
-
Kamis 24/05/2012 15:59 WIB
7 Makanan yang Membersihkan Hati Secara Alami -
Kamis 24/05/2012 15:13 WIB
Apa Efeknya Jika Bercinta Tiap Hari? -
Kamis 24/05/2012 13:00 WIB
7 Kebiasaan Sepele Orang Indonesia yang Ganggu Kesehatan Orang Lain -
Kamis 24/05/2012 14:02 WIB
Deteksi Gejala Stroke Pada Perempuan -
Kamis 24/05/2012 14:29 WIB
Tak Mau Minum Obat, Pasien TBC Dipenjarakan - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,801.000
-
Rp 894.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Jenis Olahraga Yang Dapat Mencegah Kanker
Kesimpulan tersebut didasarkan hasil uji mereka terhadap 190 partisipan pria yang telah melakukan biopsi prostat. Bahwasanya partisipan yang cukup aktif bergerak,
» Thread Pilihan

Kamis, 24/05/2012 12:27 WIB
Ajaib! Bocah Ini Berhasil Kalahkan 100 Tumor di Matanya
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Pengobatan Rumah untuk Redakan Iritasi Kulit
- Penata Rambut Bisa Bantu Deteksi Dini Kanker Kulit
- Orang Indonesia Tak Perlu Repot-repot Putihkan Kulit
- Kulit Kering Bikin Mudah Kuman Masuk
- Campuran Kulit Manusia dan Sutra Laba-laba Bisa Jadi Anti Peluru
- Divertikulitis
- Fasiitis Vaskulitis
- Alergi Kulit
Info Penyakit :
- Cetirizine 10 mg
- Atorvastatin
- Aloclair Gel
Info Obat :
Obat untuk Stop Penuaan Makin Menjanjikan
Adelia Ratnadita - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Jika obat-obat ini telah berhasil dibuat diyakini akan banyak menarik perhatian banyak orang. Bahkan obat tersebut dapat menjadi obat yang paling laris.
Meskipun temuan tersebut masih merupakan temuan awal dan baru diujicobakan pada tikus laboratorium, namun diharapkan penelitian tersebut dapat menjadi cikal bakal ditemukannya obat anti penuaan di masa mendatang.
Jumlah sel tua yang telah berhenti membelah akan semakin menumpuk secara alami seiring dengan bertambahnya usia. Para ilmuwan percaya bahwa temuan ini akan dapat bermanfaat untuk perawatan orang lanjut usia.
Para ahli mengatakan hasil penelitian tersebut menarik, namun tetap harus diterapkan dengan sangat hati-hati. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan di Nature.
Penelitian tersebut berfokus pada apa yang dikenal sebagai senescent cells. Sel tersebut berhenti membelah untuk menjadi sel-sel baru dan memiliki peran penting dalam mencegah perkembangan tumor.
Sel-sel tersebut disingkirkan oleh sistem kekebalan tubuh, tetapi jumlah sel tersebut semakin banyak seiring bertambahnya usia. Para peneliti memperkirakan sekitar 10 persen dari sel-sel pada orang lanjut usia merupakan senescent cells.
Para ilmuwan dari Mayo Clinic di Amerika Serikat telah menemukan cara untuk membunuh atau menyingkirkan semua senescent cells pada percobaan tikus yang direkayasa secara genetis. Tikus-tikus tersebut akan lebih cepat menua daripada biasanya.
Ketika tikus-tikus tersebut diberi obat, senescent cells akan mati. Para peneliti mengamati pada 3 gejala usia tua, yaitu:
- Pembentukan katarak di mata
- Melemahnya jaringan otot
- Hilangnya timbunan lemak di bawah kulit
Seperti dilansir dari BBCNewsHealth, Kamis (3/11/2011), para peneliti mengatakan timbulnya gejala-gejala penuaan tersebut secara signifikan dapat tertunda ketika tikus-tikus penelitian diberi obat tersebut.
Obat tersebut diberikan setelah tikus memenuhi kriteria usia, sehingga ada peningkatan fungsi otot. Salah satu peneliti Dr. Jan van Deursen mengatakan pihaknya sangat terkejut dengan efek yang sangat signifikan tersebut.
Pengobatan tidak berpengaruh pada umur, tetapi hal tersebut mungkin karena jenis tikus yang digunakan dalam penelitian adalah tikus rekayasa genetika. Penelitian tersebut sangat menarik bagi banyak orang karena dapat memperlambat tanda-tanda penuaan pada manusia. Namun, senescent cells tidak dapat hanya disingkirkan sepenuhnya dari manusia.
"Saya sangat optimis bahwa obat tersebut benar-benar dapat memiliki efek positif yang signifikan. Sebenarnya tiap orang yang masih cukup muda telah membunuh atau menyingkirkan senescent cells mereka, karena hal tersebut merupakan mekanisme alami tubuh. Jika seseorang dapat mengutamakan sistem kekebalan tubuh, atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh meskipun sedikit. Hal tersebut dapat menyebabkan mekanisme penyingkiran senescent cells. Atau dengan mengembangkan obat yang menargetkan senescent cells," kata Dr. Deursen.
Sementara Dr Yesus Gil dari Medical Research Council's clinical science centre mengatakan temuan tersebut harus diterapkan dengan hati-hati karena masih merupakan temuan awal. Tentunya penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi dan mendukung temuan tersebut.
"Namun penelitin tersebut merupakan sebuah studi yang menarik. Karena berdasarkan temuan tersebut berarti dengan menyingkirkan senescent cells maka dapat meningkatkan sifat fisik (fenotip) yang berhubungan dengan penuaan dan meningkatkan kualitas hidup pada orang usia lanjut," kata Dr Gil.
(ir/ir)
BACA JUGA :









