
-
Rabu 23/05/2012 10:46 WIB
Tradisional dan Tak Masuk Akal, Tapi Mak Erot Tetap Disuka -
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 10:18 WIB
Apa Bahayanya Bila Tak Punya Kantung Empedu? -
Rabu 23/05/2012 09:35 WIB
Seperti Apa Gejala Awal Kanker Anus? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 469.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsuko
Senin, 15/11/2010 12:48 WIB
Da Vinci & Picasso (diolah)Jakarta, Siapa yang tidak kenal dengan dua pelukis dunia Pablo Picasso dan juga Leonardo da Vinci. Baru-baru ini para ilmuwan menemukan bahwa rahasia sukses keduanya adalah disleksia alias sulit membaca dan mengeja.
Beberapa seniman terkenal diketahui memiliki disleksia, yaitu ketidakmampuan untuk melihat kata-kata yang ditulis dengan benar. Kondisi ini diperkirakan mempengaruhi 1 dari 12 anak-anak.
Gejala paling umum penyandang disleksia adalah kesulitan membaca dan mengeja. Berbeda dengan gangguan belajar biasa, kesulitan mengeja pada penyandang disleksia bukan disebabkan oleh kurangnya kecerdasan.
Gangguan ini merupakan kelainan genetik yang dialami individu dengan Intelegency Quotient (IQ) normal atau bahkan di atas rata-rata.
Peneliti dari Middlesex University berpikir bahwa ada hal yang bisa dijelaskan di balik beberapa karya seni yang paling terkenal seperti lukisan Mona Lisa. Bagaimana pun para ilmuwan percaya bahwa kemungkinan ada perbedaan antara gambar coretan dengan suatu karya seni yang dihasilkan.
Dalam hal ini peneliti menguji kemampuan visuo-spasial, yaitu kemampuan dalam memproses informasi 3D dari 41 partisipan yang memiliki disleksia.
Kemampuan ini adalah suatu hal yang penting dalam menentukan bakat artistik. Peneliti menemukan bahwa orang dengan disleksia memiliki kemampuan yang lebih baik dalam hal informasi 3D nya.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Learning and Individual Differences menuturkan meski sebagian besar orang dengan disleksia mengalami masalah dalam hal ejaan, membaca dan menulis tapi ia memiliki pemahaman yang lebih baik dalam hal imajinasi 3D atau ruang.
"Banyak orang dengan disleksia lebih suka mengatasi masalahnya dengan cara berpikir dan melakukan sesuatu dibandingkan dengan berbicara. Hal ini memungkinkan orang dengan disleksia mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk berhasil di bidang artistik dan juga kreativitas," ujar Dr Nicola Brunswick, selaku ketua penelitian, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (15/11/2010).
Hal inilah yang diyakini oleh para ilmuwan bahwa kunci kesuksesan dari karya-karya lukisan yang dihasilkan oleh Pablo Picasso dan juga Leonardo da Vinci karena disleksia yang dimilikinya.
Selain Picasso dan juga da Vinci, ada banyak tokoh besar lain yang juga menyandang disleksia seperti fisikawan Albert Einstein, mantan presiden Amerika George W Bush serta aktor Tom Cruise. Hal ini menunjukkan orang-orang masih tetap bisa berprestasi meskipun menyandang diskeks
(ver/ir)
Da Vinci dan Picasso Sukses Karena Mengidap Disleksia
Vera Farah Bararah - detikHealth
Da Vinci & Picasso (diolah)
Beberapa seniman terkenal diketahui memiliki disleksia, yaitu ketidakmampuan untuk melihat kata-kata yang ditulis dengan benar. Kondisi ini diperkirakan mempengaruhi 1 dari 12 anak-anak.
Gejala paling umum penyandang disleksia adalah kesulitan membaca dan mengeja. Berbeda dengan gangguan belajar biasa, kesulitan mengeja pada penyandang disleksia bukan disebabkan oleh kurangnya kecerdasan.
Gangguan ini merupakan kelainan genetik yang dialami individu dengan Intelegency Quotient (IQ) normal atau bahkan di atas rata-rata.
Peneliti dari Middlesex University berpikir bahwa ada hal yang bisa dijelaskan di balik beberapa karya seni yang paling terkenal seperti lukisan Mona Lisa. Bagaimana pun para ilmuwan percaya bahwa kemungkinan ada perbedaan antara gambar coretan dengan suatu karya seni yang dihasilkan.
Dalam hal ini peneliti menguji kemampuan visuo-spasial, yaitu kemampuan dalam memproses informasi 3D dari 41 partisipan yang memiliki disleksia.
Kemampuan ini adalah suatu hal yang penting dalam menentukan bakat artistik. Peneliti menemukan bahwa orang dengan disleksia memiliki kemampuan yang lebih baik dalam hal informasi 3D nya.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Learning and Individual Differences menuturkan meski sebagian besar orang dengan disleksia mengalami masalah dalam hal ejaan, membaca dan menulis tapi ia memiliki pemahaman yang lebih baik dalam hal imajinasi 3D atau ruang.
"Banyak orang dengan disleksia lebih suka mengatasi masalahnya dengan cara berpikir dan melakukan sesuatu dibandingkan dengan berbicara. Hal ini memungkinkan orang dengan disleksia mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk berhasil di bidang artistik dan juga kreativitas," ujar Dr Nicola Brunswick, selaku ketua penelitian, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (15/11/2010).
Hal inilah yang diyakini oleh para ilmuwan bahwa kunci kesuksesan dari karya-karya lukisan yang dihasilkan oleh Pablo Picasso dan juga Leonardo da Vinci karena disleksia yang dimilikinya.
Selain Picasso dan juga da Vinci, ada banyak tokoh besar lain yang juga menyandang disleksia seperti fisikawan Albert Einstein, mantan presiden Amerika George W Bush serta aktor Tom Cruise. Hal ini menunjukkan orang-orang masih tetap bisa berprestasi meskipun menyandang diskeks
(ver/ir)
BACA JUGA :









