detikhealth

Gigitan Anjing Rabies Paling Mematikan Jika Kena Ujung Jari

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 29/10/2010 07:56 WIB
(Foto: Uyung/detikHealth)
Ubud, Bali, Jika terlambat mendapat penanganan, risiko kematian akibat gigitan anjing rabies pada manusia adalah 100 persen. Waspadai gigitan di tangan terutama ujung jari, sebab di bagian itu penyebaran virus akan lebih cepat mencapai otak.

Telapak tangan terutama ujung jari merupakan pusat berkumpulnya jutaan simpul saraf, sehingga sangat mudah menghantarkan virus rabies langsung menuju otak. Begitu mencapai otak, penyebaran virus tidak mungkin lagi dihentikan dan biasanya berakhir dengan kematian.

Kondisinya berbeda dengan gigitan pada betis, lengan atau bagian lain yang berotot. Di jaringan otot, virus rabies biasanya tidak langsung menyebar melainkan menggandakan diri terlebih dahulu sehingga butuh waktu lebih lama sebelum menyerang simpul saraf.

"Jika terjadi gigitan di tangan, usahakan secepat mungkin untuk mendapatkan vaksin anti rabies," ungkap Prof Dr I Gusti Ngurah Mahardika, pakar virologi dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dalam diskusi dengan media di Yulia Village Inn, Ubud, Kamis malam (28/10/2010).

Menurutnya, kematian akibat gigitan anjing rabies bisa dicegah jika cepat mendapat penanganan. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan sebelum mendapat vaksin anti rabies (VAR) adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, lalu bersihkan dengan alkohol atau yodium jika ada.

Setelah itu bawa korban ke puskesmas atau rabies center terdekat untuk mendapatkan VAR. Bukti ilmiah menunjukkan jika VAR tidak terlambat diberikan, maka risiko kematian bisa dihindari sepenuhnya.

"Dari 101 korban tewas saat ini, hanya 1 yang sempat mendapatkan VAR dengan lengkap. Selebihnya tewas karena memang sudah terlambat," ungkap Prof Mahardika.

Kematian pada korban gigitan anjing rabies yang telah mendapatkan VAR sangat jarang, hanya 1 di antara 125 kasus. Suntikan anti rabies (SAR) lebih ampuh lagi, sebab kematian yang gagal dicegah hanya 1 dari 1.000 kasus.

(up/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit