
-
Rabu 23/05/2012 10:46 WIB
Tradisional dan Tak Masuk Akal, Tapi Mak Erot Tetap Disuka -
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 10:18 WIB
Apa Bahayanya Bila Tak Punya Kantung Empedu? -
Rabu 23/05/2012 09:35 WIB
Seperti Apa Gejala Awal Kanker Anus? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 469.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Aneurisma Aorta Torakalis
- Aphasia
- Angular Cheilitis
Info Penyakit :
- Cilostazol
- Bunazosin
- Cotrimoxazole Susp 240 mg/ 5ml
Info Obat :
Tertawa Itu Spontan, Menangis Itu Butuh Proses
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Berbagai ekspresi bisa ditunjukkan seseorang seperti tertawa, menangis, sedih atau marah. Studi terbaru menunjukkan bahwa seseorang dilahirkan untuk tertawa karena tertawa itu naluriah walaupun ketika lahir bayi pasti menangis.
Peneliti menemukan tertawa itu sangat alamiah tanpa perlu alasan untuk melakukannya. Sedangkan menangis orang butuh alasan yang biasanya dipelajari melalui sebuah pengalaman atau butuh proses belajar.
Ekspresi tertawa ketika menggelitik atau menertawakan sebuah lelucon menurut peneliti bersifat naluriah. Tapi vokalisasi emosional lainnya seperti menangis tidak bisa spontan.
Peneliti Belanda melibatkan 16 sukarelawan yang setengahnya menderita gangguan pendengaran untuk membuat suara terhadap berbagai emosi seperti kesedihan, teror, kemarahan, kegembiraan, perasaan lega dan emosi lainnya tanpa menggunakan kata-kata.
Lalu interpretasi emosi ini diputarkan di depan 25 orang yang semuanya memiliki pendengaran normal. Ternyata diketahui bahwa hanya tertawa dan mendesah saja yang bisa diidentifikasi dari orang yang memiliki gangguan pendengaran.
Sedangkan suara lainnya seperti teriakan ketakutan dan isak tangis kesedihan akan lebih mudah ditebak ketika dilakukan oleh orang yang tidak memiliki masalah pendengaran.
Hasil ini menunjukkan bahwa tertawa adalah sesuatu yang sudah diketahui oleh orang sejak ia lahir, sedangkan emosi lainnya membutuhkan pembelajaran misalnya dari suara yang dikeluarkan.
"Hal ini berarti untuk beberapa jenis suara emosional, mendengar suara orang lain adalah salah satu bagian penting dari pengembangan diri kita untuk bisa memahami orang," ujar peneliti Disa Sauter dari Max Planck Institute for Psycholinguistics di Nijmegen, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (16/11/2010).
Sauter menuturkan hewan primata sekalipun seperti orangutan atau gorila akan tertawa jika tubuhnya digelitik. Hal ini berarti ekspresi emosi tertawa dan tersenyum tidak perlu dipelajari tapi sudah terjadi secara naluriah atau alami.
Profesor Sophie Scott, seorang ahli biologis berbicara dari London's Institute of Neuroscience menuturkan temuan ini menunjukkan bahwa tertawa adalah salah satu cara berbeda dari bernapas, dan bukan cara lain dari berbica
(ver/ir)
BACA JUGA :









