detikhealth

Calon Haji Bisa Tes Daya Tahan Tubuhnya dengan Jalan 6 Menit

Vera Farah Bararah - detikHealth
Selasa, 13/09/2011 15:49 WIB
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Ratusan ribu calon jemaah haji Indonesia akan mulai berangkat ke tanah suci Mekkah pada awal Oktober 2011. Untuk mengetahui seberapa kuat daya tahan tubuhnya agar bisa melakukan aktivitas haji, calon jamaah haji bisa melakukan uji jalan kaki selama 6 menit.

Aktivitas ibadah haji banyak menuntut jemaah untuk jalan kaki seperti ibadah Tawaf diperkirakan berjalan sekitar 5,6 km, Sa'i sekitar 2,8 km dan melontar jumrah sekitar 7 km. Karenanya jemaah harus punya daya tahan tubuh kuat agar tidak cepat lelah.

"Untuk meningkatkan endurance (daya tahan) caranya adalah dengan berolahraga, olahraga yang paling gampang dan murah adalah jalan kaki secara rutin, berulang, bertahap dan ada waktu istirahatnya," ujar Dr Nina Kemala Sari, SpPD, K-Ger, FINASIM dalam acara simposium awam PAPDI Sehat Fisik dan Jasmani Selama Ibadah Haji di Aula FKUI, Jakarta, Selasa (13/9/2011).

Dr Nina menuturkan salah satu cara untuk mengetahui daya tahan tubuh adalah dengan uji jalan 6 menit. Dengan asumsi rata-rata 1 langkah orang Indonesia itu sepanjang setengah meter (0,5 meter) maka bisa diketahui berapa kemampuan jalannya dalam tes jalan 6 menit.

Hitunglah berapa jumlah langkah yang dicapai dalam 6 menit, lalu hasilnya dicek masuk kategori mana. Ketiga kategorinya dalah:
1. Kategori sangat jelek jika jaraknya kurang dari 300 meter
2. Kategori sedang jika jaraknya mencapai 400 meter
3. Kategori baik jika jaraknya mencapai 500 meter

"Berlatihlah secara rutin, sebaiknya 3 bulan sebelum berangkat. Kalau memang tinggal sebulan lagi ya tidak apa-apa dilakukan sekarang daripada tidak sama sekali," ujar Dr Nina dari Divisi Geriatri Departemen Penyakit Dalam FKUI.

Dr Nina mengungkapkan untuk melakukan latihan ini terbagi menjadi 3 tahap yaitu:
1. Melakukan pemanasan selama 5-10 menit, misalnya dengan memiringkan kepala ke kanan dan kiri, memutar lengan tangan, memutar pergelangan kaki yang dilakukan secara berulang.
2. Melakukan jalan inti yang dilakukan seminggu 3 kali dengan jarak tempuh yang secara bertahap meningkat.
3. Melakukan pendinginan selama 5-10 menit, dimulai dengan memperlambat jalan selama 1 menit lalu lakukan sama seperti pemanasan.

"Lakukan latihan secara kontinu untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan endurance, selain itu latih pula untuk minum secara rutin walaupun tidak haus dan menghindari polifarmasi (terlalu banyak mengonsumsi obat)," ungkapnya.

Orang yang memiliki bentuk telapak kaki datar umumnya akan mudah lelah, mengalami sakit pada betis saat berjalan jauh, tidak kuat jika harus berdiri atau jalan terlalu lama.

"Cobalah gunakan sepatu yang ada bentuk atau lengkungan di dalamnya (sepatu insol) agar tidak cepat lelah, sepatu ini juga bisa digunakan bagi orang yang tidak memiliki telapak kaki datar," saran Dr Nina.

(ver/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit