Penyebab Orang Dewasa Masih Kena Campak
Selasa, 28/09/2010 15:00 WIB
(Foto: thinkstock)
Berita Lainnya
Dokter yang Keluar dari Rumah Sakit Demi Obati Penyakit Kemiskinan
Inilah Cara Cerdik Agar Konsumsi Gula, Lemak, dan Garam Tak Berlebihan
Tes Darah Ini Bisa Deteksi Kanker Mulut dan Tenggorokan Akibat Seks Oral
Sering Ketiduran Saat Nonton TV, Apakah Itu Tanda Penuaan?
Meski Tak Bisa Melihat, Ini 7 Tunanetra Paling Mengagumkan di Dunia
Jakarta, Penyakit campak biasanya menyerang anak-anak, tapi bukan berarti orang dewasa bebas dari penyakit ini. Karena ada beberapa faktor yang membuat campak juga bisa menyerang orang dewasa.
Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Virus ini bisa menular ke orang lain melalui udara atau air ludah dari orang yang terkena campak tersebut. Penyakit ini sering ditandai dengan munculnya ruam merah di kulit sebagai tanda adanya perubahan yang terjadi di dalam tubuh.
Masa inkubasi dari virus ini sekitar 6-10 hari, hingga muncul gejala pertama. Setelah itu muncul gejala-gejala awal seperti demam, batuk, flu, mata berair serta sensitif jika terkena cahaya.
Fase terakhir yang dialami adalah munculnya ruam-ruam merah di kulit yang semakin lama semakin banyak dan jelas serta menyebar ke seluruh tubuh.
Apa penyebab orang dewasa masih bisa kena campak?
"Orang dewasa yang terkena campak ada kemungkinan saat anak-anak lolos dari vaksin campak atau saat kecil ia belum pernah kena campak," ujar dr Mawari Edy, saat dihubungi detikHealth, Selasa (28/9/2010).
Lebih lanjut dr Mawari menuturkan jika seseorang sudah pernah divaksin campak, maka seumur hidup ia akan terlindungi dari penyakit ini. Hal tersebut karena di dalam tubuhnya sudah terbentuk antibodi atau kekebalan terhadap campak.
Sedangkan jika seseorang belum divaksin tapi saat kecilnya pernah terkena campak, maka ia tidak akan terkena lagi selama di dalam tubuhnya terbentuk antibodi tersebut. Jadi tergantung dari karakteristik masing-masing orang.
"Virus campak ini berasal dari udara atau debu, jadi kalau situasi atau cuacanya banyak debu dan banyak interaksi dengan orang lain maka bisa menjadi media penularan campak. Karena proses penularan campak bisa terjadi sebelum muncul merah-merah di kulit," ungkap dokter yang juga menjadi Ketua Harian Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI).
Secara umum virus akan bertahan selama 5-10 hari, setelah itu masa-masa kritisnya sudah lewat. Tapi bukan berarti orang yang terkena campak tidak memerlukan obat.
Karena orang yang terkena campak tetap membutuhkan pengobatan untuk menghindari infeksi kedua (secondary infection) yang bisa disebabkan oleh bakteri seperti pneumonia, peradangan di otak, infeksi telinga atau diare yang parah.
"Untuk mendiagnosis seseorang terkena campak atau tidak dengan melakukan cek darah, karena ada beberapa penyakit yang secara awam memiliki kemiripan dengan penyakit campak," imbuhnya.
Namun jika sudah terserang campak, maka penderita campak tidak boleh beraktivitas seperti biasanya karena dapat menulari orang-orang di sekitarnya. Hal ini penting untuk menjaga orang-orang yang belum diimunisasi campak.
Jika campak sudah menyerang, maka konsultasikan dengan dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi. Seperti dikutip dari NFID.org, Selasa (28/9/2010) bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk mengurangi rasa tidak nyaman, yaitu:
"Kalau mau tahu dirinya bisa terkena campak atau tidak, bisa melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah ia sudah punya kekebalan terhadap campak atau belum," ungkap dr Mawari.
(ver/ir)
Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Virus ini bisa menular ke orang lain melalui udara atau air ludah dari orang yang terkena campak tersebut. Penyakit ini sering ditandai dengan munculnya ruam merah di kulit sebagai tanda adanya perubahan yang terjadi di dalam tubuh.
Masa inkubasi dari virus ini sekitar 6-10 hari, hingga muncul gejala pertama. Setelah itu muncul gejala-gejala awal seperti demam, batuk, flu, mata berair serta sensitif jika terkena cahaya.
Fase terakhir yang dialami adalah munculnya ruam-ruam merah di kulit yang semakin lama semakin banyak dan jelas serta menyebar ke seluruh tubuh.
Apa penyebab orang dewasa masih bisa kena campak?
"Orang dewasa yang terkena campak ada kemungkinan saat anak-anak lolos dari vaksin campak atau saat kecil ia belum pernah kena campak," ujar dr Mawari Edy, saat dihubungi detikHealth, Selasa (28/9/2010).
Lebih lanjut dr Mawari menuturkan jika seseorang sudah pernah divaksin campak, maka seumur hidup ia akan terlindungi dari penyakit ini. Hal tersebut karena di dalam tubuhnya sudah terbentuk antibodi atau kekebalan terhadap campak.
Sedangkan jika seseorang belum divaksin tapi saat kecilnya pernah terkena campak, maka ia tidak akan terkena lagi selama di dalam tubuhnya terbentuk antibodi tersebut. Jadi tergantung dari karakteristik masing-masing orang.
"Virus campak ini berasal dari udara atau debu, jadi kalau situasi atau cuacanya banyak debu dan banyak interaksi dengan orang lain maka bisa menjadi media penularan campak. Karena proses penularan campak bisa terjadi sebelum muncul merah-merah di kulit," ungkap dokter yang juga menjadi Ketua Harian Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI).
Secara umum virus akan bertahan selama 5-10 hari, setelah itu masa-masa kritisnya sudah lewat. Tapi bukan berarti orang yang terkena campak tidak memerlukan obat.
Karena orang yang terkena campak tetap membutuhkan pengobatan untuk menghindari infeksi kedua (secondary infection) yang bisa disebabkan oleh bakteri seperti pneumonia, peradangan di otak, infeksi telinga atau diare yang parah.
"Untuk mendiagnosis seseorang terkena campak atau tidak dengan melakukan cek darah, karena ada beberapa penyakit yang secara awam memiliki kemiripan dengan penyakit campak," imbuhnya.
Namun jika sudah terserang campak, maka penderita campak tidak boleh beraktivitas seperti biasanya karena dapat menulari orang-orang di sekitarnya. Hal ini penting untuk menjaga orang-orang yang belum diimunisasi campak.
Jika campak sudah menyerang, maka konsultasikan dengan dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi. Seperti dikutip dari NFID.org, Selasa (28/9/2010) bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk mengurangi rasa tidak nyaman, yaitu:
- Istirahat yang cukup dan menghindari kegiatan yang membuat tubuh menjadi sibuk.
- Mengonsumsi air yang cukup dan kalau bisa lebih banyak dari biasanya, bisa berupa air putih atau jus buah segar.
- Usahakan untuk selalu mandi dengan menggunakan air hangat, sehingga tubuh tetap bersih dan terhindar dari keringat yang dapat memicu gatal.
- Jika sangat sensitif terhadap cahaya, bisa menggunakan cahaya lampu rendah atau memakai kacamata hitam bahkan saat sedang tidur.
- Mengonsumsi makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga terhindar dari komplikasi yang mungkin timbul.
"Kalau mau tahu dirinya bisa terkena campak atau tidak, bisa melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah ia sudah punya kekebalan terhadap campak atau belum," ungkap dr Mawari.
(ver/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Rabu,19/06/2013 20:08 WIB
Jepang Kembangkan Organ Vital Manusia dari Rahim Hewan
-
Rabu,19/06/2013 19:33 WIB
Mastectomy Bra, Bra Seksi untuk Wanita 'Tak Berpayudara'
-
Rabu,19/06/2013 19:06 WIB
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Rabu,19/06/2013 18:36 WIB
Yuk Jadi Konsumen Cerdas dengan Rajin Baca Keterangan di Label Makanan
-
Rabu,19/06/2013 18:13 WIB
Takut Kena Kanker karena Kemaluan Terasa Sakit Setelah Ejakulasi
-
Rabu,19/06/2013 18:00 WIB
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Kenali Risiko yang Mungkin Terjadi Jika Ibu Hamil Tidur Ngorok
-
Ini Dia Ciri-ciri Orang yang Kalau Tidur Ngorok
-
Mengapa Suara Mengorok Bisa Berbeda-beda?
-
Terus-terusan Tidur Ngorok? Ini Dampaknya
-
Rabu, 19/06/2013 19:24 WIB
Mastectomy Bra, Bra Seksi untuk Wanita 'Tak Berpayudara'
-
Rabu, 19/06/2013 16:03 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Ini Dia Ciri-ciri Orang yang Kalau Tidur Ngorok
-
Rabu, 19/06/2013 19:59 WIB
Jepang Kembangkan Organ Vital Manusia dari Rahim Hewan
-
Rabu, 19/06/2013 17:25 WIB
Bra Ini Diciptakan karena Tak Semua Orang Mau Telanjang di Ruang Operasi
-
Rabu, 19/06/2013 17:59 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Rabu, 19/06/2013 07:37 WIB
4 Peregangan Wajib di Pagi Hari Sebelum Beranjak dari Tempat Tidur
-
Rabu, 19/06/2013 11:40 WIB
Tangan Selalu Basah, Gejala Penyakit Apa?
-
Rabu, 19/06/2013 11:08 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Pasangan Anda Tidur Mengorok? Lakukan Langkah Ini Agar Tak Terganggu
-
35 Komentar
-
18 Komentar
-
16 Komentar
-
16 Komentar
-
15 Komentar
-
8 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Rabu, 19/06/2013 11:08 WIB
Pasangan Anda Tidur Mengorok? Lakukan Langkah Ini Agar Tak Terganggu
-
Rabu, 19/06/2013 10:33 WIB
Meski Tak Bisa Melihat, Ini 7 Tunanetra Paling Mengagumkan di Dunia
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_5.gif)



