detikhealth

Seberapa Cepat Air Klorin di Kolam Renang Masuk ke Tubuh?

Adelia Ratnadita SKG - detikHealth
Selasa, 09/08/2011 08:52 WIB
Seberapa Cepat Air Klorin di Kolam Renang Masuk ke Tubuh?(Foto: thinkstock)
Jakarta, Kolam renang biasanya menggunakan desinfektan berbasis klorin yang berfungsi untuk menonaktifkan berbagai bakteri patogen yang ada di dalam air. Kandungan klorin ini juga bisa ikut masuk ke dalam tubuh saat orang berenang.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan klorin masuk ke tubuh saat berenang?

Hasil tes menunjukkan urine seseorang mengandung HAAs (haloacetic acids) setelah berenang di kolam yang telah diklorinasi. Sebuah penelitian menunjukkan, klorin dalam bentuk HAAs dapat terdeteksi dalam urine perenang dalam waktu 30 menit berenang.

HAA dapat dihasilkan ketika disinfektan seperti klorin bereaksi dengan kotoran dalam air. Studi baru ini dipublikasikan dalam Environmental Science & Technology seperti dikutip dari WebMD, Selasa (9/8/2011).

The Environmental Protection Agency membatasi level HAA dalam air minum, karena level tinggi dari zat ini dapat dihubungkan dengan cacat lahir dan kanker. Klor digunakan dalam air minum dan air kolam renang untuk membunuh bakteri berbahaya.

Peneliti menguji urine dari 49 partisipan yang berenang di kolam atau bekerja di sekitar kolam renang indoor dan outdoor. Penelitian meliputi orang dewasa dan anak-anak. Para peneliti menemukan bahwa HAAs muncul dalam urine 20-30 menit setelah berenang dan dapat dieliminasi (dikeluarkan) dari tubuh dalam waktu 3 jam.

Bagaimana klorin masuk ke tubuh?

Hampir 90 persen kasus terpapar HAAs karena menelan air kolam renang. Sedangkan sisanya karena inhalasi atau diserap melalui kulit.

Anak-anak lebih mungkin memiliki konsentrasi HAAs yang tinggi setelah berenang dibandingkan orang dewasa. Akumulasi HAAs pada perenang kurang lebih 4 kali lebih cepat dibandingkan pekerja di sekitar kolam. Penelitian menunjukkan bahwa, konsentrasi HAAs lebih tinggi pada kolam outdoor dibandingkan pada kolam renang indoor.

Konsentrasi HAAs di kolam renang juga lebih tinggi daripada di sumber air minum. Karena di kolam renang menggunakan sistem resirkulasi air untuk waktu yang lama yang bertujuan untuk meningkatkan klorinasi air. Dampak HAAs bagi kesehatan masih belum jelas dan masih terus diteliti.

Perlu pengelolaan kolam yang benar

Menurut Mary Ostrowski, direktur chlorine issues pada the American Chemistry Council di Washington DC, kolam renang yang dikelola dengan baik harus memiliki konsentrasi HAAs yang kurang dari apa yang ditemukan dalam air minum. Pengelolaan kolam yang baik harus mempertimbangkan penggunaan bahan kimia untuk disinfeksi dengan risiko yang paling minimal.

"Klorin digunakan untuk mendisinfeksi kolam renang. Tapi penggunaan bahan kimia untuk disinfeksi harus dengan risiko yang paling minimal," kata Ostrowski.

Perenang juga dapat mengurangi paparan HAAs pada tubuhnya caranya dengan tidak menelan air kolam dan harus belajar untuk menjaga mulut agar tetap tertutup ketika berenang di kolam renang.

Untuk pengukuran kadar klorin bisa dilakukan dengan mudah. Strip tes yang tersedia secara komersial dapat mengukur kadar klorin dan pH atau keasaman dalam kolam. Pengelola kolam renang harus mengantisipasi jika hasil strip tes tidak dalam rentang yang dapat diterima atau rentang normal.

Andy Igrejas, National Campaign Director of Safer Chemicals, Healthy Families di Washington DC mengatakan bahwa masalah ini telah dibahas sejak beberapa waktu yang lalu.

"Kami telah menentukan penggunaan bahan kimia pada air minum dan air kolam. Tetapi penggunaaan bahan kimia yang berlebihan masih terjadi karena penggunaan jumlah bahan kimia yang tidak sesuai dengan aturan," ungkap Igrejas.

Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Belgia serta dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics, menunjukkan klorin yang terdapat di dalam kolam renang bisa meningkatkan risiko asma, alergi rhinitis dan demam pada orang yang rentan terhadap alergi.

Untuk mencegah tertularnya berbagai penyakit dari kolam renang sebaiknya membilas diri dengan air dan sabun antiseptik sebelum dan sesudah berenang, jangan berenang jika mengalami diare atau infeksi saluran pencernaan beberapa hari sebelumnya, menggunakan baju renang yang ketat menempel di tubuh, usahakan untuk selalu buang air kecil di toilet dan biasakan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.

(ir/ir)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit