
-
Kamis 17/05/2012 16:00 WIB
Ini Dia si Penghambat Orgasme -
Kamis 17/05/2012 14:01 WIB
Jerawatan Bikin Remaja Jadi Gampang Emosional -
Kamis 17/05/2012 12:03 WIB
Makan Sambil Minum Air Putih Bikin Orang Bijak Pilih Makanan -
Kamis 17/05/2012 10:59 WIB
Yang Perlu Dipahami dari Hipertensi -
Kamis 17/05/2012 09:46 WIB
Kisah Endang & Iis: Bersatu Karena Kanker, Terpisah Karena Kanker - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,763.000
-
Rp 6,069.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Blogdetik Ajak Blogger Bicara Seks
Mungkin untuk sebagian orang masih tabu untuk dibicarakan, namun sebenarnya memiliki sejuta permasalahan dan mengundang pertanyaan yang kadang kita bingung untuk memecahkannya
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 11:38 WIB
Penelitian: Banyak Makan Gula Bisa Bikin Otak Jadi Bodoh
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Pil KB Bisa Jadi Obat untuk Atasi Nyeri Karena Haid
- Wanita Lebih Rentan Sakit Ketika Haid
- Sensi Saat PMS Bisa Diobati
- Kapan Nyeri Haid Perlu Diperiksakan ke Dokter?
- Telat Haid Bisa Karena Olahraga Berlebihan
- Aneurisma Aorta Torakalis
- Amoebiasis
- Agoraphobia
Info Penyakit :
- Ceftizoxime
- Chloramphenikol
- Citicoline
Info Obat :
Pesepakbola Perempuan Berisiko Alami Gangguan Haid
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Sekitar 1 dari 5 pemain sepakbola perempuan dilaporkan mengalami siklus haid yang tidak teratur, sedangkan sekitar 14 persen memiliki patah tulang dalam 1 tahun terakhir.
"Tidak banyak studi yang mempelajari tentang sepakbola pada perempuan, padahal saat ini makin banyak anak perempuan yang memainkannya," ujar Dr Heidi Prather, profesor dan kepala rehabilitasi di Washington University School of Medicine, St. Louis, seperti dikutip dari HealthDay, Kamis (9/2/2012).
Studi yang rencananya akan dilaporkan dalam pertemuan American Academy of Orthopaedic Surgeons di San Francisco ini melibatkan 220 atlet sepakbola perempuan yang rata-rata berusia 16 tahun.
Diketahui 1 dari 5 pesepakbola ini memiliki siklus haid tidak teratur seperti kurang dari 28 hari atau justru lebih dari 34 hari, bahkan ada pula yang tidak mendapatkan menstruasi selama 1 tahun.
"Remaja putri yang memiliki disfungsi menstruasi dalam jangka panjang berisiko mengalami masalah kesehatan. Disfungsi atau menstruasi yang tidak teratur membuat tubuh tidak menerima beban estrogen yang tepat," ujar Dr Prather.
Dr Prather menuturkan jika perempuan menerima estrogen yang terlalu sedikit maka bisa mempengaruhi kesehatan tulang sehingga menyebabkan penyakit penipisan tulang osteoporosis. Sedangkan jika tingkat estrogen relatif tinggi dikhawatirkan memicu stress fracture.
Dr Mininder Kocher, direktur divisi kedokteran olahraga di Children's Hospital Boston menuturkan stress fracture adalah keretakan kecil di tulang yang disebabkan terlalu seringnya digunakan (overuse). Dalam penelitian ini sebagian besar mengalami patah tulang di pergelangan kaki atau kaki.
"Tulang itu hidup, ketika kita berlari dan melompat maka kita membuat luka kecil di tulang, tapi sebagian besar bisa disembuhkan sendiri. Tapi ketika cederanya berada dalam tingkat yang lebih tinggi, maka bisa menimbulkan masalah yang berlebihan seperti stress fracture," ujar Dr Kocher.
Para ahli menyebutkan ada 3 risiko kesehatan utama yang terkait dengan atlet perempuan yaitu amenorrhea (tidak mendapatkan menstruasi), gangguan pola makan serta osteoporosis.
Bagi atlet perempuan yang menstruasinya tidak teratur, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah efek buruk jangka panjangnya.
BACA JUGA :









