Karbohidrat Bikin Ngantuk, Protein Bikin Terjaga
Senin, 21/11/2011 12:18 WIB
(Foto: thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Jika karbohidrat sederhana bisa meningkatkan energi, tapi bisa menurunkannya dengan cepat yang mengakibatkan tubuh lemas dan sering menguap, peneliti kini menemukan manfaat protein yang tak bikin ngantuk. Protein dapat merangsang sel-sel otak tertentu yang bisa membuat orang terjaga.
Protein juga merangsang sel-sel otak tertentu untuk dapat membakar kalori, sehingga dapat menjaga seseorang tetap langsing. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Neuron edisi 17 November 2011.
"Hasil penelitian tersebut akan dapat meningkatkan pemahaman mengenai obesitas dan gangguan tidur," kata Dr Denis Burdakov dan rekannya, dari University of Cambridge, Inggris.
Sel orexin di otak mengirim sinyal listrik yang merangsang tubuh agar tetap terjaga dan memerintahkan tubuh untuk menggunakan energi dan membakar kalori.
"Pola tidur, kesehatan, berat badan, serta pola makan yang buruk dapat mengakibatkan obesitas. Impuls listrik yang dipancarkan oleh sel-sel orexin dapat merangsang agar tetap terjaga dan memberitahu tubuh untuk membakar kalori," kata Dr Burdakov seperti dilansir dari MedicalNewsToday, Senin (21/11/2011).
Sel orexin di hipotalamus otak mengeluarkan stimulan yang disebut orexin atau hypocretin. Stimulan tersebut akan mengatur keseimbangan energi dan menjaga seseorang tetap terjaga. Kehilangan sel unik tersebut dapat menyebabkan narkolepsi (penyakit gampang tertidur) dan peningkatan berat badan.
Narkolepsi merupakan gangguan tidur kronis yang ditandai dengan rasa kantuk luar biasa di siang hari dan serangan tidur tiba-tiba. Orang dengan narkolepsi sering menemukan kesulitan untuk tetap terjaga dalam jangka waktu yang lama.
Burdakov dan rekan membandingkan efek nutrisi yang berbeda pada sel orexin. Mereka menemukan bahwa, asam amino dari protein dapat lebih meningkatkan kerja orexin daripada nutrisi lainnya.
"Sel orexin atau hypocretin dirangsang oleh nutrisi yang berhubungan dengan campuran asam amino, seperti ditunjukkan dalam studi tikus percobaan," kata Dr Burdakov.
Dalam penelitian tersebut, peneliti fokus pada sel-sel orexin yang agak sulit dipahami pada tikus dengan rekayasa genetik agar memiliki sel-sel orexin. Mereka kemudian memberikan nutrisi yang berbeda, termasuk campuran asam amino yang mirip dengan putih telur. Kemudian impuls sel orexin diamati dengan fluoresensi.
Pada penelitian yang telah dilakukan sebelum penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa glukosa memblokir aktivitas sel-sel orexin. Hal tersebut menunjukkan bahwa glukosa merupakan penyebab kantuk setelah makan. Jadi dalam penelitian tersebut para peneliti juga melihat interaksi antara gula dan protein.
Asam amino akan dicegah oleh glukosa dengan menghalangi aktivitas sel orexin. Adanya konsentrasi fisiologis asam amino ditekan oleh respon glukosa dari sel orexin atau hypocretin.
"Dengan kata lain, tampaknya protein dapat melawan kantuk setelah makan yang disebabkan oleh gula atau karbohidrat. Sel-sel orexin sensitif terhadap keseimbangan gizi, bukan hanya kandungan kalori bersih dari cairan yang mengelilingi sel tersebut," kata para peneliti.
Hasil penelitian tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa orang tampak lebih terjaga setelah makan tinggi protein daripada setelah makan tinggi karbohidrat.
"Meskipun dua makanan mungkin berisi jumlah kalori yang sama, namun dengan menambah sedikit protein akan memerintahkan tubuh untuk membakar kalori lebih banyak dari yang dikonsumsi," kata Dr. Burdakov.
Hasil penelitian tersebut menarik karena memberikan pemikiran rasional mengenai cara untuk mengaktifkan sel-sel otak tertentu untuk menjadi lebih atau kurang aktif, hanya dengan mengubah makanan yang kita makan.
Tampaknya bahwa beberapa sel-sel otak setidaknya dapat menanggapi komposisi diet. Masih diperlukan informasi yang lebih baik mengenai bagaimana diet dapat mempengaruhi keinginan tidur. Hasil penelitian tersebut juga dapat berguna untuk mengatasi masalah gangguan tidur dan obesitas.
(ir/ir)
Protein juga merangsang sel-sel otak tertentu untuk dapat membakar kalori, sehingga dapat menjaga seseorang tetap langsing. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Neuron edisi 17 November 2011.
"Hasil penelitian tersebut akan dapat meningkatkan pemahaman mengenai obesitas dan gangguan tidur," kata Dr Denis Burdakov dan rekannya, dari University of Cambridge, Inggris.
Sel orexin di otak mengirim sinyal listrik yang merangsang tubuh agar tetap terjaga dan memerintahkan tubuh untuk menggunakan energi dan membakar kalori.
"Pola tidur, kesehatan, berat badan, serta pola makan yang buruk dapat mengakibatkan obesitas. Impuls listrik yang dipancarkan oleh sel-sel orexin dapat merangsang agar tetap terjaga dan memberitahu tubuh untuk membakar kalori," kata Dr Burdakov seperti dilansir dari MedicalNewsToday, Senin (21/11/2011).
