Penyebab Balita Gemuk di Indonesia

Vera Farah Bararah - detikHealth
Rabu, 20/04/2011 14:02 WIB
Halaman 1 dari 2
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Indonesia belum bisa lepas dari status negara dengan balita gizi rendah. Tapi ternyata tak cuma balita gizi rendah saja yang bisa bermasalah, balita gemuk juga bisa menimbulkan banyak risiko.

Jumlah balita gemuk di Indonesia mencapai 14 persen, lebih tinggi sedikit dibanding jumlah balita yang kurus dan sangat kurus yang sebesar 13,3 persen. Sedangkan jumlah balita gizi normal menurut Riskedas 2010 masih lebih tinggi yaitu 72,8 persen.

Balita gemuk yang disebut gizi berlebih diketahui bisa menjadi faktor risiko dari berbagai penyakit dan kondisi ini bisa dialami sejak balita.

Data Riskedas 2010 mencatat kota-kota dengan jumlah balita kegemukan adalah:

  1. Jakarta (19,6 persen)
  2. Sumatera Utara (18,3 persen)
  3. Sulawesi Tenggara (18,1 persen)
  4. Bali (17,5 persen)
  5. Jawa Timur (17,1 persen)

Balita gemuk atau gizi berlebih ini bukan karena kelebihan makan tapi kesalahan dalam memilih makanan.

"Gizi berlebih terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan yang keluar," ujar Menkes Dr dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH DrPH dalam pembukaan seminar Gizi Lebih: Ancaman Tersembunyi Masa Depan Anak Indonesia di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (20/4/2011).

Menkes menuturkan ada beberapa hal yang bisa menyebabkan risiko gizi berlebih yaitu:Next

Halaman 1 2
(ver/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit