
-
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar -
Rabu 23/05/2012 19:28 WIB
Sstt, Ini Tabu Lho Tapi Penting! -
Rabu 23/05/2012 15:51 WIB
Alat-alat yang Dipercaya Bisa Besarkan Ukuran Kelamin Pria - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 6,049.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsuko
Rabu, 08/02/2012 14:30 WIB
(Foto: ThinkStock)Jakarta, Kosmetik digunakan untuk mempercantik atau merawat diri. Kosmetik dan produk perawatan dibuat dari banyak bahan kimia. Sayangnya beberapa bahan kimia di antaranya benar-benar terbukti masuk dalam kategori bahan-bahan yang berbahaya. Mau cantik malah bisa sakit.
Jika bahan-bahan kimianya sah digunakan dan telah diatur agar tidak berbahaya bila digunakan dalam kadar tertentu, maka itu masuk dalam kategori aman. Namun, ada beberapa bahan kimia di kosmetik yang bermasalah dan sebaiknya dihindari bila memungkinkan.
Seperti dilansir belief.com, Rabu (8/2/2012), berikut adalah kesepuluh bahan kimia dalam kosmetik yang sebaiknya dihindari:
1. Methylisothiazoline
Methylisothiazoline (MIT) diduga mempengaruhi komunikasi sel-sel saraf di otak. Bahan ini banyak terkandung dalam shampoo. Badan Perlindungan Lingkungan di AS atau Environmental Protection Agency (EPA) menegaskan bahwa MIT sangat beracun bila digunakan pada kulit atau mata.
Jika bahan ini terkandung dalam insektisida, EPA mewajibkan produsen untuk memberi label peringatan pada kemasannya. EPA juga menerangkan bahwa orang yang terpapar produk methylisothiazoline diharuskan memakai kemeja lengan panjang, celana panjang, sarung tangan tahan kimia, dan sepatu ditambah kaus kaki.
Namun kebanyakan orang percaya bahwa bahan ini aman dan dapat diletakkan di kamar mandi bahkan digunakan untuk mencuci rambutnya.
2. Sodium Lauril Sulfat
Sodium lauril sulfat dan natrium sulfat laureth terkandung dalam banyak produk berbusa, seperti sabun, shampoo, dan bahkan pasta gigi. Zat ini telah disetujui untuk digunakan, tetapi diketahui menyebabkan iritasi kulit.
3. Ftalat
Ftalat digunakan dalam kosmetik, parfum, bahkan produk medis seperti kantong transfusi darah. Ada banyak bahan kimia yang termasuk dalam kategori Ftalat.
Laporan EPA menyebutkan bahwa Ftalat berkaitan dengan ruam, pilek, cacat lahir, kanker, kerusakan hati, gangguan paru-paru, dan kelainan tulang. Sebuah penelitian pada tikus menemukan bahwa paparan berlebihan terhadap bahan kimia ini dapat menyebabkan eksensefali atau pertumbuhan otak di luar tengkorak.
4. Coal tar
Coal tar adalah bahan yang jarang dijumpai, tetapi telah diketahui dapat menyebabkan kanker. Bahan ini terkandung dalam produk pewarna rambut, shampoo ketombe dan beberapa produk anti-gatal.
5. Minyak sulingan atau minyak distilat
Sulingan minyak adalah produk yang dihasilkan oleh industri minyak bumi dan sering digunakan dalam maskara, foundation, lipstik, dan parfum. Minyak sulingan diduga mengandung kotoran dan bersifat karsinogen (dapat menyebabkan kanker).
6. PEG
PEG (polietilen glikol) atau PPG (polipropilena glikol) adalah dua bahan kimia yang terkandung dalam berbagai kosmetik meskipun diketahui berbahaya. Pemerintah mengizinkan bahan-bahan ini dalam kosmetik karena dalam jumlah kecil zat ini dianggap relatif aman.
7. Pewarna sintetis
Pewarna sering dicantumkan dalam label dengan kode warna dan nomor, misalnya: Red No 3. Pewarna sintetis sering digunakan dalam kosmetik seperi pemerah, alas bedak, cat kuku, cat rambut dan sebagainya. Beberapa pewarna diketahui besifat karsinogen.
8. Paraben
Paraben merupakan sekelompok bahan yang terdiri atas bahan seperti: Metil, Propyl, Butil, dan Ethyl. Paraben mengacu pada bahan-bahan kimia yang membuat produk kosmetik tetap segar dengan menghambat pertumbuhan kuman.
Paraben dapat memblokir radiasi UV dan banyak digunakan dalam tabir surya. Namun, paraben jenis tertentu dapat mengiritasi kulit. Sebuah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa paraben dapat memicu produksi hormon estrogen, bahan bakar kanker.
9. Formaldehida
Formaldehida banyak digunakan dalam berbagai cairan pembalsem untuk pelembut kain dan bahkan kosmetik. Formaldehida terkandung dalam shampo, pembersih antibakteri, pengeras kuku, dan produk cairan cuci tangan yang dikenal sebagai penyebab kanker pada manusia.
10. Pengharum
Pengharum tampak tidak berbahaya karena produsen menggunakannya untuk untuk menyamarkan bau yang tidak diinginkan. Food and Drug Administration (FDA) di AS mengijinkan produsen untuk menyebut bahan wewangian tanpa mengungkapkan detail jenis bahannya karena diangap sebagai rahasia perusahaan.
Penelitian di AS menemukan bahwa produk pengharum dapat menyebabkan berbagai efek yang merugikan kesehatan seperti sakit kepala, kesulitan bernapas, serangan asma, ruam, dan hilangnya kesadaran.
Bahkan, beberapa bahan pengharum ternyata mengandung bahan-bahan berbahaya yang dilarang oleh undang-undang AS.
(pah/ir)
Mau Cantik Malah Bisa Sakit Gara-gara Kandungan Kosmetik Ini
Putro Agus Harnowo - detikHealth
(Foto: ThinkStock)
Jika bahan-bahan kimianya sah digunakan dan telah diatur agar tidak berbahaya bila digunakan dalam kadar tertentu, maka itu masuk dalam kategori aman. Namun, ada beberapa bahan kimia di kosmetik yang bermasalah dan sebaiknya dihindari bila memungkinkan.
Seperti dilansir belief.com, Rabu (8/2/2012), berikut adalah kesepuluh bahan kimia dalam kosmetik yang sebaiknya dihindari:
1. Methylisothiazoline
Methylisothiazoline (MIT) diduga mempengaruhi komunikasi sel-sel saraf di otak. Bahan ini banyak terkandung dalam shampoo. Badan Perlindungan Lingkungan di AS atau Environmental Protection Agency (EPA) menegaskan bahwa MIT sangat beracun bila digunakan pada kulit atau mata.
Jika bahan ini terkandung dalam insektisida, EPA mewajibkan produsen untuk memberi label peringatan pada kemasannya. EPA juga menerangkan bahwa orang yang terpapar produk methylisothiazoline diharuskan memakai kemeja lengan panjang, celana panjang, sarung tangan tahan kimia, dan sepatu ditambah kaus kaki.
Namun kebanyakan orang percaya bahwa bahan ini aman dan dapat diletakkan di kamar mandi bahkan digunakan untuk mencuci rambutnya.
2. Sodium Lauril Sulfat
Sodium lauril sulfat dan natrium sulfat laureth terkandung dalam banyak produk berbusa, seperti sabun, shampoo, dan bahkan pasta gigi. Zat ini telah disetujui untuk digunakan, tetapi diketahui menyebabkan iritasi kulit.
3. Ftalat
Ftalat digunakan dalam kosmetik, parfum, bahkan produk medis seperti kantong transfusi darah. Ada banyak bahan kimia yang termasuk dalam kategori Ftalat.
Laporan EPA menyebutkan bahwa Ftalat berkaitan dengan ruam, pilek, cacat lahir, kanker, kerusakan hati, gangguan paru-paru, dan kelainan tulang. Sebuah penelitian pada tikus menemukan bahwa paparan berlebihan terhadap bahan kimia ini dapat menyebabkan eksensefali atau pertumbuhan otak di luar tengkorak.
4. Coal tar
Coal tar adalah bahan yang jarang dijumpai, tetapi telah diketahui dapat menyebabkan kanker. Bahan ini terkandung dalam produk pewarna rambut, shampoo ketombe dan beberapa produk anti-gatal.
5. Minyak sulingan atau minyak distilat
Sulingan minyak adalah produk yang dihasilkan oleh industri minyak bumi dan sering digunakan dalam maskara, foundation, lipstik, dan parfum. Minyak sulingan diduga mengandung kotoran dan bersifat karsinogen (dapat menyebabkan kanker).
6. PEG
PEG (polietilen glikol) atau PPG (polipropilena glikol) adalah dua bahan kimia yang terkandung dalam berbagai kosmetik meskipun diketahui berbahaya. Pemerintah mengizinkan bahan-bahan ini dalam kosmetik karena dalam jumlah kecil zat ini dianggap relatif aman.
7. Pewarna sintetis
Pewarna sering dicantumkan dalam label dengan kode warna dan nomor, misalnya: Red No 3. Pewarna sintetis sering digunakan dalam kosmetik seperi pemerah, alas bedak, cat kuku, cat rambut dan sebagainya. Beberapa pewarna diketahui besifat karsinogen.
8. Paraben
Paraben merupakan sekelompok bahan yang terdiri atas bahan seperti: Metil, Propyl, Butil, dan Ethyl. Paraben mengacu pada bahan-bahan kimia yang membuat produk kosmetik tetap segar dengan menghambat pertumbuhan kuman.
Paraben dapat memblokir radiasi UV dan banyak digunakan dalam tabir surya. Namun, paraben jenis tertentu dapat mengiritasi kulit. Sebuah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa paraben dapat memicu produksi hormon estrogen, bahan bakar kanker.
9. Formaldehida
Formaldehida banyak digunakan dalam berbagai cairan pembalsem untuk pelembut kain dan bahkan kosmetik. Formaldehida terkandung dalam shampo, pembersih antibakteri, pengeras kuku, dan produk cairan cuci tangan yang dikenal sebagai penyebab kanker pada manusia.
10. Pengharum
Pengharum tampak tidak berbahaya karena produsen menggunakannya untuk untuk menyamarkan bau yang tidak diinginkan. Food and Drug Administration (FDA) di AS mengijinkan produsen untuk menyebut bahan wewangian tanpa mengungkapkan detail jenis bahannya karena diangap sebagai rahasia perusahaan.
Penelitian di AS menemukan bahwa produk pengharum dapat menyebabkan berbagai efek yang merugikan kesehatan seperti sakit kepala, kesulitan bernapas, serangan asma, ruam, dan hilangnya kesadaran.
Bahkan, beberapa bahan pengharum ternyata mengandung bahan-bahan berbahaya yang dilarang oleh undang-undang AS.
(pah/ir)
BACA JUGA :









