
-
Kamis 17/05/2012 16:00 WIB
Ini Dia si Penghambat Orgasme -
Kamis 17/05/2012 14:01 WIB
Jerawatan Bikin Remaja Jadi Gampang Emosional -
Kamis 17/05/2012 12:03 WIB
Makan Sambil Minum Air Putih Bikin Orang Bijak Pilih Makanan -
Kamis 17/05/2012 10:59 WIB
Yang Perlu Dipahami dari Hipertensi -
Kamis 17/05/2012 09:46 WIB
Kisah Endang & Iis: Bersatu Karena Kanker, Terpisah Karena Kanker - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 6,069.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Blogdetik Ajak Blogger Bicara Seks
Mungkin untuk sebagian orang masih tabu untuk dibicarakan, namun sebenarnya memiliki sejuta permasalahan dan mengundang pertanyaan yang kadang kita bingung untuk memecahkannya
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 11:38 WIB
Penelitian: Banyak Makan Gula Bisa Bikin Otak Jadi Bodoh
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Tertawa Tingkatkan Keberhasilan Bayi Tabung
- Pertanyaan Orangtua yang Baru Punya Bayi
- Amankah Bayi Menelan Air Saat Mandi?
- Beri Bayi Antibiotik Bisa Tingkatkan Risiko Asma
- Mengurangi Stres Dalam Merawat Bayi
- Hidrokel pada Bayi
- Botulisme Bayi
- Gangguan Dasar pada Bayi
Info Penyakit :
- Beraprost
- Bivalirudin
- Cilazapril
Info Obat :
Agar si Kecil Tak Takut Jarum Suntik
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Orangtua sebaiknya memberikan penjelasan pada anak secara medis dan juga psikologis. Dalam hal ini anak harus mengerti bahwa suntikan bukan berniat untuk menyakiti anak, tapi untuk membuatnya menjadi lebih sehat.
Pengalaman pertama disuntik tentu sangat tidak menyenangkan karena menimbulkan rasa sakit, kondisi ini membuat anak berpikir bahwa jarum identik dengan rasa sakit sehingga anak-anak akan selalu berpikir bahwa jarum suntik adalah alat yang menyakitkan.
Imunisasi dilakukan untuk membangun sistem kekebalan tubuh anak terhadap suatu penyakit. Hal ini karena saat imunisasi anak akan dimasukkan produk biologis tertentu ke dalam tubuh, sehingga jika anak terserang penyakit tersebut ia sudah mampu untuk melawannya.
Sebagian besar vaksin dalam bentuk suntik karena diharapkan bisa cepat masuk sistem sirkulasi darah, sehingga akan muncul reaksi dengan sel darah putih untuk membuat zat antibodi.
Saat ini sudah ada vaksin kombinasi yang terdiri dari beberapa vaksin, dengan begitu bisa mengurangi jumlah suntikan yang harus diterima oleh anak. Vaksinasi yang diberikan diantaranya BCG untuk penyakit TBC, vaksin polio, hepatitis, campak, DPT dan vaksin lainnya.
Seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (12/1/2011) jika bayi masih menyusui, maka ibu bisa langsung menyusui sang bayi setelah disuntik untuk menenangkannya. Menyusui merupakan pereda nyeri yang kuat, karena merupakan kegiatan gabungan antara memeluk, kontak kulit, mengisap dan rasa manis dari ASI yang menjadi obat penawar menyenangkan dari rasa shock dan sakit akibat jarum.
Jika anak sudah besar atau sudah tidak menyusui, cobalah untuk mengalihkan perhatiannya segera setelah disuntik, misalnya dengan mengajaknya berbicara, bernyanyi atau memberinya mainan.
Untuk mencegah trauma jarum suntik pada anak, sebaiknya orangtua tidak perlu menakut-nakuti atau terus menerus membicarakan tentang imunisasi yang bisa membuat anak memikirkan hal-hal menyeramkan.
Orangtua bisa memberikan ketenangan menjelang disuntik dengan cara membuatnya merasa nyaman, senang, memegang tangannya dan mengajaknya berbicara tentang berbagai hal. Setelah anak disuntik berilah ia pujian bahwa ia telah menjadi anak yang pemberani dan ia sudah menjadi anak yang sehat. Karenanya orangtua memegang peranan penting untuk membantu si kecil agar tidak takut atau trauma denga
(ver/ir)
BACA JUGA :









