detikhealth

Penyumbatan Saluran Air Mata Tingkatkan Risiko Mata Malas

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Kamis, 13/10/2011 15:18 WIB
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Amblyopia atau mata malas merupakan salah satu penyebab kerusakan penglihatan pada anak-anak. Anak-anak berusia 3 tahun ke bawah yang mengalami penyumbatan pada saluran air mata memiliki risiko yang lebih tinggi terserang amblyopia.

Ada sekitar 6% anak yang dilahirkan mengalami penyumbatan saluran air mata atau secara medis disebut obstruksi duktus nasolacrimal (NLDO). Anak-anak dalam kondisi ini akhirnya berisiko tinggi mengalami mata malas.

Gangguan mata malas menjangkiti sebesar 3,6 persen dari populasi umum. Pengobatan dini sangatlah penting karena jika mata malas tidak diobati dalam 6 - 10 tahun pertama, kerusakan penglihatan menjadi permanen dan tidak dapat diperbaiki lagi.

Penulis penelitian, Noelle S. Matta CO CRC COT dan David I. Silbert MD FAAP dari Family Eye Group di Lancaster PA melaporkan bahwa dari 375 anak yang diteliti, 22% di antaranya memiliki faktor risiko terserang amblyopia hingga 8 kali lipat dibandingkan pada populasi umum.

Lebih dari 63% dari anak-anak yang memiliki faktor risiko terserang amblyopia tersebut memerlukan pengobatan.

Setengah dari pasien yang memiliki faktor risiko tersebut perlu mendapatkan pengobatan dengan eye patch therapy, yaitu pengobatan yang ditujukan untuk merangsang mata yang lemah dengan cara menutup salah satu mata yang kuat.

"Kami merekomendasikan bahwa semua anak yang terlahir dengan NLDO sebaiknya menjalani pemeriksaan komprehensif, termasuk refraksi cycloplegic dan faktor-faktor risiko lain yang mungkin ada," kata Ms Matta seperti dikutip dari ScienceDaily, Kamis (13/10/2011).

"Yang sangat menarik adalah bahwa semua pasien yang menjalani eye patch therapy memiliki ambliopia pada mata yang tersumbat saluran air matanya. Ini adalah bukti yang memperkuat kaitan antara amblyopia dan penyumbatan saluran air mata, bukan hanya sekadar kebetulan," kata David G. Hunter, MD, PhD, Kepala editor Journal of AAPOS dan Kepala Dokter Spesialis Mata di Boston Children 's Hospital.

(ir/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit