
-
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Kamis 17/05/2012 16:00 WIB
Ini Dia si Penghambat Orgasme -
Jumat 18/05/2012 10:08 WIB
Wanita Tercantik di Dunia Dianggap Tak Pantas Gemuk Usai Melahirkan -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 469.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Dr Alfreth Langitan, Pionir Vasektomi di Sulawesi
- Dr Chaidir Mochtar yang Piawai Tangani Cangkok Ginjal
- Prof Dr Farid A Moeloek, SpOG Jadi Dokter Karena Terpaksa
- Dr Irawati yang Tertarik Nyemplung di Dunia Epilepsi
- Dr Rino Gani, Dokter si Penawar Sakit Hati
- Anodonsia
- Bengkak
- Bintik Biru Mongolia
Info Penyakit :
- Cefradine
- Beraprost
- Ampicillin 500 mg
Info Obat :
Doctor's Life
dr Andre Pontoh yang Jatuh Cinta dengan Lutut
Vera Farah Bararah - detikHealth
dr Andre Pontoh (dok: detikHealth)
dr Andre mengaku sangat senang belajar tentang lutut, karena lutut itu penting untuk aktivitas sehari-hari sehingga kalau seseorang sakit lutut maka ia tidak bisa kemana-mana.
"Bayangkan saja kalau kita sakit lutut enggak bisa kemana-mana, bete banget tuh enggak bisa ngapa-ngapain," ujar dr Andre ketika ditemui detikHealth seperti ditulis Selasa (24/1/2012).
dr Andre menuturkan jika lutut sakit maka setiap kali seseorang melakukan gerakan maka lututnya pasti berpengaruh, kondisi ini membuat jalan sedikit saja sudah terasa sakit dan tersiksa.
"Saya pernah sakit lutut jadi saya tahu bagaimana rasanya. Coba deh melakukan sesuatu yang tidak menggunakan lutut, itu setengah mati melakukannya," ujar dokter yang berpraktek di RS Pondok Indah, Jakarta.
dr Andre pertama kali mempelajari lutut setelah ia lulus dari spesialis ortopedi di tahun 1998 di FK UI. Kemudian oleh Prof Sularto ia dianjurkan untuk belajar mengenai lutut.
"Waktu itu beliau bilang 'Kamu tuh harus belajar lutut', diinstruksikan seperti itu saya sebagai murid sangat respect, beliau juga kirim saya ke Melbourne, Australia untuk belajar lutut," ungkapnya.
Meski awalnya dr Andre 'terpaksa' belajar mengenai lutut, tapi saat ini ia mengaku sangat senang menjalaninya dan ia masih terus belajar mengenai lutut. Bahkan dalam 1 tahun ia bisa melakukan operasi lutut hingga 400 kali.
"Orang yang sakit tangan atau bahu masih bisa pergi kemana-mana, tapi kalau orang sudah sakit di lutut maka ia enggak bisa kemana-mana, cuma bisa di rumah saja," ujar dokter yang pernah mendapat penghargaan Victor Chang Fellowship Awards, Australia tahun 2000.
dr Andre mengungkapkan di bidang ortopedi ada moto 'Life is movement, movement is life'. Jadi bayangkan kalau seseorang tidak bisa move atau bergerak. maka bisa dibayangkan kaya apa itu, seperti tidak ada kehidupan.
"Saya ingin nantinya lebih banyak lagi dokter ortopedi yang mempelajari lutut, karena saat ini tidak sampai 10 persen dokter ortopedi yang belajar lutut," ujar dr Andre.
Menjadi dokter karena melihat sang ayah
"Alasan ingin jadi dokter mungkin karena saya lihat ayah saya. Ayah saya ahli bedah umum, dr Pontoh, mungkin dari situ mulainya saya terinspirasi jadi seorang dokter," ujar dokter dari 2 anak ini.
Dokter yang senang dengan fotografi ini mengaku sangat senang menjalani kehidupannya sebagai seorang dokter dan ia pun mengungkapkan bahwa semua pasien yang datang padanya adalah istimewa.
"Saya mencintai pasien-pasien saya, karena pasien membuat saya hidup bukan dalam arti finansial. Tapi saya merasa punya peran dalam hidup mereka, karena bisa membantu mereka menikmati hidupnya, dan itu sangat berharga buat saya," ungkapnya.
Disela-sela kesibukannya, dr Andre masih sempat melakukan hobinya yaitu fotografi. Objek untuk fotonya pun bermacam-macam, namun ia mengaku senang memoto orang secara candid atau tidak disadari oleh orang tersebut. Menurutnya manusia unik dan dengan foto-foto ini bisa melihat manusia seutuhnya.
"Foto-foto ini bukan untuk dipublish, tapi hanya untuk kesenangan sendiri saja kalau dicetak itu lucu-lucu," ujar dr Andre.
Selain itu dokter yang senang mengonsumsi ikan ini harus rutin melakukan olahraga setiap harinya untuk menjaga bentuk tubuhnya agar tetap ideal dan tidak gemuk, sehingga bisa jadi contoh untuk pasiennya.
"Hampir sebagian besar pasien saya harus menurunkan berat badan, nah kalau dokternya gemuk bagaimana ia menyarankan pasiennya untuk turunkan berat badan. kalau pasien datang 'Bu, turunkan berat badannya ya' pasien pasti bilang 'Lah dokternya aja gemuk'," ujar dr Andre sambil tertawa.
Selain melakukan fotografi, saat akhir pekan dr Andre pun lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan diri sendiri. Ia pun membebaskan kedua anaknya untuk memiliki cita-cita masing-masing.
Biodata
Nama
dr Ludwig Andre Pontoh, SpOT
Pendidikan
Pendidikan kedokteran umum di FKUI, Jakarta tahun 1987
Pendidikan spesialis bedah ortopedi di FKUI, Jakarta tahun 1996
Fellowship untuk Arthroscopy & Sport Medicine di Melbourne, Australia tahun 2000
CME: University of UTAH School of Medicine for Arthroscopy & Reconstruction Surgery, 2001
Penghargaan
Victor Chang Fellowship Awards, Australia tahun 2000
Pekerjaan
Ketua Post Graduated Fellowship Program, Indonesian Hip & Knee Society
Instruktur klinis untuk The Orthopaedic Training Program of University of Indonesia
Konsultan medis di FK Trisakti, Jakarta
Organisasi
Asia Pacific Orthopaedic Society for Sports Medicine (APOSSM)
Asean Orthopaedic Association (AOA)
Asean Arthroplasty Association (AAA)
Indonesian Hip & Knee Society (IHKS)
Indonesian Orthopaedic Association (IOA)
Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
(ver/ir)
BACA JUGA :









