detikhealth

Immi Tetap Harus Tes HIV Jika Ingin Sekolah di SD Don Bosco

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jumat, 02/12/2011 12:33 WIB
Immi Tetap Harus Tes HIV Jika Ingin Sekolah di SD Don Bosco(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Keluarga Immi yang ditolak masuk SD Don Bosco 1 Kelapa Gading karena ayahnya HIV positif baru saja bertemu dengan pihak sekolah dan yayasan. Ibunda Immi menyebutkan pihak yayasan tetap menghendaki putrinya menjalani tes HIV dan harus terbukti negatif agar bisa diterima di sekolah tersebut.

Zipporah Imogen Divine adalah putri dari Fajar Jasmin Sugandhi, seorang penulis yang terinfeksi HIV positif. Immi, panggilan akrabnya, tidak terinfeksi HIV seperti ayahnya, namun ia tetap menerima diskriminasi karena menjadi anak seorang yang terinfeksi HIV.

Immi yang baru saja diterima di SD Don Bosco 1 Kelapa Gading, tiba-tiba saja ditolak dan penerimaannya dibatalkan hanya melalui pesan singkat (SMS), Kamis lalu (1/12/2011). Pihak sekolah beralasan membatalkan keputusan menerima Immi karena beberapa calon orangtua siswa menolak keberadaan Immi.

Pada Jumat siang ini, keluarga Immi bertemu dengan pihak sekolah dan Yayasan Panca Dharma yang membawahi SD Don Bosco 1 Kelapa Gading. Namun pihak yayasan tetap bersikeras keluarga Immi harus menyerahkan hasil tes HIV dan membuktikan hasilnya negatif.

"Pihak Yayasan Panca Dharma menegaskan bahwa sikap mereka tetap meminta Immi menyerahkan hasil tes HIV & harus terbukti negatif untuk dapat diterima," tulis Leonnie F Merinsca, ibunda Immi, lewat akun twitternya @LeonnieFM, Jumat (2/12/2011).

Menurutnya, pihak yayasan menganggap tindakan tersebut bukanlah diskriminatif karena akan diberlakukan kepada orangtua lain yang mengakui anaknya berpenyakit menular.

Bahkan ditambahkan oleh pihak yayasan bahwa calon siswa lain yang mengakui berpenyakit menular lain tidak akan diterima bersekolah di Don Bosco.

"Pertanyaan saya adalah jika sikap tersebut diberlakukan oleh semua lembaga pendidikan, akan ada berapa juta anak Indonesia yang tidak bisa bersekolah?," tulis Leonnie.

Sebelumnya, SMS dilayangkan oleh pihak sekolah kepada orangtua Immi pada 1 Desember 2011, yang isinya:

Yth Bpk/Ibu orangtua Zipporah Imogen Divine. Setelah rapat dengan Team dan Koord Penerimaan Siswa Baru yayasan kami dengan berat hati memutuskan bahwa kami membatalkan keputusan menerima Imi sebagai calon siswa SDDon Bosco 1 Kelapa Gading. Hal ini disebabkan beberapa calon orangtua siswa lain menolak keberadaan Imi. Mohon maaf dan pengertiannya. Hartanto SD DB 1.
 
Tanggapan dari pihak yayasan

Pihak Yayasan Panca Dharma dalam wawancara di Metro TV mengakui bahwa tindakan kepala sekolah yang memberitahu orangtua hanya melalui pesan singkat (SMS) adalah tindakan yang salah dan mereka telah meminta maaf untuk tindakan tersebut.

"Prosedur SMS itu salah, masa memberitahu orangtua melalui SMS harusnya pakai surat tertulis. Yang mengirimkan SMS dari kepala sekolah dan kita sudah meminta maaf untuk itu," jelas Paul Yosa Handoko, selaku Kabid Pendidikan Yayasan Panca Dharma.

Namun pihak yayasan tetap menegaskan meminta surat kesehatan Immi, yang membuktikan bahwa Immi negatif terinfeksi HIV.

"Kita minta surat kesehatan, kalau misalnya benar positif HIV, saya rasa butuh penanganan khusus sedangkan sekolah kan tidak bisa memberikan penanganan khusus itu," ujar Paul.

Yayasan Panca Dharma saat ini masih mempertimbangkan permintaan orangtua Immi dan diberi waktu selama 2x24 jam.






(mer/ir)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit