
-
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar -
Rabu 23/05/2012 19:28 WIB
Sstt, Ini Tabu Lho Tapi Penting! -
Rabu 23/05/2012 15:51 WIB
Alat-alat yang Dipercaya Bisa Besarkan Ukuran Kelamin Pria - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,049.000
-
Rp 469.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- dr Christina Widaningrum yang Terus Berjuang Demi Orang Kusta
- dr Andre Pontoh yang Jatuh Cinta dengan Lutut
- Dr Alfreth Langitan, Pionir Vasektomi di Sulawesi
- Dr Chaidir Mochtar yang Piawai Tangani Cangkok Ginjal
- Prof Dr Farid A Moeloek, SpOG Jadi Dokter Karena Terpaksa
- Buta Warna
- Anorchia
- Albinisme
Info Penyakit :
- Barnidipine
- Clonidine
- Benfluorex
Info Obat :
Doctor's Life
Prof Melanie Djamil dan Cara Jitu Biar Tak Takut Dokter Gigi
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Prof Melanie (dok: Pribadi)
Sejak lulus sekolah kedokteran gigi tahun 1985 hingga saat ini, ada begitu banyak cerita dan pengalaman menarik dari pasien yang dialami Prof. Dr. drg. Melanie Sadono Djamil, MBiomed. Tak jarang pula ia mendapatkan pasien yang sangat takut datang ke dokter gigi. Namun setelah dirawat olehnya, si pasien malah bisa tertidur pulas di tempat praktik.
Menurut Prof Melanie, sapaan akrabnya, komunikasi yang baik adalah cara jitu agar pasien tak lagi menganggap dokter gigi sebagai momok yang menakutkan, khususnya anak-anak.
"Istilah 'tak kenal maka tak sayang' sangat tepat untuk perawatan kedokteran gigi, memperkenalkan dan menjelaskan 'apa' dan 'bagaimana' perawatan yang akan dilakukan padanya, layaknya atas dasar persetujuan dan pemahaman si pasien," jelas Prof. Dr. drg. Melanie Sadono Djamil, MBiomed, Dekan dan Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, saat dihubungi detikHealth, Senin (6/2/2012).
Menurut Prof Melanie, banyaknya orang dewasa yang takut dengan dokter gigi disebabkan karena kurangnya komunikasi antara dokter dan pasien. Ketakutan tersebut biasanya berawal dari trauma masa kecil, yang artinya banyak dokter-dokter gigi zaman dulu yang belum bisa berkomunikasi secara baik dengan pasien.
"Kalau dokter dulu kan jarang berkomunikasi dengan pasien. Bahkan ada yang menganggap mengobrol itu buang-buang waktu, apalagi kalau pasiennya antre. Padahal komunikasi dengan pasien itu sangat penting untuk membangun chemistry dan rasa percaya," jelas dokter yang juga menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Gigi Mulut, FKG Universitas Trisakti.
Sedari awal, seharusnya dokter memberikan info selengkap-lengkapnya pada pasien, bagaimana nanti penanganannya, apakah akan terasa sakit dan jangan lupa meminta persetujuan pasien atau orangtua sebelum melakukan tindakan pada gigi. Hal ini adalah kunci penting untuk membangun kepercayaan pasien kepada dokter.
"Berkomunikasi dengan anak-anak malah lebih gampang ketimbang dengan orang dewasa yang sudah terlanjur dengan dokter gigi. Jadi peran orangtua juga penting untuk membuat anak mau menjaga kesehatan gigi dan rongga mulutnya, dokter gigi hanyalah operator," tutur dokter kelahiran 16 Agustus 1960.
Sangat suka diajak ke dokter gigi sejak kecil
"Saya adalah seorang yang menggemari keindahan, peduli kesehatan dan cinta kebersihan. Saya sangat senang saat diajak ke dokter gigi, terutama melihat alat-alat yang demikian beragam di atas meja kerja dokternya, yang fungsinya ternyata memenuhi apa yang saya sukai tersebut," kenang Prof Melanie yang lahir di Lirik, Riau.
Para dokter gigi yang merawatnya di kala kecil di wilayah Sumatera Selatan sangat menginspirasinya untuk mendalami profesi tersebut. Meskipun sempat di saat menduduki bangku SMA ia ingin menjadi ahli IT, namun ternyata keinginan saat kecil tetap muncul untuk bisa menjadi dokter gigi. Dan yang membuatnya makin senang, IT juga ada di kedokteran gigi.
Kedua orangtuanya selalu mendukung apa yang ia cita-citakan. Dan apa yang menjadi cita-cita Melanie kecil bisa menjadi kenyataan di kemudian hari, malah ia merasa mendapat banyak 'bonus' dari tercapainya keinginan atau cita-citanya itu.
Selain S1 lulus dari FKG Universitas Trisakti tahun 1985, ia diberi kesempatan untuk bisa menamatkan pendidikan berkelanjutan di S2 Biokimia FK UI pada 1997. Kemudian pada 2001 masih diberi kesempatan kembali untuk meneruskan pendidikan S3 di FKG UI.
"Semua terjalani dengan berkah ridho-Nya. Berbagai cerita serta kenangan indahnya selama mengenyam pendidikan dari S1 hingga S3, kalau saya melihat ke belakang, Subhanallah betapa 'tangan Tuhan' sangat berperan dalam perjalanan tersebut. Terlebih setelah lulus S3 tahun 2004 sampai dikukuhkan sebagi Guru Besar pada bidang Ilmu Biokimia di FKG Universitas Trisakti," jelasnya.
Saat lulus sekolah kedokteran gigi, tempat praktik pertama Prof Melanie adalah di sebuah perusahaan minyak di daerah Riau, tempat ia lahir dan dibesarkan. Disinilah pertama kali kemampuan dokter giginya diuji. Bagaimana tidak, karena yang ia rawat adalah om, tante dan saudara-saudaranya sendiri, yang notabene sangat mengenal Melanie zaman kecil.
Prof Melanie yang saat itu sudah resmi menyandang gelar dokter gigi pun sempat diragukan kemampuannya karena dianggap masih anak kecil oleh om dan tantenya.
"Mereka ragu-ragu, mereka berpikir rasanya bisa nggak ya anak kecil yang dulu suka pakai celana monyet ini mengobati gigi saya," kenang Prof Melanie.
Namun Prof Melanie tak berkecil hati dan tetap menunjukkan kemampuannya secara baik. Bahkan setelah mendapatkan satu kali perawatan dari Prof Melanie, pasien-pasiennya yang sudah mengenalnya tersebut justru ketagihan ingin dirawat oleh Prof Melanie.
BIODATA
Nama Lengkap
Prof. Dr.drg. Melanie Sadono Djamil, MBiomed
Tempat dan tanggal lahir
Lirik Riau, 16 Agustus 1960
Status
Menikah dengan Dipl. Ing. Kumhal Djamil, SE, dengan dikaruniai 3 orang anak.
Pendidikan
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti (1985)
Pendidikan Magister Ilmu Biomedik FK Universitas Indonesia (1997)
Doktor Ilmu Kesehatan FKG Universitas Indonesia (2004)
Organisasi
Treasurer at IADR Indonesia Section since 2002-2007
Council for IADR South East Asia Division since 2002-2007
Treasurer for IADR South East Asia Division for the periods of 2007-2010
Treasurer for IADR South East Asia Division for the periods of 2011-2013
Member of Indonesian Dental Association since 1986
Member of the Indonesian Biochemistry and Molecular Biology since 1992
Profesi
Dekan dan Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti
Direktur Rumah Sakit Gigi Mulut, FKG Universitas Trisakti
Komisaris Independen Mayapada Hospital
Praktik klinik pribadi Melanie Sadono Dental Clinic di Jalan Cipaku 1 no 20, Kebayoran Baru. Jakarta Selatan
Hobi
Fotografi, gadget, olah raga sepeda dan golf.
(mer/ir)
BACA JUGA :









