detikhealth

AIDS: Benarkah Akibat 'Itunya' Dipakai Sembarangan?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 30/09/2010 11:25 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta, Perilaku seks bebas sering disebut-sebut sebagai penyebab utama penularan HIV/AIDS. Akibatnya, penderitanya mendapatkan stigma negatif di masyarakat. Benarkah HIV hanya menular melalui hubungan seks?

dr Aritha Herawati, Kepala Bidang Terapi dan Rehabilitasi Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta mengaku prihatin dengan anggapan semacam itu. Berdasarkan data yang ia miliki, penularan HIV melalui hubungan seks justru bukan yang tertinggi. Jadi AIDS tak selamanya karena akibat hubungan seks.

"Penularan melalui hubungan seks memang tinggi, tapi yang tertinggi tetap melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian yakni sekitar 60 persen," ungkap dr Aritha saat dihubungi detikHealth, Kamis (30/9/2010).

Menurutnya, saat ini pemakaian jarum suntik paling berisiko menularkan HIV karena populasi pengguna narkoba suntik masih sangat tinggi. Karena ilegal dan dilakukan diam-diam, umumnya perilaku para pecandu lebih sulit dikendalikan.

Risiko penularan melalui hubungan seks juga tinggi, namun belum melebihi 40 persen. Menurut dr Aritha, angka itu sudah termasuk ibu-ibu rumah tangga yang tertular HIV dari suaminya sendiri.

"Ibu rumah tangga juga berisiko lho, misalnya kalau suaminya suka jajan sembarangan. Sampai di rumah berhubungan dengan istrinya, lalu istrinya tertular. Istrinya juga berisiko menularkannya lagi ke anaknya," ungkap dr Aritha.

Anak-anak yang tertular HIV dari ibunya inilah yang seringkali menanggung dosa akibat stigma negatif yang berkembang di masyarakat. Saat tumbuh dewasa, bisa jadi orang akan mengiranya sebagai pengguna narkoba atau pelaku seks bebas.

Untuk itu dr Aritha menghimbau agar stigma negatif mulai disingkirkan. Ia tidak ingin membenarkan perilaku seks bebas maupun narkoba, namun mengucilkan penderita HIV/AIDS dan melabelinya dengan stigma negatif menurutnya tidak manusiawi.

"Siapapun bisa tertular, jadi tidak usah main cap atau stigma. Yang penting jaga diri sajalah agar tidak tertular, salah satunya memang dengan selalu setia pada pasangan tetap," ungkap dr Aritha.

Salah satu joke yang dinilai ikut melestarikan stigma tersebut dilontarkan oleh Menkominfo Tifatul Sembiring melalui Twitter, Rabu (29/9/2010) malam. Dalam akunnya, Tifatul mengutip pernyataan mantan Menkes Prof Sujudi bahwa AIDS adalah singkatan dari 'Akibat Itunya Dipakai Sembarangan'.

Data United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) menujukkan penularan kumulatif kasus AIDS tertinggi pada tahun 2009, adalah melalui heteroseksual (50,3 persen), diikuti penggunaan jarum suntik (40,2 persen), dan homoseksual (3,3 persen).

Sementara Dr dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH dr ph dalam acara seminar 'How to deal with HIV AIDS' di aula FKUI Salemba pada Juni 2010, menuturkan dalam upaya pengendalian HIV AIDS tetap harus menghormati harkat, martabat, norma dan agama, serta memperhatikan keadilan, kesejahteraan dan juga jenis kelamin. Hal lain yang juga penting adalah harus melindungi ODHA (orang dengan HIV AIDS) agar tidak dihakimi masyarakat.

HIV AIDS merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga bisa menurunkan kualitas hidup orang tersebut. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang tepat agar bisa membantu mengurangi angka pengidap HIV AIDS.
(up/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit