detikhealth

Sistem KB Kalender Terlalu Riskan Diterapkan

Vera Farah Bararah - detikHealth
Kamis, 25/11/2010 16:47 WIB
Sistem KB Kalender Terlalu Riskan Diterapkan(Foto: thinkstock)
Jakarta, Pasangan menikah banyak yang memilih sistem kalender untuk pencegahan hamilnya. Tapi sistem ini ternyata sangat riskan diterapkan karena lebih banyak yang kebobolan hamil akibat sulitnya menghitung siklus haid yang tepat.

Kontrasepsi adalah segala cara yang dilakukan untuk melawan pembuahan baik yang bersifat sementara atau pun untuk permanen.

Kontrasepsi ini ada yang alami seperti menyusui, menggunakan sistem kalender atau membuang sperma saat ejakulasi.
Sedangkan yang tidak alami contohnya kondom, mengonsumsi pil KB, menggunakan spiral (IUD) atau suntik KB.

Cara kontrasepsi alami seperti sistem kalender adalah menghindari hubungan seksual pada tanggal-tanggal tertentu yang mana ketika perempuan sedang dalam masa subur.

"Cara ini amat sangat tidak dianjurkan, karena risiko hamilnya masih tetap tinggi," ujar dr Cynthia Agnes Susanto, B.Med.Sc dalam acara seminar tentang Keputihan dan Kanker Serviks di Moscatly Cafe Pondok Indah, Jakarta, Kamis (25/11/2010).

dr Cynthia menuturkan setiap perempuan memiliki siklus haid yang berbeda-beda, bisa saja bulan ini siklusnya 21 hari sedangkan bulan depan 28 hari, sementara sperma bisa bertahan di dalam tubuh selama 72 jam. Jadi ada kemungkinan hamil jika perhitungannya tidak tepat.

Menurutnya kontrasepsi yang efektif adalah menggunakan pil KB, hal ini karena pil memiliki efektifitas sebesar 99 persen, aman serta nyaman karena hanya diminum saja.

Sedangkan penggunaan spiral (IUD) memang paling praktis tapi memiliki efek seperti keputihan, haid yang menjadi lebih panjang serta darah yang keluar lebih banyak sehingga dapat memicu anemia.

Pil KB bekerja dengan cara:

  1. Menipiskan dinding rahim sehingga bukan lingkungan yang baik untuk janin.
  2. Mengentalkan lendir di leher rahim (pada masa subur cairan yang keluar encer sehingga memudahkan sperma masuk, tapi kalau kental sperma akan sulit masuk atau keburu mati)
  3. Mengurangi PMS (premenstrual syndrome)
  4. Mengurangi penakit radang panggul.

"Ada beberapa faktor dalam menentukan kontrasepsi, yaitu usia, lamanya pernikahan, riwayat kehamilan, riwayat kesehatan serta jumlah atau jarak anak yang sudah dimiliki," ungkap cluster koordinator di Klinik Yasmin RSCM Kencana.

dr Cynthia menyarankan bagi pasangan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menentukan kontrasepsi apa yang digunakan, sehingga penggunaannya bisa tepat.

(ver/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit