
-
Rabu 23/05/2012 10:46 WIB
Tradisional dan Tak Masuk Akal, Tapi Mak Erot Tetap Disuka -
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Rabu 23/05/2012 11:06 WIB
Ingin Meratakan Gigi yang Maju -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 10:18 WIB
Apa Bahayanya Bila Tak Punya Kantung Empedu? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 6,049.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- RS di Indonesia Sudah Bisa Obati Kanker dengan Canggih
- Peluang Sembuhkan Kanker Lebih Besar pada Pasangan Menikah
- Peluang Sembuh Dari Kanker Lebih Rendah Jika Tidak Sekolah
- Sandal Jepit dan Topi Baseball Tingkatkan Risiko Kanker Kulit
- Daftar 8 Senyawa Baru Penyebab Kanker
- Hepatitis
- Hepatitis A
- Hepatitis Alkoholik
Info Penyakit :
- Colestipol
- Cholestyramine
- Cefoxitin
Info Obat :
1,5 Juta Pasien Hepatitis di Indonesia Terancam Kanker Hati
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
foto: Thinkstock
Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML) Kementerian Kesehatan, Dr HM Subuh, MPMM memperkirakan jumlah penderita Hepatitis B dan C di Indonesia mencapai 20 juta. Kedua jenis hepatitis tersebut paling berisiko untuk berkembang menjadi kronis.
Sekitar 50 persen dari penderita hepatisis yang disebabkan oleh Hepatitis Virus tipe B (HBV) dan C (HCV) berpotensi menjadi chronic liver disease atau penyakit hati kronis. Jika tidak diobati dengan baik, 10 persen di antaranya akan menjadi kanker hati dalam 20-35 tahun.
"Artinya 1,5 juta orang Indonesia (yang menderita hepatitis kronis) berpotensi terkena kanker hati," ungkap Dr Subuh dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jumat (24/6/2011).
Meski sebenarnya butuh waktu lama untuk berkembang menjadi kanker, pengobatannya kadang sulit dilakukan mengingat gejalanya seringkali tidak tampak. Sementara itu, belum semua orang Indonesia menyadari pentingnya melakukan skrining hepatitis.
Namun untuk mewajibkan skrining, Dr Subuh mengatakan pemerintah butuh perencanaan yang benar-benar matang agar hasilnya efektif. Jika harga obatnya masih mahal, skrining tidak akan banyak berguna karena pasien yang terdiagnosis belum tentu bisa membeli obatnya.
"Sekali suntik interferon (obat hepatitis) paling tidak butuh Rp 2 juta, padahal paling tidak harus dilakukan rutin tiap minggu, selama 48 minggu. Banyak pasien harus jual mobil bagus hanya untuk berobat," ungkap ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Dr Unggul Budihusodo, SpPD-KGEH.
Dr Unggul memperkirakan dari seluruh pasien yang terdiagnosis hepatitis, hanya sekitar 20 persen yang mampu mengakses obat semahal itu. Selebihnya hanya bisa mengandalkan obat-obat herbal, sekedar untuk memperlama perkembangan penyakitnya sebelum tidak menjadi sirosis (mengkerut).
Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, salah satu langkah yang tengah dirancang pemerintah untuk mengatasi mahalnya harga obat hepatitis adalah dengan compulsary license atau pengambilalihan paten. Dengan membeli paten dari perusahaan farmasi, harga obat hepatisis diharapkan bisa ditekan semurah mungk
(up/ir)
BACA JUGA :