Sel orexin di hipotalamus otak mengeluarkan stimulan yang disebut orexin atau hypocretin. Stimulan tersebut akan mengatur keseimbangan energi dan menjaga seseorang tetap terjaga. Kehilangan sel unik tersebut dapat menyebabkan narkolepsi (penyakit gampang tertidur) dan peningkatan berat badan.
Narkolepsi merupakan gangguan tidur kronis yang ditandai dengan rasa kantuk luar biasa di siang hari dan serangan tidur tiba-tiba. Orang dengan narkolepsi sering menemukan kesulitan untuk tetap terjaga dalam jangka waktu yang lama.
Burdakov dan rekan membandingkan efek nutrisi yang berbeda pada sel orexin. Mereka menemukan bahwa, asam amino dari protein dapat lebih meningkatkan kerja orexin daripada nutrisi lainnya.
"Sel orexin atau hypocretin dirangsang oleh nutrisi yang berhubungan dengan campuran asam amino, seperti ditunjukkan dalam studi tikus percobaan," kata Dr Burdakov.
Dalam penelitian tersebut, peneliti fokus pada sel-sel orexin yang agak sulit dipahami pada tikus dengan rekayasa genetik agar memiliki sel-sel orexin. Mereka kemudian memberikan nutrisi yang berbeda, termasuk campuran asam amino yang mirip dengan putih telur. Kemudian impuls sel orexin diamati dengan fluoresensi.
Pada penelitian yang telah dilakukan sebelum penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa glukosa memblokir aktivitas sel-sel orexin. Hal tersebut menunjukkan bahwa glukosa merupakan penyebab kantuk setelah makan. Jadi dalam penelitian tersebut para peneliti juga melihat interaksi antara gula dan protein.
Asam amino akan dicegah oleh glukosa dengan menghalangi aktivitas sel orexin. Adanya konsentrasi fisiologis asam amino ditekan oleh respon glukosa dari sel orexin atau hypocretin.
"Dengan kata lain, tampaknya protein dapat melawan kantuk setelah makan yang disebabkan oleh gula atau karbohidrat. Sel-sel orexin sensitif terhadap keseimbangan gizi, bukan hanya kandungan kalori bersih dari cairan yang mengelilingi sel tersebut," kata para peneliti.
Hasil penelitian tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa orang tampak lebih terjaga setelah makan tinggi protein daripada setelah makan tinggi karbohidrat.
"Meskipun dua makanan mungkin berisi jumlah kalori yang sama, namun dengan menambah sedikit protein akan memerintahkan tubuh untuk membakar kalori lebih banyak dari yang dikonsumsi," kata Dr. Burdakov.
Hasil penelitian tersebut menarik karena memberikan pemikiran rasional mengenai cara untuk mengaktifkan sel-sel otak tertentu untuk menjadi lebih atau kurang aktif, hanya dengan mengubah makanan yang kita makan.
Tampaknya bahwa beberapa sel-sel otak setidaknya dapat menanggapi komposisi diet. Masih diperlukan informasi yang lebih baik mengenai bagaimana diet dapat mempengaruhi keinginan tidur. Hasil penelitian tersebut juga dapat berguna untuk mengatasi masalah gangguan tidur dan obesitas.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Rabu,19/06/2013 20:08 WIB
Jepang Kembangkan Organ Vital Manusia dari Rahim Hewan
-
Rabu,19/06/2013 19:06 WIB
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Rabu,19/06/2013 18:36 WIB
Yuk Jadi Konsumen Cerdas dengan Rajin Baca Keterangan di Label Makanan
-
Rabu,19/06/2013 18:13 WIB
Takut Kena Kanker karena Kemaluan Terasa Sakit Setelah Ejakulasi
-
Rabu,19/06/2013 18:00 WIB
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Rabu,19/06/2013 17:48 WIB
Obati Penyakit Tak Cukup Follow Akun Dokter, Tapi Perlu Periksa
-
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Kenali Risiko yang Mungkin Terjadi Jika Ibu Hamil Tidur Ngorok
-
Ini Dia Ciri-ciri Orang yang Kalau Tidur Ngorok
-
Mengapa Suara Mengorok Bisa Berbeda-beda?
-
Terus-terusan Tidur Ngorok? Ini Dampaknya
-
Rabu, 19/06/2013 18:55 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Rabu, 19/06/2013 17:59 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Rabu, 19/06/2013 19:24 WIB
Mastectomy Bra, Bra Seksi untuk Wanita 'Tak Berpayudara'
-
Rabu, 19/06/2013 17:25 WIB
Bra Ini Diciptakan karena Tak Semua Orang Mau Telanjang di Ruang Operasi
-
Rabu, 19/06/2013 18:13 WIB
Takut Kena Kanker karena Kemaluan Terasa Sakit Setelah Ejakulasi
-
Rabu, 19/06/2013 16:03 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Ini Dia Ciri-ciri Orang yang Kalau Tidur Ngorok
-
Rabu, 19/06/2013 18:27 WIB
Yuk Jadi Konsumen Cerdas dengan Rajin Baca Keterangan di Label Makanan
-
Rabu, 19/06/2013 17:09 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Kenali Risiko yang Mungkin Terjadi Jika Ibu Hamil Tidur Ngorok
-
35 Komentar
-
18 Komentar
-
16 Komentar
-
16 Komentar
-
15 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Rabu, 19/06/2013 11:08 WIB
Pasangan Anda Tidur Mengorok? Lakukan Langkah Ini Agar Tak Terganggu
-
Rabu, 19/06/2013 10:33 WIB
Meski Tak Bisa Melihat, Ini 7 Tunanetra Paling Mengagumkan di Dunia
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_5.gif)



