
-
Kamis 17/05/2012 16:00 WIB
Ini Dia si Penghambat Orgasme -
Kamis 17/05/2012 14:01 WIB
Jerawatan Bikin Remaja Jadi Gampang Emosional -
Kamis 17/05/2012 12:03 WIB
Makan Sambil Minum Air Putih Bikin Orang Bijak Pilih Makanan -
Kamis 17/05/2012 10:59 WIB
Yang Perlu Dipahami dari Hipertensi -
Kamis 17/05/2012 09:46 WIB
Kisah Endang & Iis: Bersatu Karena Kanker, Terpisah Karena Kanker - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,069.000
-
Rp 2,763.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Blogdetik Ajak Blogger Bicara Seks
Mungkin untuk sebagian orang masih tabu untuk dibicarakan, namun sebenarnya memiliki sejuta permasalahan dan mengundang pertanyaan yang kadang kita bingung untuk memecahkannya
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 11:38 WIB
Penelitian: Banyak Makan Gula Bisa Bikin Otak Jadi Bodoh
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Rajin Makan Tomat Cegah Serangan Jantung
- 5 Temuan Medis Terheboh Sepanjang Tahun 2010
- Ancaman Stroke dari Ikan yang Digoreng
- Pasien dalam Kondisi Sadar Saat Jantungnya Dibedah
- Ngorok Tanda Awal Penyakit Jantung
- Gagal Jantung
- Heatstroke
- Hemorrhagic Stroke
Info Penyakit :
- Candesartan
- Chloramphenikol
- Cefadroxil Syrup
Info Obat :
Ibuprofen Memicu Stroke pada Pemakaian Jangka Panjang
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
foto: Thinkstock
Ibuprofen bukan satu-satunya pereda nyeri yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Pada tahun 2004, pereda nyeri yang lain yakni Rofecoxib yang dipasarkan dengan nama dagang Vioxx ditarik dari peredaran karena dapat memicu stroke dan serangan jantung.
Risiko yang sama ternyata juga ada pada ibuprofen, yang hingga saat ini sangat populer penggunaannya termasuk untuk meredakan nyeri menstruasi. Bedanya pada ibuprofen peningkatan risiko terjadi hanya dalam pemakaian jangka panjang.
"Pada umumnya pasien minum ibuprofen dalam periode singkat sekedar untuk mengatasi nyeri akut. Asal tidak berlebihan, risikonya sangat kecil," ungkap Prof Simon Maxwell dari British Pharmacological Society’s Prescribing Committee seperti dikutiop dari Dailymail, Kamis (13/1/2011).
Menurut Prof Maxwell, risiko untuk mengalami stroke baru akan meningkat pada penggunaan ibuprofen sebanyak 3-4 butir/hari dengan dosis hingga 2.000 mg berturut-turut selama beberapa bulan atau bahkan 1 tahun. Untuk sekedar mengatasi sakit kepala, dosis dan lama pemakaian tentunya tidak akan sebesar itu.
Kekhawatiran atas pengunaan ibuprofen mencuat setelah para ahli dari University of Bren di Swiss mempublikasikan temuan terbarunya baru-baru ini. Temuan yang dipublikasikan di British medical Journal itu merupakan hasil penelusuran terhadap 31 uji klinis yang melibatkan 116.429 pasien.
Para ahli mengungkap bahwa pasien yang menggunakan ibuprofen sebagai antiradang maupun sebagai pereda nyeri dalam jangka waktu lama bisa meningkatkan risiko stroke hingga 3 kali lipat. Antiradang yang lain yang juga meningkatkan risiko stroke pada pemakaian jangka panjang adalah di
(up/ir)
BACA JUGA :









