen dan juga nutrisi sehingga meningkatkan risiko masalah pertumbuhan pada bayi seperti bayi lahir prematur atau bayi meninggal. Selain itu juga menyebabkan perdarahan parah yang bisa membahayakan nyawa keduanya.
Plasenta yang terlepas dari rahim akan menimbulkan perdarahan di vagina. Perdarahan yang terjadi ini biasanya lebih berbahaya dibandingkan dengan komplikasi plasenta previa. Karena pada placental abruption perdarahan yang muncul terkadang tidak sebanding dengan perdarahan yang terjadi di dalam tubuh, atau darah tetap berada di dalam rahim.
Hal ini membuat dokter sulit untuk memperkirakan berapa jumlah darah yang sebenarnya keluar. Jika kondisi ini terjadi maka bisa menyebabkan janin yang dikandung meninggal atau ibu mengalami syok.
Gejala yang muncul sangat beragam, namun biasanya ditandai dengan bercak atau perdarahan dari vagina. Jika kondisi tersebut terjadi, sebaiknya segera ke rumah sakit untuk melakukan evaluasi lengkap, termasuk memantau denyut jantung bayi dan USG (meskipun abruption kecil tidak selalu dapat dideteksi oleh USG). Selain itu dokter juga akan melakukan peemriksaan vagina dan leher rahim.
Jika komplikasi ini terjadi mendekati perkiraan tanggal melahirkan, maka dokter akan segera mengeluarkan bayi meskipun abruption yang terjadi kecil. Dalam kebanyakan kasus seseorang harus melahirkan secara caesar.
Namun jika abruption yang terjadi kecil, kondisi keduanya dalam keadaan baik-baik saja dan bayi masih terlalu prematur, maka ibu hamil kemungkinan diberikan kortikosteroid untuk mempercepat pengembangan paru-paru dan mencegah masalah lain yang terkait dengan persalinan premat
(ver/ir)
BACA JUGA :









