
-
Rabu 23/05/2012 19:28 WIB
Sstt, Ini Tabu Lho Tapi Penting! -
Rabu 23/05/2012 20:13 WIB
Bisakah Pria Jenuh Berhubungan Seks? -
Rabu 23/05/2012 18:55 WIB
Yang Terjadi Pada Tidur si Perokok -
Rabu 23/05/2012 18:01 WIB
Antibodi untuk Hentikan Virus HIV Ada di Dalam ASI -
Rabu 23/05/2012 18:28 WIB
Pegowes yang Pakai Helm Bisa Bersepeda Lebih Kencang - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 6,049.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Sandal Jepit dan Topi Baseball Tingkatkan Risiko Kanker Kulit
- Daftar 8 Senyawa Baru Penyebab Kanker
- Tes Urine untuk Deteksi Awal Kanker
- Tak Benar Pasien Kanker Hanya Boleh Makan Sayur dan Buah
- Kulit Katak Berpotensi Jadi Obat Kanker
- Kanker Indung Telur
- Kanker Anal
- Kanker Darah (Leukemia)
Info Penyakit :
- Ampicillin 500 mg
- Halcinonide
- Aliskiren
Info Obat :
Peluang Sembuh Dari Kanker Lebih Rendah Jika Tidak Sekolah
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
foto: Thinkstock
Hal ini terungkap dalam data yang dikeluarkan oleh American Cancer Society tahun 2007. Pada tahun tersebut, tingkat kematian akibat kanker pada pasien yang menempuh pendidikan kurang dari 12 tahun tercatat 2,6 kali lebih tinggi dibanding para sarjana.
Salah seorang pakar yang terlibat dalam penelitian tersebut, Ahmedin Jemal mengatakan bahwa tingkat pendidikan mempengaruhi faktor sosial dan ekonomi. Faktor inilah yang kemudian mempengaruhi tingkat kejadian kanker sekaligus peluang kesembuhannya.
Menurut Jemal, lulusan perguruan tinggi cenderung memiliki perilaku yang lebih sehat. Menurut statistik, 31 persen lulusan SMA memiliki kebiasaan merokok sedangkan pada lulusan akademi hanya 12 persen dan di kalangan sarjana hanya 5 persen.
Faktanya, jenis kanker dengan tingkat kematian yang paling dipengaruhi oleh jenjang pendidikan adalah kanker paru-paru. Pada lulusan SMA atau yang hanya menempuh pendidikan kurang dari 12 tahun, risiko kematian akibat kanker paru-paru 5 kali lebih besar dibanding para sarjana.
Faktor ekonomi juga sangat berpengaruh, karena lulusan perguruan tinggi umumnya lebih berpeluang mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Dengan pekerjaan yang mapan, seseorang jadi lebih mudah mengakses layanan kesehatan karena dilindungi asuransi kesehatan.
"Seseorang yang lemah secara ekonomi lebih jarang melakukan upaya pencegahan, deteksi dini serta penanganan yang benar pada waktu yang tepat," ungkap Jemal seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Minggu (19/6/2011).
Terakhir, tingkat pendidikan juga mempengaruhi faktor kepatuhan pasien terhadap saran dan nasehat dari dokter. Makin patuh dalam mengikuti program terapi, makin besar peluang kesembuhan seorang pasien ketika sama-sama didiagnosis mengidap kanker.<
(up/ir)
BACA JUGA :









