
-
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Kamis 17/05/2012 16:00 WIB
Ini Dia si Penghambat Orgasme -
Jumat 18/05/2012 10:08 WIB
Wanita Tercantik di Dunia Dianggap Tak Pantas Gemuk Usai Melahirkan -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 469.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- 3 Tahun Kena HIV, Pria Bercinta Tanpa Kondom dengan 3000 Orang
- Bikin Tato di Bali, 1 Orang Australia Kena HIV
- Wah! Protein di Air Mani Tempat Favorit Berkembangnya Virus HIV
- Ibu Hamil Wajib Tes HIV Jika Suami Suka Jajan atau Ngobat
- Hentikan Dulu Diskriminasi, Baru Bisa Stop Penyebaran AIDS
- HIV-AIDS
Info Penyakit :
- RAPID TEST SD BIOLINE HIV 1/2 3.0
Info Obat :
Tak Perlu Pakai Darah, Tes HIV Kini Bisa Lewat Gusi
Merry Wahyuningsih - detikHealth
(dok. richmondconfidential.org)
Sebuah studi baru yang dilakukan peneliti di McGill University, Quebec, menemukan bahwa HIV bisa dideteksi dengan alat yang ditempelkan ke gusi. Alat tersebut diberi nama OraQuick HIV1/2.
Dengan membandingkan lima penelitian di seluruh dunia, peneliti menemukan bahwa alat ini 99 persen akurat untuk pengujian HIV di populasi berisiko tinggi dan 97 persen pada populasi berisiko rendah.
OraQuick HIV1/2 tidak menggunakan air liur melainkan menyerap antibodi secara langsung dari pembuluh darah di selaput lendir mulut. Alat tes akan menarik antibodi HIV dari jaringan di pipi dan gusi, Anda cukup menunggu 20 menit untuk melihat hasilnya.
"Pengujian adalah landasan pencegahan, pengobatan dan strategi perawatan. Walaupun penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pengujian berbasis cairan OraQuick HIV1/2 memiliki janji besar, kami yang pertama yang mengevaluasi potensi di tingkat global," jelas Dr Nitika Pant Pai, pemimpin studi dari McGill University, seperti dilansir Dailymail, Rabu (25/1/2012).
Hasil studi yang diterbitkan dalam The Lancet Infectious Diseases edisi minggu ini, memiliki implikasi besar bagi negara-negara yang ingin mengadopsi strategi pengujian diri untuk HIV.
Tes HIV secara oral (lewat mulut) telah menjadi salah satu tes paling populer karena penerimaan dan kemudahan penggunaan. Pengujian dengan cara ini bisa non-invasif (tidak merusak), bebas rasa sakit dan lebih nyaman bagi pengguna.
"Melakukan tes HIV di klinik publik membuat orang enggan karena visibilitas, stigma, kurangnya privasi dan diskriminasi. Sebuah pilihan pengujian rahasia seperti pengujian mandiri (dengan alat OraQuick HIV1/2) bisa mengakhiri stigmatisasi terkait dengan tes HIV," tutur Dr Pai.
Populasi berisiko tinggi dapat memperluas epidemi HIV tetapi mereka juga menghadapi diskriminasi, kekerasan dan marjinalisasi sosial dari pelayanan kesehatan.
UNAIDS memperkirakan secara global 90 persen pria yang berhubungan seks dengan pria tidak memiliki akses terhadap layanan yang paling dasar terhadap kesehatan seksual.
"Tes HIV oral dapat menjadi alat yang ampuh untuk populasi berisiko tinggi, tapi pengujian mandiri harus disertai dengan keterkaitan dengan perawatan untuk mencapai hasil kesehatan yang baik," kata Dr Rosanna Peeling, co-penulis studi dari London School of Hygiene & Tropical Medicine.
(mer/ir)
BACA JUGA :









