detikhealth

Konsultasi Genetika
dr. Teguh Haryo Sasongko, PhD

dr. Teguh Haryo Sasongko, PhD, Ahli Genetika Molekuler, (peneliti dan pengajar) di Human Genome Center, School of Medical Sciences, Universiti Sains Malaysia, 16150 Kubang Kerian, Kota Bharu Kelantan, Malaysia.

Orangtua Golongan Darah B, Kenapa Anaknya O?

Selasa, 09/08/2011 13:01 WIB
Orangtua Golongan Darah B, Kenapa Anaknya O?(Foto: thinkstock)
Dok, apakah mungkin orangtua bergolongan darah B tetapi anaknya bergolongan darah O? Terimakasih.

Agus S (Pria Lajang, 19 Tahun), radha_rasesXXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 189 Cm dan Berat Badan 55 Kg

Jawaban

Terdapat tiga jenis golongan darah manusia yakni golongan darah A, B dan O (atau disebut juga nol, 0). Masing-masing golongan darah itu ditentukan oleh jenis antigen pada permukaan sel darah merah.

Manusia dengan golongan darah A mempunyai antigen A pada permukaan sel darah merahnya. Manusia dengan golongan darah B mempunyai antigen B pada permukaan sel darah merahnya. Sementara manusia dengan golongan darah O, antigen permukaannya inaktif (secara fungsional dapat dikatakan tidak ada, atau nol, 0 atau O).

Masing-masing antigen itu diproduksi oleh satu gen. Gen ini dapat memiliki variasi allele. Allele adalah salah satu kemungkinan dari berbagai variasi dalam gen yang sama. Setiap gen dapat memiliki berbagai variasi dalam populasi manusia. Tiap-tiap variasi itu disebut dengan allele. Sementara, setiap manusia hanya mungkin memiliki dua variasi diantara variasi-variasi yang ada itu. Hal ini disebabkan, setiap orang hanya memiliki dua kopi dari gen yang sama.

Ada allele yang memproduksi antigen A (Allele A). Ada allele yang memproduksi antigen B. Ada juga allele yang memproduksi antigen yang inaktif (Allele O).
Setiap orang selalu memiliki 2 allele dari gen yang sama. Dalam hal golongan darah ABO ini, setiap orang pasti memiliki kombinasi 2 allele dari ketiga kemungkinan allele tersebut (Lihat gambar di bawah ini):

 



 

Terlihat bahwa jika sesorang memiliki satu allele B dan satu allele O, maka orang itu memiliki golongan darah B. Situasi ini disebut juga dengan heterozygous B. Masing-masing dari 2 allele orang tua tersebut dapat diturunkan pada anak-anak, membentuk kombinasi allele-nya sendiri, dan dengan demikian juga membentuk golongan darahnya sendiri (Lihat gambar di bawah ini).

 



 

Dari penjelasan ini tampak bahwa jika kedua orang tua memiliki golongan darah B, masih terdapat kemungkinan bahwa ada diantara anak-anaknya yang memiliki golongan darah O. Ini terjadi karena golongan darah B yang dimiliki orang tua adalah heterozygous B yang merupakan kombinasi allele B dan allele O. Jika allele O pada ayah dan allele O pada Ibu diturunkan pada salah satu anaknya, jadilah anak itu memiliki golongan darah O.

dr. Teguh Haryo Sasongko, PhD
Ahli Genetika Molekuler, (peneliti dan pengajar) di Human Genome Center, School of Medical Sciences, Universiti Sains Malaysia, 16150 Kubang Kerian, Kota Bharu Kelantan, Malaysia.

 



 


(ir/ir)


Punya pengalaman menarik seputar diet ? Kirimkan disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit