detikhealth
Konsultasi Kesehatan Bersama
Dr. Fanny Aliwarga, SpRM

Dr. Fanny Aliwarga, SpRM
Kepala Unit Rehabilitasi Medik Eka Hospital BSD City, Tangerang. Alamat: Central Business District Lot IX BSD City Tangerang 15321. Telepon: 021-256 555 55. (Periode konsultasi: 8 November 2010 hingga 15 Desember 2010)

Apakah Sakit Pengapuran Tulang Harus Minum Obat Terus?

Rabu, 19/01/2011 09:19 WIB
(Foto: thinkstock)
Dokter saya mau tanya, sudah 2 bulan ini lutut kiri saya sakit luar biasa, tidak bisa ditekuk maupun lurus sekali. Dipakai berjalan lama atau naik turun tangga terasa sekali nyerinya. Hasil rontgen ostheoarthritis genu sinistra yang lalu diberi obat codeine 20 mg, paracetamol, diazepam, vitamin fitbon. Apakah saya harus terus menerus minum obat-obatan itu? Apakah tidak ada obat lain selain obat penahan sakit tersebut? Saya tunggu sekali jawabannya. Terima kasih atas bantuannya.

Fatimah (Perempuan Menikah, 36 Tahun), diajeng28@yahoo.com
Tinggi Badan 168 Cm dan Berat Badan 100 Kg


Jawaban


Dear Fatimah, Osteoarthritis (masyarakat awam sering menyebutnya sebagai 'pengapuran') merupakan bentuk radang sendi (arthritis) yang tersering. Wanita 3 kali lebih sering terkena daripada pria.

Faktor Risiko terjadinya osteoarthritis lutut (OA lutut) adalah:
  1. Usia > 45 tahun
  2. Jenis kelamin, lebih sering perempuan
  3. Kondisi bawaan lahir, seperti kerusakan cartilago dan sendi yang malformasi
  4. Cidera sendi karena pekerjaan fisik atau olah raga
  5. Obesitas atau kegemukan
  6. Penyakit yang dapat mengubah struktur dan fungsi cartilago/rawan sendi yang normal, seperti rheumatoid arthritis, Paget's disease, gout atau pseudogout.

Gejala biasanya datang perlahan-lahan dan pasien dapat mengalami kondisi:
  1. Nyeri dan radang
  2. Nyeri dapat muncul bertahap dan terasa seperti ada didalam
  3. Bengkak dan kaku
  4. Biasanya memberat saat pagi hari dan terasa lebih enak dengan aktivitas ringan
  5. Gerakan sendi terbatas
  6. Rasa sperti 'menempel/sticking' dan kelemahan
  7. Rusaknya sebagian cartilago dan jaringan sekitarnya dapat menyebabkan 'terkunci' atau 'seperti melekat/sticking'
  8. Instabilitas atau sendi tidak stabil, sehingga setiap melangkah seperti lututnya bergoyang.

Diagnosis OA lutut biasanya dibuat dokter berdasarkan:
Riwayat medis mengenai penyakit saat itu
Dokter akan menanyakan :
  1. Keluhan utama (dimana paling sakit)
  2. Kronologi kejadian
  3. Fungsi yang terganggu (apa akibat nyeri terhadap aktivitas anda)
  4. Jangan lupa untuk menyebutkan gangguan sendi yang pernah terjadi sebelumnya
  5. Pemeriksaan fisik tubuh dan lutut
  6. Foto X Ray
  7. Laboratorium

Dari foto X ray lutut, akan didapatkan diagnosis grade atau beratnya kondisi OA lutut anda. Grade berdasarkan foto X ray tersebut terdiri dr grade 1-4 (1 paling ringan dan 4 paling berat).

Dari data yang Fatimah cantumkan, saya menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dari tinggi badan dan berat badan. IMT Anda 35,4, yang artinya tergolong obesitas. Maka anda telah memiliki 1 faktor risiko. Perlu juga dilihat aktivitas Anda, apakah banyak naik turun tangga, aktivitas berjongkok dll. Kondisi yang sampai tidak dapat menekuk lutut dan meluruskan kaki secara penuh, juga menunjukkan kondisi ini cukup serius.

Anda perlu memeriksakan kondisi Anda kepada Dokter spesialis, untuk dilakukan pemeriksaan apakah sendi Anda bengkak, apakah ada cairan didalam sendi, atau adakah kondisi lain yang bukan berasal dari OA lutut sehingga menyebabkan lutut tidak dapat bergerak penuh, seperti kondisi cidera ligament atau bantalan (meniskus) sendi lutut.

Jika memang diagnosis OA lutut sudah tegak, maka kondisi pengapuran itu memang tidak dapat disembuhkan (kecuali dioperasi untuk dibersihkan), tetapi nyeri dan rasa kaku biasanya berespons baik terhadap terapi. Dan kondisi perjalanan penyakit OA ini berbeda untuk tiap orang.

Ada berbagai pilihan untuk membantu menghilangkan nyeri dan kembali pada pola hidup sebelumnya.
Secara garis besar, pilihan terapi OA lutut dibagi dua yaitu:
1. Tanpa operasi, dengan obat-obatan dan menjalani terapi Rehabilitasi
2. Dengan operasi, biasanya dilakukan jika kondisi OA nya tidak berhasil dengan tatalaksana non-operasi

Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penahan rasa sakit, suplemen sendi atau injeksi yang dimasukan kedalam celah sendi lutut. Obat-obatan ini biasanya bersifat sementara.

Pasien harus mengerti selain obat-obatan, ia juga harus menaati terapi non-obat-obatan seperti menurunkan berat badan (sehingga beban lutut bisa berkurang), mengurangi aktivitas yang banyak membuat beban di lutut (jongkok, naik turun tangga, berdiri terlalu lama), segera dimulai latihan penguatan otot paha depan yang dapat mencegah berlanjutnya kondisi OA lutut. Konsultasi dengan dokter Spesialis Rehabilitasi Medik akan membantu pasien untuk memahami tatalaksana non-farmakologik tersebut.

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik akan memberikan edukasi mengenai kondisi penyakit, fungsi sendi lutut, memberikan peresepan terapi fisik atau exercise (yang terdiri dari latihan fleksibilitas, latihan penguatan/beban dan  latihan aerobik), memberikan peresepan terapi laser, panas/dingin atau terapi listrik (fisioterapi).
Dokter juga akan membantu memilihkan alat bantu seperti knee support yang sesuai untuk kondisi OA.

Dr. Fanny Aliwarga, SpRM

Kepala Unit Rehabilitasi Medik Eka Hospital BSD City, Tangerang. Alamat: Central Business District Lot IX BSD City Tangerang 15321. Telepon: 021-256 555 55. www.ekahospital.com.


(ir/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit