
-
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar -
Rabu 23/05/2012 19:28 WIB
Sstt, Ini Tabu Lho Tapi Penting! -
Rabu 23/05/2012 15:51 WIB
Alat-alat yang Dipercaya Bisa Besarkan Ukuran Kelamin Pria - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 469.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Berbekal 1 Sperma, Suami Istri Ini Akhirnya Punya Anak
- Ketika Istri dan Anak Dapat Warisan HIV dari sang Ayah
- 13 Kali Salah Diagnosis, Begitu Ketahuan Kanker Usus Parah
- Surat Bocah yang Sembuh Kanker: Saya Tahu Saya Tidak akan Mati
- Tinggi Badan Bertambah Setelah Tulang Belakang Diluruskan
- Atresia Bilier
- Amnesia
- Biduran/Kaligata
Info Penyakit :
- Bivalirudin
- Herbal: Anggur
- Cefoperazone
Info Obat :
3 Kali Gagal Bayi Tabung, Ternyata Masalahnya di Suami
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jeanette & Mark (dok: dailymail)
Mark Griffiths dan Jeanette Parker telah berusaha selama setahun untuk hamil, tapi tidak berhasil. Keduanya pun akhirnya ke dokter untuk berkonsultasi. Setelah menjalani serangan scan dan tes diketahui Jeanette (38 tahun) memiliki masalah lubang fallopi yang tersumbat. Ia pun menjalami 4 kali prosedur kecil untuk membersihkan sumbatan tersebut.
Sementara Mark (42 tahun) diketahui memiliki volume air mani yang kecil dan sperma itu sendiri bersifat asam. Namun dokter tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang serius.
Jeanette pun menjalani 3 kali siklus IVF, meski ia sudah tersiksa dengan jarum-jarum yang harus disuntikkan dalam perawatan tersebut, namun ketiga prosedur IVF ini gagal. Bahkan salah satu saluran tuba falopinya harus diangkat yang membuatnya berisiko mengalami kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).
Gagalnya proses IVF ini membuat dokter berpikir kemungkinan masalahnya ada pada sperma Mark. Setelah konsultasi dengan dokter spesialis kesuburan laki-laki diketahui saluran ejakulasi Mark mengalami penyumbatan, sehingga mencegah keluarnya air mani yang normal.
Kondisi ini kemungkinan dipicu oleh kista atau jaringan parut karena infeksi prostat yang bisa berkontribusi terhadap masalah infertilitas pria. Sebenarnya sperma asam adalah salah satu tanda dari penyumbatan ini. Mark pun akhirnya menjalani operasi untuk membersihkan sumbatan.
Namun tak mudah bagi pasangan ini untuk bisa hamil, terlebih setelah 1 tabung falopi Jeanette diangkat dan gagalnya 3 kali proses IVF yang memicu overstimulasi. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kehamilan ektopik pada Jeanette.
"Ini adalah beberapa tahun yang sangat traumatis dan mahal untuk sesuatu yang tidak perlu dilakukan. Sejumlah dokter memberi kami nasihat yang salah dan gagal menemukan masalah saya. Hal ini sangat mengecewakan," ujar Mark, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (27/1/2012).
Mark menuturkan jika ia berhasil diobati sejak awal, maka Jeanette pasti memiliki kesempatan lebih besar untuk mengalami pembuahan yang alami dan tidak ada peningkatan risiko kehamilan ektopik.
Mark hanyalah salah satu dari ribuan pria yang memiliki masalah kesuburan terdiagnosis tapi tidak diobati. Selain itu klinik cenderung berfokus pada kesuburan perempuan dibanding pria. Akibatnya beberapa perempuan harus melakukan proses IVF yang melelahkan dan mahal, padahal tidak diperlukan.
"Pemeriksaan dan pengobatan yang berhubungan dengan kesuburan laki-laki sering tidak dilakukan secara menyeluruh, bahkan kadang tidak sama sekali," ujar Dr Rowland Rees, ahli bedah urologi dari Royal Hampshire County Hospital, Winchester.
Dr Rees menuturkan laki-laki bertanggung jawab terhadap setengah kasus ketidaksuburan, bahkan 20 persennya murni masalah laki-laki. Padahal sekitar 50 persen masalah kesuburan laki-laki bisa diobati, tapi sayangnya sering diabaikan.
"Memperlakukan atau mengobati infertilitas laki-laki bisa lebih murah, lebih sukses dan kurang invasif dibandingkan dengan perawatan pada perempuan," ujar Dr Rees.
BACA JUGA :









