
-
Kamis 17/05/2012 16:00 WIB
Ini Dia si Penghambat Orgasme -
Kamis 17/05/2012 14:01 WIB
Jerawatan Bikin Remaja Jadi Gampang Emosional -
Kamis 17/05/2012 12:03 WIB
Makan Sambil Minum Air Putih Bikin Orang Bijak Pilih Makanan -
Kamis 17/05/2012 10:59 WIB
Yang Perlu Dipahami dari Hipertensi -
Kamis 17/05/2012 09:46 WIB
Kisah Endang & Iis: Bersatu Karena Kanker, Terpisah Karena Kanker - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,069.000
-
Rp 2,763.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Blogdetik Ajak Blogger Bicara Seks
Mungkin untuk sebagian orang masih tabu untuk dibicarakan, namun sebenarnya memiliki sejuta permasalahan dan mengundang pertanyaan yang kadang kita bingung untuk memecahkannya
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 11:38 WIB
Penelitian: Banyak Makan Gula Bisa Bikin Otak Jadi Bodoh
Posted : matsuko
Konsultasi Kesehatan Bersama :Dr. Teguh Haryo Sasongko. MD. PhD
Artikel terkait :
- Berbahayakah Jika Suami Istri Sama-sama Berdarah O?
- Ingin Menikah Tapi Terdeteksi Punya Gen Thalassemia
- Apakah Menikahi Penderita Juling Berisiko Menurun ke Anak?
- Bisakah Transplantasi Sel Agar Kulit Jadi Putih?
- Anak Pertama Kena Cacat Wajah TCS, Bagaimana Risiko Anak ke-2?
- Besar untuk Masa Kehamilan (BMK, LGA, Large for Gestational Age)
- Benda Asing di Esofagus
- Alkaptonuria
Info Penyakit :
- Beraprost
- Bumetanide
- Cefotaxime
Info Obat :
Apakah Ada Efeknya Jika Rhesus Darah Suami Istri Sama?
(Foto: thinkstock)
Steven (Pria Menikah, 26 Tahun), fan_fanXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 175 cm dan Berat Badan 74 Kg
Jawaban
Penggolongan darah dengan sistem Rhesus berbeda dengan penggolongan darah dengan sistem ABO. Sistem Rhesus memiliki implikasi klinisnya sendiri. Secara prinsip, seseorang bisa memiliki Rhesus positif (Rh+) atau Rhesus negative (Rh-) pada permukaan sel darah merahnya.
Seseorang dengan Rh+ secara alami akan membentuk antibodi anti-Rhesus dalam darahnya. Sementara seseorang dengan Rh- tidak akan membentuk antibodi anti-Rh, kecuali terdapat pemicu yang sesuai.
Selama kehamilan sejumlah kecil darah bayi dapat memasuki sistem sirkulasi darah ibu. Demikian pula pada saat proses persalinan, sistem sirkulasi darah ibu dapat terpapar dengan darah bayi melalui luka-luka persalinan.
Dari penjelasan di atas, situasi yang berpotensi bahaya adalah bila seorang ibu hamil dengan Rh- memiliki janin dengan Rh+. Dalam situasi ini ibu akan membentuk antibodi anti-Rh yang dipicu oleh masuknya Rh+ dari darah bayi ke dalam sirkulasi ibu. Antibodi anti-Rh ini si ibu ini dapat menembus sirkulasi darah bayi dan menghancurkan sel-sel darah bayi.
Situasi ini dapat terjadi dengan gejala-gejala yang ringan yang hanya ditandai dengan anemia ringan pada bayi hingga parah yang dapat menyebabkan kematian bayi. Efek bahaya dari pembentukan antibodi anti-Rh ini dapat terjadi pada kehamilan pertama dimana bayinya Rh+, maupun pada kehamilan kedua (dengan antibodi yang dibentuk dari kehamilan pertama).
Oleh karena itu langkah-langkah pencegahan perlu dilakukan pada ibu hamil yang memiliki Rh-. Pencegahan dapat dilakukan dengan menyuntikkan antibodi anti-Rh kedalam sistem sirkulasi darah ibu selama kehamilan atau segera setelah persalinan.
Ini dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan sel-sel darah bayi dengan Rh+ yang beredar dalam sirkulasi ibu sebelum sistem imun ibu dapat mengenalinya dan membentuk antibodi anti-Rh dalam jumlah cukup besar untuk menimbulkan masalah bagi janin.
Status Rhesus seseorang (termasuk janin) ditentukan oleh kombinasi dari status Rhesus orang tuanya, dimana Rh+ dominan terhadap Rh-. Jadi jika ibu hamil memiliki Rh- dan suaminya Rh+, belum tentu bayinya akan memiliki Rh+, sebab masih ada kemungkinan ayah memiliki Rh- yang tidak dominan (tidak muncul) namun diturunkan pada anaknya dan berkombinasi dengan Rh- dari ibu sehingga menjadikan anaknya Rh-.
Jadi, kekhawatirannya justru bukan pada situasi dimana kedua suami istri memiliki status Rhesus yang sama. Jika kedua suami istri Rh-, maka janinnya pasti juga Rh- dan tidak ada kekhawatiran penyakit seperti disebutkan di atas.
Jika kedua suami istri Rh+, maka juga tidak perlu dikhawatirkan sebab apapun status Rhesus janinnnya, sistem imunitas ibu yang telah memiliki Rh+ tidak akan secara berlebihan terpicu untuk membentuk antibodi anti-Rh hanya dikarenakan janinnya memiliki Rh+.
dr. Teguh Haryo Sasongko, PhD
Ahli Genetika Molekuler, (peneliti dan pengajar) di Human Genome Center, School of Medical Sciences, Universiti Sains Malaysia, 16150 Kubang Kerian, Kota Bharu Kelantan, Malaysia.

(ir/ir)
BACA JUGA :









