detikhealth

Suara yang Rusak Bisa Dipulihkan dengan Obat Pelancar BAB

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Minggu, 17/07/2011 12:04 WIB
Steven Tyler (foto: detikhot)
Boston, Bagi penyanyi, pita suara adalah aset paling berharga meski kadang mudah rusak akibat cedera maupun operasi. Kerusakan semacam itu kini tak perlu menghancurkan karir karena sudah bisa diatasi dengan injeksi gel yang berisi obat pencahar.

Gel sintetis yang dibuat dari Poly Ethylene Glikol (PEG) ini hanya perlu disuntikkan oleh dokter ke sekitar tenggorokan. Setelah itu, gel PEG akan membentuk jaringan mirip pita suara buatan untuk menggantikan jaringan asli yang mengalami kerusakan.

Soal keamanannya, para ahli menjamin PEG tidak menyebabkan efek samping berbahaya bagi tubuh. Selama ini, PEG banyak dipakai sebagai obat pencahar (laksatif) untuk melancarkan Buang Air Besar (BAB) dengan cara melumasi usus besar sehingga tinja jadi lebih licin.

Suntikan ini memang tidak ditujukan sebagai solusi permanen, namun setidaknya bisa memulihkan suara hingga jangka waktu 3 bulan. Setelah efeknya berkurang, pasien harus menjalani penyuntikan ulang agar lapisan pita suara sintetis tidak luruh bersama cairan tubuh.

Temuan ini merupakan hasil riset yang dilakukan para ahli dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard Medical School. Dikutip dari Newscientist, Minggu (17/7/2011), uji klinis untuk menguji efektivitasnya baru akan dilakukan tahun depan dengan melibatkan 10 pasien.

Temuan terbaru ini diharapkan bisa mengembalikan suara emas Julie Andrews, biduanita Inggris yang nyaris kehilangan suara untuk selamanya. Saat ini dokter belum bisa memulihkan kerusakan pita suara setelah Andrews menjalani operasi tengggorokan tahun 1997.

Bukan cuma Andrews yang terancam kehilangan karir akibat kerusakan pita suara, penyanyi lain juga banyak yang menghadapi masalah serupa. Salah satunya adalah Steven Tyler, vokalis band Aerosmith yang suaranya tidak merdu lagi sejak operasi tenggorokan tahun 2006.

Selain karena operasi, kerusakan pita suara juga bisa dipicu oleh sebab yang lebih sederhana misalnya terlalu memaksakan suara saat menyanyi dan juga sering merokok. Tak heran jika gangguan ini dialami juga oleh sekitar 6 persen penduduk Amerika Serikat.

(up/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit