
-
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Kamis 17/05/2012 16:00 WIB
Ini Dia si Penghambat Orgasme -
Jumat 18/05/2012 10:08 WIB
Wanita Tercantik di Dunia Dianggap Tak Pantas Gemuk Usai Melahirkan -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 469.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Surat Bocah yang Sembuh Kanker: Saya Tahu Saya Tidak akan Mati
- Tinggi Badan Bertambah Setelah Tulang Belakang Diluruskan
- Balita Ditolak Dapat Donor Ginjal Karena Cacat Mental
- Meninggal Dipelukan sang Ibu Akibat Penyakit Kulit Langka
- Dokter Diam-diam Curi & Simpan Otak Bayi di RS Selama 13 Tahun
- Biduran/Kaligata
- Bisu Selektif
- Acne Rosacea
Info Penyakit :
- Chlorpropamide
- Cefradine
- Cefotaxime
Info Obat :
13 Kali Salah Diagnosis, Begitu Ketahuan Kanker Usus Parah
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Ruth McDonagh (dok. dailymail)
Catatan medis menunjukkan Ruth McDonagh (46 tahun) sudah 13 kali bolak-balik berkonsultasi dengan dokter umum, namun dokter tak juga bisa menemukan penyebab sakit yang luar biasa di perutnya. Dokter hanya menyuruhnya mandi air hangat dan mengganti menu makanannya.
Ketika sakit yang dirasakannya tak lagi tertahankan hingga ia tak mampu makan, dokter bahkan hanya memberinya resep obat herbal dan mengatakan penyakitnya karena alasan neurotik.
Tapi saat didiagnosis pada Januari tahun lalu, dokter akhirnya menemukan tumor ganas (kanker) di ususnya yang telah berkembang ke tahap paling akhir, yang hampir mustahil diobati. Kanker dengan 10 cm bahkan telah menyebar ke bagian tulang belakang dan sangat mungkin membunuhnya.
Satu-satunya harapan adalah dengan operasi yang akan melibatkan pengangkatan tumor dengan bagian dari tulang punggungnya, tapi McDonagh belum mampu menemukan seorang ahli bedah yang mampu melakukannya.
Kesempatannya untuk bertahan hidup sangat rendah dan jika pun ia melakukan operasi, maka ia tidak akan dapat menggunakan bagian bawah tubuhnya.
"Aku tahu gejala kanker usus jadi aku kembali lagi dan lagi, tapi aku tidak bisa mendapatkan siapa pun yang menganggapnya serius. Mereka meremehkannya. Aku merasakan sakit luar biasa seperti itu dan aku tidak bisa makan. Jelas ada sesuatu yang serius dan salah denganku," jelas Ruth McDonagh yang berasal dari Enfield, North London, seperti dilansir Dailymail, Selasa (24/1/2012).
McDonagh pertama kali mengunjungi dokter pada bulan Desember 2008, ketika dia mengeluh karena perdarahan. Dia bertanya kepada dokter apakah itu bisa disebabkan karena kanker usus, tetapi dokter memberitahunya gejala tersebut hanya karena masalah pencernaan.
Selama dua tahun berikutnya, ia mengunjungi dokter lain di Potters Bar dan Enfield sebanyak 12 kali, ia masih mengeluhkan gejala yang sama yaitu kembung dan nyeri perut.
Pada Juni 2009, ia dirujuk ke Chase Farm Hospital untuk melakukan X-ray, yang kemudian ditemukan beberapa kelainan usus. Tapi beberapa hari kemudian, ketika ia mengunjungi dokternya lagi, dia diberitahu untuk melakukan mandi air hangat dan minum cairan hangat. Baru pada diagnosis Januari 2011, dokter menemukan ada kanker di ususnya.
"Dia merasa sangat kuat untuk membawa gejala kunci agar menjadi perhatian bagi para profesional medis. Pada saat ia didiagnosis (kanker usus), banyak perawatan tidak lagi tersedia baginya," jelas Iona Millais, pengacara di Russell Jones and Walker.
Karena belum menemukan dokter yang sanggup membantunya, McDonagh telah meluncurkan sebuah situs web, www.helpruthie.co.uk, untuk mengumpulkan dana dan mencari dokter yang mau sukarelawan melakukan operasi yang dapat menyelamatkannya.
"Kalau bukan untuk anakku, aku mungkin menyerah, tapi aku harus terus berjuang demi dirinya," tegas McDonagh.
Bila tak bisa sembuh, yang paling dikhawatirkan McDonagh adalah putranya Brandon yang baru berusia 11 tahun. Ia sudah menginstruksikan pengacara untuk mengkompilasi klaim kompensasi terhadap NHS untuk membantu merawat putranya kelak.
"Siapa yang akan merawat anakku kalau aku pergi? Ini mengerikan baginya. Dia mengalami mimpi buruk dan bahkan menulis ke Santa untuk memintaku sembuh. Ini memilukan," lanjut McDonagh.
(mer/ir)
BACA JUGA :









