detikhealth

Celana Dalam Mahal Bisa Jadi Sarang Jamur Kelamin

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Minggu, 17/10/2010 08:25 WIB
Celana Dalam Mahal Bisa Jadi Sarang Jamur Kelamin(Foto: thinkstock)
Jakarta, Siapa bilang barang mahal selalu baik untuk kesehatan? Salah satu contohnya adalah celana dalam berbahan nilon yang rata-rata harganya lebih mahal. Celana dalam berbahan nilon bisa menjadi sarang bagi jamur kelamin.

"Kalau beli celana dalam nggak perlu yang mahal tapi perhatikan bahannya. Jangan beli yang berbahan nilon yang harganya justru lebih mahal. Ini biasanya sering dilakukan perempuan karena ingin gaya," jelas dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter spesialis ginekologi dari RS Pusat Pertamina, dalam acara Seminar Kesehatan 100% Siap Nikah di Prodia Tower, Jakarta, Sabtu (16/10/2010).

Menurut dr Frizar, di Indonesia yang bersuhu tropis dan panas, sebaiknya jangan menggunakan celana dalam yang berbahan nilon, karena bahan tersebut tidak dapat menyerap keringat.

"Kalau nggak nyerap keringat akhirnya lembab dan tumbuh jamur yang bisa mengakibatkan keputihan pada perempuan. Pilihlah celana dalam yang menyerap keringat," jelas dr Frizar.

Katun merupakan kain terbaik yang sesuai untuk semua jenis kulit. Dengan menggunakan celana dalam katun, memungkinkan organ genital untuk menghirup udara segar dan selalu membantunya tetap kering.

"Saya juga tidak pernah menyarankan pasien saya untuk menggunakan pantyliner atau cairan-cairan pembersih. Itu sebenarnya nggak perlu, cukup dengan menjaga organ kelamin tetap kering dan ganti celana dalam kalau basah sudah bisa membuat organ kelamin perempuan terhindar dari jamur," jelas dr Frizar lebih lanjut.

Dilansir dari Womenhealth, Minggu (17/10/2010) selain bahan celana dalam, berikut beberapa tips untuk menjaga kesehatan dan kebersihan vagina:

Hindari hubungan seksual bila Anda mengalami tanda-tanda infeksi vagina

Infeksi vagina biasanya disebabkan oleh ragi (jamur) dan menyebabkan gatal dan sakit di vagina. Infeksi ini terkadang menimbulkan nyeri atau rasa seperti terbakar ketika berkemih atau berhubungan seksual. Untuk menghindari penyebaran dan memperparah infeksi, sebaiknya hindari berhubungan seksual selama gejala infeksi masih terasa.

Banyak makan sayur dan buah untuk mencegah infeksi vagina

Selalu menyertakan buah dan sayuran pada menu harian Anda. Sayur dan buah yang kaya serat serta antioksidan tidak hanya membantu mencegah infeksi ragi vagina, tetapi juga membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Hindari penggunaan bahan kimia untuk daerah vagina
Usahakan untuk tidak menggunakan produk tertentu seperti sabun deodoran, lotion atau produk kesehatan feminin lain yang dapat menyebabkan iritasi pada organ vagina. Terlebih lagi bila Anda memiliki alergi dengan bahan-bahan kimia.

Jangan menggaruk organ intim
Jangan pernah menggaruk bila Anda mengalami gatal atau iritasi pada organ vagina. Cobalah gunakan kain katun lembut dan air hangat untuk membuatnya lebih baik. Hal ini dapat menghindari penyebaran infeksi ke organ lain pada vagina.

Jangan gunakan jelly atau minyak berparfum untuk pelumas vagina

Jelly petroleum atau minyak berparfum yang digunakan sebagai pelumas vagina dapat menyebabkan perkembangbiakan bakteri di dalam dan di sekitar vagina.

Jaga kebersihan selama menstruasi
Kebersihan pada saat siklus menstruasi sangatlah penting untuk menghindari masalah vagiva. Hindari menggunakan pembalut yang beraroma (parfum) dan mengangdung gel, karena dapat menimbulkan iritasi dan gatal pada vagina.

Ganti pembalut
Ganti pembalut jika terdapat gumpalan darah di atas pembalut, yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan bakteri dan jamur.(mer/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit