
-
Rabu 23/05/2012 20:13 WIB
Bisakah Pria Jenuh Berhubungan Seks? -
Rabu 23/05/2012 19:28 WIB
Sstt, Ini Tabu Lho Tapi Penting! -
Rabu 23/05/2012 18:55 WIB
Yang Terjadi Pada Tidur si Perokok -
Rabu 23/05/2012 18:01 WIB
Antibodi untuk Hentikan Virus HIV Ada di Dalam ASI -
Rabu 23/05/2012 18:28 WIB
Pegowes yang Pakai Helm Bisa Bersepeda Lebih Kencang - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,049.000
-
Rp 2,796.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Halofantrin, Obat Anti Malaria untuk Infeksi Serius
- Bactricid, Obat Antibiotik untuk Atasi Infeksi Sistemik
- Kortikosteroid, Anti Radang dan Penekan Sistem kekebalan Tubuh
- Ventolin HFA, Obat Spray untuk Bronkospasme
- Beta-Karoten, Vitamin untuk Kesehatan Mata
- Overdosis Obat Tidur
Info Penyakit :
Rifampisin, Antibiotik untuk TBC
Adelia Ratnadita - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Rifampisin bekerja dengan membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi. Cara kerja obat ini yaitu dengan menonaktifkan enzim bakteri yang disebut RNA polimerase. Bakteri menggunakan RNA polimerase untuk membuat protein dan untuk menyalin informasi genetik (DNA) mereka sendiri. Tanpa enzim ini bakteri tidak dapat berkembang biak dan bakteri akan mati.
Indikasi
1. Tuberkulosis (TBC)
2. Leprosy
3. Legionnaire's disease
4. Brucellosis
5. Infeksi stafilokokus
Kontraindikasi
1. Hipersensitif terhadap golongan obat ini
2. Penyakit kuning (jaundice)
3. Severe hepatic disease
Dosis
Dapat diberikan melalui mulut (per oral) atau infus IV
1. Tuberkulosis (TBC)
a. Dewasa
10 mg/kg sehari atau 2-3 kali seminggu
Max: 600 mg/hari
b. Anak
10-20 mg/kg sehari atau 2-3 kali seminggu
Max: 600 mg/hari
c. Pada pasien dengan kerusakan hati
Diperlukan pengurangan dosis
2. Leprosy
a. Dewasa
600 mg sekali sebulan
b. Anak 10-14 tahun
450 mg sekali sebulan
c. Anak <10 tahun
300 mg sekali sebulan
d. Pada pasien dengan kerusakan hati
Diperlukan pengurangan dosis
3. Legionnaire's disease
a. Dewasa
600-1200 mg sehari, dalam dosis terbagi.
b. Pada pasien dengan kerusakan hati
Diperlukan pengurangan dosis
4. Brucellosis
a. Dewasa
600-1200 mg sehari, dalam dosis terbagi
b. Pada pasien dengan kerusakan hati
Diperlukan pengurangan dosis
5. Infeksi stafilokokus
a. Dewasa
600-1200 mg sehari, dalam dosis terbagi
b. Pada pasien dengan kerusakan hati
Diperlukan pengurangan dosis
Sumber: netdoctor, patient.co.uk, emc
(ir/ir)
BACA JUGA :









