
-
Minggu 27/05/2012 15:59 WIB
70 Persen Wanita Korbankan Seks Demi Badan Langsing -
Minggu 27/05/2012 15:00 WIB
Ini Cara-cara Menilai Kondisi Kesehatan Orang dari Rambutnya -
Minggu 27/05/2012 13:59 WIB
Telinga Berdenging? Atasi Dengan Mendengar Suara Ombak -
Minggu 27/05/2012 12:00 WIB
Baru Tahu Punya 2 Kelamin Setelah Jadi Ayah dari 6 Anak -
Minggu 27/05/2012 10:01 WIB
Kemiri Bisa Jadi Bahan Susu Formula Bayi - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 575.000
-
Rp 901.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Jenis Olahraga Yang Dapat Mencegah Kanker
Kesimpulan tersebut didasarkan hasil uji mereka terhadap 190 partisipan pria yang telah melakukan biopsi prostat. Bahwasanya partisipan yang cukup aktif bergerak,
» Thread Pilihan

Jumat, 25/05/2012 11:48 WIB
Hati-hati, Bersepeda Terlalu Serius Bikin Mandul
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Bocah Hobi Cabuti Alis & Rambut Karena Gangguan Mental OCD
- Hobi Bergosip Dapat Meningkatkan Keyakinan Diri
- Obat Melawan Rasa Takut akan Segera Muncul
- Gelisah Bisa Memicu Serangan Jantung
- Apa Beda Psikolog dan Psikiater?
- Gangguan Cemas Menyeluruh
- Trauma Psikologis
Info Penyakit :
- Aloclair Gel
- Ciprofloxacin 500 mg
- Cilostazol
Info Obat :
Orang yang Selalu Khawatir Sebenarnya Mengganggu Orang Lain
Putro Agus Harnowo - detikHealth
foto: Thinkstock
Suatu penelitian yang dilakukan oleh fakultas psikologi Case Western Reserve University menunjukkan bahwa kekhawatiran dapat menjadi begitu membosankan dan obsesif.
Hal itu dapat mengganggu kehidupan seseorang dan membahayakan relasi sosial, terutama jika orang tersebut menderita gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD).
"Individu dengan GAD sering menempatkan hubungan sosial dengan keluarga, teman atau bawahan pada daftar teratas hal yang perlu dikhawatirkan. Sayangnya, cara yang mereka gunakan untuk mengatasinya seringkali justru destruktif," ujar ahli psikologi Case Western Reserve University, Amy Przeworski, seperti dikutip dari ScienceDaily, Kamis (28/7/2011).
Przeworski dan rekan-rekannya mengamati bahwa orang yang mendapat terapi GAD menunjukkan kekhawatirannya dalam cara yang berbeda tergantung cara mereka berinteraksi dengan orang lain.
Dalam dua penelitian, peneliti menemukan empat gaya interaksi yang berbeda dan menonjol di antara penderita GAD, yaitu: mengganggu, dingin, dan non asertif, dan eksploitatif.
Kedua penelitian tersebut mendukung munculnya empat gaya intepersonal ini dan peran signifikannya dalam kaitannya bagaimana penderita GAD memanifestasikan kekhawatirannya.
"Semua individu dengan gaya-gaya ini memiliki kekhawatiran pada tingkat yang sama dan ekstrem, namun mereka memanifestasikan kekhawatirannya dengan cara yang berbeda", kata Przeworski.
Contohnya, dua orang sama-sama khawatir tentang kesehatan dan keamanan seseorang. Satu orang mungkin menunjukan kekhawatiran lewat perhatian namun mengganggu orang lain. Bayangkan tentang orangtua atau suami atau istri yang memanggil tiap lima menit untuk mendapat kabar terbaru apa yang terjadi.
Yang satunya lagi mungkin menunjukkan kekhawatiran dengan mengkritik perilaku orang yang ia percayai ceroboh atau sembrono.
"Kekhawatirannya mungkin sama, namun akibat dari kekhawatiran terhadap hubungan interpersonal sangat berbeda. Ini menegaskan bahwa masalah interpersonal dan kekhawatiran dapat saling berkaitan," ujar Przeworski.
Kebanyakan penanganan GAD berdasarkan terapi Cognitif Behavioral, suatu penanganan yang umumnya berhasil pada sekitar 60 persen orang, persentase yang dianggap berhasil untuk terapi.
Namun, satu cara untuk meningkatkan terapi bagi para pengkhawatir ini dapat berupa menggabungkan teknik yang menyasar pada masalah hubungan interperson
(ir/ir)
BACA JUGA :








