
-
Kamis 24/05/2012 15:59 WIB
7 Makanan yang Membersihkan Hati Secara Alami -
Kamis 24/05/2012 15:13 WIB
Apa Efeknya Jika Bercinta Tiap Hari? -
Kamis 24/05/2012 13:00 WIB
7 Kebiasaan Sepele Orang Indonesia yang Ganggu Kesehatan Orang Lain -
Kamis 24/05/2012 14:02 WIB
Deteksi Gejala Stroke Pada Perempuan -
Kamis 24/05/2012 14:29 WIB
Tak Mau Minum Obat, Pasien TBC Dipenjarakan - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 572.000
-
Rp 2,801.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Jenis Olahraga Yang Dapat Mencegah Kanker
Kesimpulan tersebut didasarkan hasil uji mereka terhadap 190 partisipan pria yang telah melakukan biopsi prostat. Bahwasanya partisipan yang cukup aktif bergerak,
» Thread Pilihan

Kamis, 24/05/2012 12:27 WIB
Ajaib! Bocah Ini Berhasil Kalahkan 100 Tumor di Matanya
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Periksa Kolonoskopi Lebih Akurat Jika Dokter Dengarkan Mozart
- Tangan-tangan Dokter Bedah Diasuransi Hingga Rp 71 Miliar
- 6 Tanda Orang Perlu Mencari Dokter Gigi Baru
- Dokter Keluarga di Kanada Paling Banyak Melanggar Disiplin
- Dokter di AS Tak Rela Bersaing dengan Perawat Bergelar Doktor
- Aneurisma Aorta Abdominalis
- Anosmia
- Alergi Kulit
Info Penyakit :
- Cravox
- Cloxacillin
- Bupranolol
Info Obat :
Dokter Juga Tanya Google untuk Tangani Pasien
Putro Agus Harnowo - detikHealth
(Foto: getty images)
Sebagai perbandingan, terdapat 68 persen dokter yang mengatakan bahwa mereka sering membaca jurnal profesional dan 60 persen dokter sering berkonsultasi dengan rekan-rekannya.
Sebanyak 42 persen dokter mengatakan bahwa mereka sering mendapatkan informasi medis dari konferensi dan acara kesehatan, dan 42 persen mengatakan bahwa mereka sering mendapatkan informasi dari situs-situs kesehatan online.
Temuan survei juga mencatat bahwa 63 persen dari dokter melakukan perubahan diagnosis awal berdasarkan informasi baru yang diakses secara online. Sebanyak 90 persen dari dokter berpikir bahwa kemudahan akses terhadap sumber pengetahuan online tersebut telah meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan perawatan. Di lain pohak, sebanyak 12 persen dokter justru berpikir sebaliknya.
Seperti dilansir HuffingtonPost, Kamis (3/11/2011), survei ini melibatkan lebih dari 300 orang dokter yang menjadi anggota American Medical Association. Sekitar setengah dari responden adalah dokter perawatan primer dan setengah lainnya adalah dokter spesialis seperti spesialis radiologi, pengobatan darurat, neurologi, onkologi dan kebidanan atau ginekologi.
Pada tahun 2006, British Medical Journal mempublikasikan sebuah kajian yang menunjukkan bahwa Google adalah alat yang berguna dalam pelayanan dokter, terutama ketika sulit mendiagnosis suatu penyakit.
Para peneliti menemukan bahwa keakuratan Google dalam mendiagnosis penyakit sebesar 58 persen dan mengakui bahwa orang yang melakukan Googling sebenarnya juga memiliki pengetahuan dasar yang luas untuk mengetahui apa yang harus mencari.
Wall Street Journal juga mengomentari hasil survei tersebut. "Tidak ada yang mengatakan Google dan Yahoo tidak menunjukkan orang-orang berton-ton informasi yang berguna, hanya saja bisa jadi sulit untuk memilah gandum dari sekam. Namun sokter dapat menilai kualitas informasi kesehatan yang dicari lebih baik daripada rata-rata orang".
Dan tentu saja dokter bukanlah yang satu-satunya meng-googling informasi-informasi kesehatan. Sebuah survei yang dilakukan oleh Pew Research Center di AS menunjukkan bahwa 61 persen orang Amerika mencari informasi yang berkaitan dengan kesehatan secara online.
(ir/ir)
BACA JUGA :









