detikhealth

Yang Harus Dipahami Sebelum Dibius untuk Operasi

dr M Helmi - detikHealth
Selasa, 16/08/2011 14:50 WIB
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Semua tindakan medis selalu disertai dengan efek samping yang bervariasi dari risiko yang minimal sampai dengan risiko yang mengancam nyawa. Tindakan anestesi atau pembiusan tidak luput dari risiko medis.

Tapi disayangkan bidang ini tidak terlalu diperhatikan oleh pasien. Padahal dalam tindakan pembedahan dan pembiusan mempunyai peran dan risiko yang serupa pentingnya. Oleh karena itu penting kiranya untuk melakukan konsultasi anestesi sebelum tindakan pembedahan.

Berikut adalah beberapa hal yang seharusnya anda memahami sebelum tindakan pembiusan.
1. Jenis anestesi yang akan dilakukan
Pada umumnya ada 3 jenis teknik anestesi, yaitu anestesi lokal, regional, dan anestesi umum. Perbedaan utamanya ada pada pemberian obat anestesi dan kesadaran pasien saat operasi, yang tentunya akan berfek pada fase paska operasi.

2. Puasa
Hal yang mudah tetapi sering disepelekan dan sangat bisa berdampak buruk apabila tidak dipatuhi. Puasa sangat penting terutama apabila pasien akan dibantu untuk tertidur (dengan obat anestesi). Pada pasien yang tidak mematuhi anjuran puasa, makanan atau minuman yang belum terserap lambung dapat dengan pasif termuntahkan yang dapat kemudian masuk ke paru-paru sehingga menyebabkan efek buruk pada paru-paru. Berapa jam lamanya operasi mempunya aturan tertentu. Sangat penting untuk dipatuhi.
 
3. Penyakit lain
Beritahukan pula kepada tenaga medis apabil Anda mempunyai penyakit tertentu (asma, diabetes mellitus, sakit jantung, epilepsy, gastritis/maag, dll) dan sedang mengonsumsi obat-obatan sebagai terapi penyakit tersebut. Dokter akan menyesuaikan tindakan dan obat-obatan. Dokter juga akan memberikan instruksi mengenai dosis dan cara konsumsi obat tersebut sebelum operasi. Informasikan pula apabila Anda mengetahui sedang hamil. Dokter akan mendiskusikan apakah operasi perlu dilakukan selama kehamilan atau dapat menunggu setelah persalinan.

4. Hal lain sebelum operasi
Apabila beberapa jam sebelum operasi Anda merasakan perubahan kondisi tubuh, seperti batuk pilek yang memberat, mual muntah atau demam, alangkah baiknya untuk menginformasikan kepada tenaga medis. Informasikan pula apabila Anda seorang perokok.

5. Kesadaran selama operasi
Terutama untuk anestesi lokal dan regional, pasien dapat sadar selama operasi dilakukan. Apabila Anda menghendaki untuk tidur, informasikan kepada tenaga medis anestesi.

6. Paska pembiusan
Bergantung dari berat atau ringannya pembedahan dan pembiusan, pasien dapat kembali ke bangsal perawatan, bangsal lain yang disesuaikan (ICU, dll), atau dapat pula langsung pulang. Tanyakan dan pahami tentang hal-hal yang harus diperhatikan selama di bangsal atau dirumah.

7. Risiko post operasi
Beberapa keluhan yang sering ditemui paska operasi antara lain adalah:
- Mual muntah
- Nyeri tenggorokan, luka pada area mulut terutama bila dilakukan pembiusan dengan anestesi umum dengan menggunakan pipa bantu nafas.
- Lebam pada bekas suntikan
- Nyeri punggung atau nyeri kepala sementara, terutama setelah anestesi spinal/epidural.

Penulis
M. Helmi MD ,MSc, Anesthesiologist
PhD Research Fellow

Intensive Care Adults
Erasmus MC, Kamer H602
's Gravendijkwal 230,
3015CE Rotterdam
The Netherlands
m.helmi@erasmusmc.nl

(ir/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit