detikhealth

Korban Anoreksia Terparah yang Akhirnya Tak Bisa Bertahan Hidup

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jumat, 16/12/2011 17:03 WIB
Korban Anoreksia Terparah yang Akhirnya Tak Bisa Bertahan HidupKate Chilver (dok. dailymail)
London, Orang anoreksia biasanya makan sangat sedikit dan olahraga berlebihan sehingga tak heran bila tubuhnya akan sangat kurus. Tapi saking parahnya, wanita yang sudah mengalami anoreksia selama 16 tahun tak lagi bisa bertahan dan akhirnya meninggal dunia.

Berat badan Kate Chilver (31 tahun) hanya 29,8 kg dan tubuhnya beritu kurus hingga bagian perut dan ususnya 'mati' karena kurangnya pasokan darah. Nyawanya akhirnya tidak tertolong lagi setelah berjuang melawan gangguan makan anoreksia selama 16 tahun.

Saking kurusnya, tulang wajah Kate terlihat sangat menonjol. Tubuhnya bahkan terlihat hanya seperti tulang terbungkus kulit. Dokter mengatakan kasus anoreksia Kate adalah salah satu kasus yang terburuk, karena belum pernah ada kasus seperti ini sebelumnya.

Menurut dokter, selama 2 dekade (20 tahun) berat badan Kate yang berasal dari Ealing, London, ini selalu dibawah batas normal yang berbahaya. BMI (body mass index) yang sehat adalah antara 20 hingga 25, bila kurang dari 15 maka bisa dikategorikan anoreksia parah. BMI Kate bahkan lebih kecil dari 12 dan pernah hanya mencapai angka 9.

"Saya tahu Kate sejak ia dirujuk ke layanan kami pada tahun 2004. Dia mulai sakit anoreksia sejar sekitar usia 12 tahun. Dia adalah pasien anoreksia terparah yang pernah saya temui," jelas Dr Frances Connan, psikolog konsultan di Vincent Square Clinic, London, seperti dilansir Dailymail, Jumat (16/12/2011).

Menurut Dr Connan, Kate BMI Kate pernah mencapai angka 9, padahal sangat langka ada orang dengan BMI dibawah 10. Dokter akhirnya memberi Kate makan melalui tabung untuk meningkatkan kesehatannya, tetapi semua upaya dokter gagal.

Ia pernah sembuh dan diperbolehkan pulang, namun setelah 6 bulan berat badannya dengan cepat turun kembali, hingga akhirnya masuk ke dalam tingkatan yang dapat mengancam nyawa. Ia akhirnya harus dikirim kembali ke unit gangguan makan.

Selama 16 tahun menderita anoreksia, Kate tidak pernah merespons obat-obatan, ia juga tidak mampu terlibat dalam psikoterapi.

Saat dilakukan pemeriksaan post mortem (otopsi), petugas medis rumah sakit menemukan bahwa berat jantungnya kurang dari setengah dari berat seharusnya dan berat badanya kurang dari 30 kg.

Petugas juga menemukan bahwa jaringan dalam usus dan perutnya telah mati karena sirkulasi darah yang buruk. Hal ini terjadi karena arteri telah tertutup dari tekanan di dalam tubuh, karena tidak adanya lemak intra-abdomen untuk 'bantalan'.

"Apa yang terjadi dengan Kate adalah komplikasi yang sangat jarang dan tak terduga. Pembuluh darah biasanya berbantal oleh lemak tapi Kate tidak memiliki lemak intra-abdominal untuk menyediakan itu," jelas Dr Fiona Wilcox, coroner anoreksia nervosa.




(mer/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close