detikhealth

Nystatin, Obat Antijamur Atasi Candidiasis

Adelia Ratnadita - detikHealth
Senin, 17/10/2011 09:32 WIB
Nystatin, Obat Antijamur Atasi Candidiasis(Foto: thinkstock)
Jakarta, Deskripsi

Nystatin merupakan obat yang termasuk kelompok obat yang disebut antijamur (antifungal). Bubuk kering, tablet hisap, dan bentuk cair dari obat ini digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada mulut. Nystatin hanya dapat tersedia dengan resep dokter.

Obat ini tersedia dalam bentuk sediaan berikut:
1. Kapsul
2. Tablet
3. Suspensi

Indikasi

1. Candidiasis usus
2. Candidiasis orofaringeal
3. Candidiasis mulut
4. Profilaksis candidiasis
5. Untuk pencegahan bagi pasien yang rentan infeksi jamur topikal

Kontraindikasi
Pasien yang hipersensitif terhadap Nystatin

Dosis

Dosis obat ini akan berbeda pada setiap pasien, maka ikutilah petunjuk dokter atau petunjuk pada label. Jumlah obat yang dikonsumsi pasien tergantung pada kekuatan obat. Jumlah dosis setiap hari, waktu yang diberikan antara dosis, dan lama waktu mengonsumsi obat ini juga tergantung pada masalah medis yang dialami pasien. Informasi berikut hanya mencakup dosis rata-rata obat ini. Jika dosis yang telah digunakan berbeda, jangan mengubah dosis kecuali dokter yang menginstruksikannya.

1. Untuk bentuk teblet

a. Dewasa dan anak > 5 tahun
1 atau 2 tablet hisap atau 1 tablet 3-5 kali sehari sampai 14 hari

b. Anak-anak 0-5 tahun
Anak-anak dalam usia ini mungkin tidak dapat menggunakan tablet hisap atau tablet dengan aman. Anak pada usia ini lebih baik mengonsumsi Nystatin dalam bentuk suspensi.

2. Untuk bentuk sediaan suspensi

a. Dewasa dan anak > 5 tahun
4-6 ml (sekitar 1 sendok teh) 4 kali sehari

b. Balita
2 ml 4 kali sehari

c. Untuk bayi prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah
1 ml 4 kali sehari

Efek Samping

Seiring dengan efek yang diperlukan, obat dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping dapat terjadi, namun jika terjadi, mungkin memerlukan perhatian medis.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi biasanya tidak perlu perhatian medis. Efek samping ini dapat hilang selama pengobatan karena tubuh akan dapat menyesuaikan diri dengan obat. Dokter mungkin juga dapat memberitahu tentang cara untuk mencegah atau mengurangi beberapa efek samping.

Segera hubungi dokter jika terjadi efek samping, antara lain:
1. Diare
2. Mual atau muntah
3. Nyeri Perut

Penyimpanan

1. Simpan obat dalam wadah tertutup pada suhu kamar, jauh dari panas, kelembaban, dan cahaya langsung.
2. Jauhkan dari pembekuan.
3. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
4. Jangan menyimpan obat jika tidak diperlukan lagi atau menyimpan obat kadaluwarsa.
5. Bentuk tablet hisap dari obat ini sebaiknya disimpan di dalam kulkas.

Sumber: MayoClinic, Epharmapedia

(ir/ir)


Punya pengalaman menarik seputar diet ? Kirimkan disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit